Dimulai dari Nol Pasca Gagal Lolos Piala Dunia Tiga Kali Beruntun, Italia Harus Melewati Era Kegelapan

Luca Toni menilai Italia harus memulai dari nol setelah tiga kali gagal lolos ke Piala Dunia dan mendukung Roberto Mancini memimpin perubahan.
Arief HadiArief Hadi - Rabu, 23 September 2026
Dimulai dari Nol Pasca Gagal Lolos Piala Dunia Tiga Kali Beruntun, Italia Harus Melewati Era Kegelapan
Timnas Italia (football-italia)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com – Mantan penyerang timnas Italia, Luca Toni, memberikan penilaian mengenai kondisi Azzurri yang harus memulai dari nol pada periode kedua era kepelatihan Roberto Mancini.

Terlebih, Italia juga dibayang-bayangin masa lalu kelam usai gagal menembus Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun.

Toni, yang pernah menjuarai Piala Dunia 2006, menilai sepak bola negaranya kini berada di titik terendah, sehingga pembenahan total menjadi sebuah keharusan yang tak lagi bisa ditawar untuk keluar dari periode kelam.

Baca Juga:

Target Trofi pada Periode Dua Roberto Mancini Melatih Timnas Italia

"Ini adalah tahun nol karena keharusan, kecuali jika kami mulai menggali lebih dalam, dalam arti situasi tidak bisa lebih buruk lagi setelah tiga kali gagal lolos ke Piala Dunia," ujar Toni kepada Tuttosport.

"Satu-satunya kegembiraan datang dari menjuarai Euro pada 2021, tetapi selebihnya hanya kegelapan."

Tidak lolos ke Piala Dunia 2030 akan menjadi sebuah tragedi. Tidak ada definisi lain yang terlintas di pikiran.

Masalah Akar Rumput dan Dukungan untuk Mancini

Roberto
Roberto Mancini (Foto: Bein Sports)

Lebih lanjut, Toni menegaskan bahwa keterpurukan Italia tidak bisa hanya dibebankan kepada sosok pelatih atau presiden federasi semata, melainkan ada masalah sistemik di tingkat pembinaan usia muda.

"Saya tidak ingin orang-orang sekarang, demi kemudahan, hanya berfokus pada pelatih atau presiden federasi," tegas Toni.

Kenyataannya adalah reformasi di tingkat usia muda sangat minim. Fasilitas kurang, pelatih purna waktu kurang, sementara ada pelatih paruh waktu yang melakukannya sebagai pekerjaan sampingan.

Toni juga menyindir kebijakan klub-klub lokal yang minim memberi ruang bagi talenta lokal, seraya menyebut keputusan Juventus menurunkan sepuluh pemain asing di posisi non-kiper sebagai sinyal yang sangat buruk bagi masa depan timnas.

Kendati demikian, Toni tetap memberikan dukungan penuh pada periode kedua Roberto Mancini melatih Italia, usai menggantikan Gennaro Gattuso.

"Mancini adalah orang terakhir yang meraih kemenangan bersama Italia," imbuh Toni.

Dia berpisah secara buruk dengan federasi karena masalah komunikasi yang sejujurnya tidak menyenangkan, tetapi saya ulangi, dia adalah seseorang yang tahu cara menang,

pungkasnya.
Italia Timnas Italia Piala Dunia Mancini Roberto Mancini Luca Toni

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Prancis vs Italia, Live Gratis di RCTI
Link streaming Prancis vs Italia live gratis di RCTI, Sabtu (3/10) pukul 01.45 WIB. Simak cara menonton, jadwal, dan prediksi pertandingan.
Johan Kristiandi - Jumat, 02 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Prancis vs Italia, Live Gratis di RCTI
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Prancis vs Italia: Ujian Berat untuk Gli Azzurri
Prediksi Prancis vs Italia di UEFA Nations League 2026: cek jadwal, head to head, prediksi skor, susunan pemain, dan link streaming laga.
Johan Kristiandi - Jumat, 02 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Prancis vs Italia: Ujian Berat untuk Gli Azzurri
Italia
Michael Kayode Curi Perhatian, Para Pemain Timnas Italia U-21 Dipercaya Bisa Naik Kelas ke Level Senior
Michael Kayode tampil gemilang dan mencetak gol saat debut di Timnas Italia. Pelatih U-21 sebut banyak pemain muda siap naik kelas ke senior.
Gazza Roosaryatama - Rabu, 30 September 2026
Michael Kayode Curi Perhatian, Para Pemain Timnas Italia U-21 Dipercaya Bisa Naik Kelas ke Level Senior
Italia
Momen Penebusan Alessandro Bastoni
Alessandro Bastoni mencetak gol saat Italia membantai Turki 4-1. Momen itu menjadi penebusan setelah kesalahan fatalnya kontra Bosnia.
Arief Hadi - Selasa, 29 September 2026
Momen Penebusan Alessandro Bastoni
Italia
Italia Menang Telak di Turki, Mancini Langsung Alihkan Fokus ke Laga Melawan Prancis
Italia menang telak 4-1 atas Turki di Nations League. Roberto Mancini langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Prancis.
Arief Hadi - Selasa, 29 September 2026
Italia Menang Telak di Turki, Mancini Langsung Alihkan Fokus ke Laga Melawan Prancis
Hasil akhir
Hasil UEFA Nations League: Italia Pesta Gol, Prancis Menang Dramatis
Italia menang telak 4-1 atas Turki, sementara Prancis menundukkan Belgia 1-0 lewat gol Michael Olise. Simak hasil lengkap UEFA Nations League.
Arief Hadi - Selasa, 29 September 2026
Hasil UEFA Nations League: Italia Pesta Gol, Prancis Menang Dramatis
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Turki vs Italia, Live di Sini!
Berikut cara menonton dan link streaming laga UEFA Nations League antara Turki vs Italia di Timsah Arena, Selasa (29/9) pukul 01.45 WIB.
Gazza Roosaryatama - Senin, 28 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Turki vs Italia, Live di Sini!
Liga Dunia
Ketika Vincenzo Montella Berambisi Mengalahkan Italia
Vincenzo Montella berambisi membawa Turki mengalahkan Italia di UEFA Nations League, meski Gli Azzurri belum pernah kalah dalam 14 pertemuan.
Arief Hadi - Senin, 28 September 2026
Ketika Vincenzo Montella Berambisi Mengalahkan Italia
Prediksi
Prediksi Skor dan Link Streaming Turki vs Italia: Gli Azzurri Belum Pernah Kalah
Berikut adalah prediksi skor dan link streaming laga UEFA Nations League antara Turki vs Italia, di Timsah Arena, Bursa, Selasa (29/9) pukul 01.45 WIB.
Gazza Roosaryatama - Senin, 28 September 2026
Prediksi Skor dan Link Streaming Turki vs Italia: Gli Azzurri Belum Pernah Kalah
Italia
Belgia Akhiri Kutukan Berusia 54 Tahun atas Italia, Era Mark van Bommel Baru Dimulai
Belgia mengalahkan Italia 2-0 di UEFA Nations League. Kemenangan ini mengakhiri kutukan 54 tahun dan menjadi debut sempurna Mark van Bommel.
Arief Hadi - Sabtu, 26 September 2026
Belgia Akhiri Kutukan Berusia 54 Tahun atas Italia, Era Mark van Bommel Baru Dimulai
Bagikan