BolaSkor.com – Presiden FIFA, Gianni Infantino, menuai gelombang kritik tajam usai muncul wacana kontroversial terkait rencana penjualan sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada pihak investor swasta.
Rencana tersebut melibatkan pembentukan entitas perusahaan swasta baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE), yang bertugas mengelola hak komersial hingga penyelenggaraan turnamen akbar sepak bola sejagat tersebut.
Meskipun FIFA mengklaim tetap memegang kendali penuh atas FFE, investor swasta akan diberikan porsi investasi minoritas, dengan iming-iming setiap asosiasi anggota bisa mengakses dana segar senilai 20 juta dolar AS.
Baca Juga:
Bocoran Pembagian Grup FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Hadapi India hingga Malaysia
Perseteruan FIFA vs UEFA Berlanjut ke Jilid 2
Dikritik Terkait Piala Dunia 2026 dan Merespons dengan Tegas, Presiden FIFA Disebut Menyedihkan
Grup investasi swasta tersebut kabarnya bakal dipimpin oleh perusahaan yang didirikan oleh Joshua Kushner, saudara dari Jared Kushner yang merupakan menantu mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kecaman Keras FA Inggris dan Kritik Pedas PM Andy Burnham
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengaku sangat terkejut karena tidak diberi tahu sebelumnya dan menyatakan keprihatinan mendalam terkait kurangnya proses serta tata kelola dalam pemunculan wacana tersebut.
"Kami sama sekali tidak mengetahui proposal ini dan tidak memiliki rincian substantif, termasuk apa sebenarnya tawaran tersebut, dan kondisi apa yang terikat," ujar juru bicara FA mengenai rencana tersebut dikutip dari Independent.
"Berdasarkan informasi yang terbatas, kami sangat prihatin tentang kurangnya proses dan tata kelola untuk sampai ke titik ini, serta substansi dan prinsip nyata yang terlibat."
Presiden FIFA, Gianni Infantino (Foto: FIFA)
"Ketika proposal tersebut dibagikan secara penuh dan transparan, kami akan memperjelas pandangan kami," ia menambahkan.
Nada penolakan yang sangat keras juga dilontarkan oleh Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, yang langsung menyuarakan ketidaksetujuannya secara terbuka dan menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah sebuah barang dagangan.
"Izinkan saya menyampaikan ini secara langsung. Sepak bola tidak milik para investor. Sepak bola milik orang-orang yang memenuhi tribun dan yang berdiri di garis lapangan minggu demi minggu, hujan maupun panas," tegas Burnham.
"Piala Dunia bukanlah sebuah produk. Ini adalah kompetisi terbesar dalam olahraga dunia, dan tidak pernah menjadi milik siapa pun untuk dijual."
"Hiasilah kesepakatan itu bagaimanapun yang Anda suka. Sekali Anda menjual sebagian darinya, Anda telah menjual diri. Sepak bola milik para penggemar," lanjut Burnham.
Proposal kontroversial ini membutuhkan persetujuan dari asosiasi anggota serta Dewan FIFA sebelum batas waktu 19 September, dan UEFA telah menolak keras serta menggelar rapat darurat bersama 55 anggotanya.

