BolaSkor.com – Kapten timnas Belanda, Virgil van Dijk, memberikan tanggapan keras terkait tuduhan bahwa dirinya ikut campur dalam menentukan taktik mantan pelatih Ronald Koeman pada gelaran Piala Dunia 2026.
Bek veteran berusia 35 tahun tersebut dituding sebagai sosok di balik keputusan Oranje beralih ke skema lima bek, yang dinilai menjadi penyebab tersingkirnya mereka di babak 16 besar kontra Maroko.
Van Dijk menegaskan bahwa isu tersebut merupakan rumor tidak berdasar, yang sengaja disebarkan untuk menyudutkan posisinya di dalam skuad.
Baca Juga:
Prediksi dan Link Streaming Belanda vs Jerman: Perang Strategi Pelatih Baru
"Salah satu rekan Anda tentu saja mengatakan bahwa itu adalah ide saya untuk beralih bermain dengan lima bek. Itu benar-benar omong kosong," kata Van Dijk dikutip dari ESPN.
"Kenyataannya adalah kami memang gagal di Piala Dunia. Itu fakta kerasnya. Kami tidak memainkan Piala Dunia yang bagus."
Ini bukan tentang saya. Anda tampil bersama; Anda adalah sebuah tim. Klaim Anda bahwa saya menghancurkan sepak bola Belanda sama sekali tidak berdasar,
tegasnya.
Komitmen Bersama Xavi Hernandez
Pelatih baru Belanda, Xavi Hernandez (Foto: Bein Sports)
Pemain Liverpool itu menjelaskan bahwa seluruh rencana permainan sepenuhnya merupakan keputusan jajaran pelatih dan bukan instruksi dari dirinya.
"Rencana itu dirancang oleh staf pelatih. Omong kosong disebarkan agar saya terlihat lebih buruk. Rencana itu berhasil selama 89 menit," imbuh Van Dijk.
Gagasan bahwa saya menghancurkan sepak bola Belanda sama sekali tidak masuk akal. Saya tidak memutuskan hal itu.
Baca juga:
Staf Kepelatihan Xavi di Timnas Belanda Terungkap, Ada Legenda Manchester United
Sempat mempertimbangkan pensiun dari panggung internasional usai gugur lewat adu penalti, Van Dijk akhirnya mantap bertahan setelah melakukan pembicaraan dengan pelatih baru Belanda, Xavi.
"Saya butuh liburan bersama keluarga dan kemudian pertemuan penting dengan pelatih tim nasional: Setelah 10 detik sudah jelas bahwa saya akan berlanjut. Ini tentang rasa percaya, apresiasi, dan seberapa penting Anda untuk tim," urai Van Dijk.