BolaSkor.com – Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, melontarkan kritik keras terhadap suksesornya, Gianni Infantino, terkait rencana pembentukan anak perusahaan senilai 20 miliar dolar AS untuk mengelola Piala Dunia.
Rencana tersebut mencakup penjualan saham hingga 20 persen kepada investor luar. Singkatnya, Infantino menjual saham Piala Dunia yang notabene pesta sepak bola dunia dan seyogyanya milik semua orang - tidak didominasi satu pihak.
Langkah tersebut dinilai Blatter sebagai bentuk komersialisasi sepak bola yang sudah melampaui batas.
Baca Juga:
FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Gianni Infantino Dikritik PM Inggris dan FA
Dikritik Terkait Piala Dunia 2026 dan Merespons dengan Tegas, Presiden FIFA Disebut Menyedihkan
Resmi, Zinedine Zidane Tangani Timnas Prancis hingga Piala Dunia 2030
Pria berusia 90 tahun, yang memimpin FIFA selama 17 tahun hingga 2015 tersebut, menegaskan bahwa turnamen sepak bola terbesar di dunia itu bukanlah aset komersial milik segelintir eksekutif.
"Sepak bola tidak milik individu mana pun dan lembaga mana pun. Sepak bola milik rakyat," tegas Blatter kepada Reuters.
Blatter menambahkan bahwa perubahan struktur ini akan merenggut identitas mendasar dari olahraga tersebut.
"Jika FIFA diubah menjadi struktur korporat yang berorientasi pada keuntungan, FIFA akan kehilangan jiwanya," tambah Blatter.
Murni Penjaga, Bukan Pemilik Aset Budaya Sepak Bola
Rencana Infantino yang mengizinkan pihak luar membeli porsi saham di turnamen utama FIFA langsung memicu gelombang protes dari berbagai otoritas sepak bola dunia, termasuk UEFA yang menilai FIFA telah menjual sepak bola.
Kritik tajam ini menambah panjang daftar perselisihan antara Blatter dan Infantino.
Sebelumnya, Blatter juga sempat mengecam penunjukan Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034 serta penambahan jumlah peserta menjadi 48 tim.
"Piala Dunia FIFA bukanlah aset komersial milik segelintir eksekutif. Ini adalah bagian dari warisan budaya sepak bola dunia. FIFA adalah penjaga Piala Dunia, bukan pemiliknya. Ada perbedaan mendasar di sana," tutur Blatter.
Blatter menilai masuknya investor asing yang berburu pengaruh dan keuntungan finansial sangat bertentangan dengan prinsip dasar asosiasi sepak bola.
Menurutnya, ikatan erat antara sepak bola dan masyarakat umum adalah kunci utama olahraga ini bertahan lebih dari satu abad.
"Prinsip itu tidak boleh berubah. Penerima manfaat seharusnya adalah permainan itu sendiri—dari sepak bola akar rumput hingga level internasional tertinggi—bukan investor luar yang mencari imbalan hasil," pungkas Blatter.