BolaSkor.com – Chelsea melanjutkan tren positif di awal musim Premier League di bawah arahan Xabi Alonso, dengan menyapu bersih dua laga pembuka lewat kemenangan - plus satu di ajang Piala Liga.
The Blues menjadi salah satu tim paling produktif setelah mengemas tujuh gol.
Namun, lini pertahanan mereka juga menjadi sorotan tajam menyusul lima gol yang sudah bersarang di gawang Chelsea.
Baca Juga:
Bursa Transfer Sudah Tutup, Chelsea Dekati Georginio Wijnaldum
Alonso secara signifikan telah merombak gaya permainan Chelsea dibanding musim lalu, dengan menanamkan ide pertahanan baru serta pendekatan menyerang yang jauh lebih langsung.
Stigma Alonso yang akan memainkan sepak bola ofensif dan menghibur, setelah menampilkan performa tersebut di Bayer Leverkusen, terputuskan dengan permainan Chelsea sejauh ini.
Minim Penguasaan Bola dan Mengandalkan Transisi bermain
Dua laga awal Chelsea bersama Alonso sangat menonjol dari segi statistik penguasaan bola.
Chelsea hanya mencatatkan 38 persen penguasaan bola saat melawan Fulham, dan 26 persen ketika menumbangkan Brighton & Hove Albion.
Catatan 26 persen penguasaan bola, saat bersua Brighton, bahkan menjadi angka terendah bagi Chelsea dalam sejarah pencatatan rekor Premier League sejak musim 2003-2004.
Pendekatan ini berbanding lurus dengan hadirnya amunisi baru seperti Morgan Rogers dan Marco Palestra.
Baca Juga:
Girang Pindah ke Manchester City, Enzo Fernandez Sindir Chelsea
Alonso secara sengaja menerapkan permainan vertikal dan langsung untuk memberi ruang terbaik bagi para juru gedor. Transisi menjadi kunci permainan.
Chelsea sengaja membiarkan lawan menguasai bola demi memancing lawan keluar, sebelum kemudian menghukum mereka lewat transisi serangan balik mematikan saat ruang terbuka lebar.
Skema ini sangat cocok dengan karakter penyerang Chelsea.
Joao Pedro bertugas mengalirkan bola, Rogers mengeksploitasi ruang luas, sementara Cole Palmer memanjakan para juru lari yang merangsek ke lini depan.
Filosofi Pertahanan 5-2-3
Secara taktis, Alonso menggunakan skema pertahanan 5-2-3 untuk mengontrol jalannya pertandingan tanpa harus mendominasi penguasaan bola.
Dalam filosofi kepelatihannya, juru taktik asal Spanyol tersebut pernah menegaskan pandangannya mengenai cara menguasai laga di lapangan.
Mengontrol permainan tidak hanya didasarkan pada penguasaan bola.
Ujar Alonso terkait filosofinya, sembari menekankan pentingnya tim untuk "tahu bagaimana dan kapan harus menderita."
Baca Juga:
Kendati demikian, organisasi pertahanan Chelsea masih menghadapi celah.
Saat bersua Brighton, lawan beberapa kali berhasil menembus tekanan tinggi Chelsea dan memaksa blok pertahanan turun terlalu dalam.
Peran hibrida Pedro Neto di sisi kanan, serta rotasi penjagaan Wesley Fofana, Maxence Lacroix, dan Malo Gusto masih menyisakan celah ruang yang kerap dimanfaatkan lawan.
Penyesuaian Taktik demi Keseimbangan Skuad

Xabi Alonso memimpin sesi latihan Chelsea di SUGBK, Jakarta, jelang menghadapi AC Milan, Sabtu (8/8). (Laman resmi Chelsea)
Karakter pertahanan Chelsea terlihat lebih kokoh saat bermain rapat dan fokus menghalau umpan silang.
Kehadiran Lacroix di lini belakang terbukti sudah memberikan dampak besar bagi kerapatan benteng pertahanan.
Tantangan utama Alonso saat ini adalah memperbaiki alur transisi, ketika tim harus menekan balik dan bertukar penjagaan pemain secara simultan.
Selain itu, Chelsea juga membutuhkan sedikit kendali penguasaan bola untuk memberi jeda bagi lini belakang agar tidak terus-menerus diserang akibat alur bola yang cepat.
Kembalinya profil gelandang, seperti Moises Caicedo, serta peran lebih besar bagi Valentin Barco diyakini bakal menghadirkan keseimbangan ideal antara permainan dengan dan tanpa bola.