Recife - Pelatih Kroasia Niko Kovac menerima kekalahan timnya 1-3 dari Meksiko pada laga penyisihan terakhir Grup A di Arena Pernambucano, Recife, Selasa (24/6) dinihari WIB. Menurutnya, Meksiko telah membuktikan sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2014 ini. Tiga gol El Tri disarangkan kapten Rafael Marquez, Andres Guardado, dan Javier 'Chicarito' Hernandez, sementara satu-satunya gol Kroasia dihasilkan Ivan Perisic. Kendati bisa menerima hasil ini, Kovac tetap menggarisbawahi permainan timnya. Menurutnya gol pertama dan ketiga Brasil tidak harus terjadi, bila pemainnya bermain disiplin. Namun secara umum pertandingan berjalan dengan baik. "Saya ucapkan selamat kepada Meksiko. Mereka bermain sangat bagus selama 50 menit. Inilah sepak bola, bila dua tim satu level bertemu, maka hal-hal kecil bisa sangat menentukan. Dan itu terjadi pada kami, saat salah mengantisipasi bola-bola mati mereka," ujar Kovac kepada HTV. "Dengan Danijel Pranjic di tengah, saya ingin memperkuat sayap kiri sehingga Ivica Olic bisa lebih offensive dengan formasi 4-1-4-1. Kami berhasil menjalankan strategi itu dari sisi sayap kiri, sayang justru di lini depan tidak berjalan dengan baik," lanjut Kovac. "Itu alasan saya menempatkan Pranjic di sayap kiri dan menyimpan Mateo Kovacic di bangku cadangan. Sayang itu tidak berjalan dengan baik sampai akhirnya kebobolan. Sejak itu kami bermain terbuka, dan itu justru membuat Meksiko main sangat berbahaya," terang Kovac. "Kami harus memuji strategi Meksiko. Mereka sengaja bermain tidak terlalu menekan, karena mereka tahu strategi serangan balik kami. Di babak kedua, fisik pemain mulai kedodoran, membuat Meksiko tampil lebih baik. Kami sempat menghadirkan harapan bagi masyarakat Kroasia, terutama di dua laga perdana, tetapi hari ini lawan memang tampil sangat baik," pungkas Niko Kovac. Dengan hasil ini, Meksiko lolos ke babak 16 besar dengan status runner up Grup A, kalah selisih gol dari juara grup, Brasil, yang mengalahkan Kamerun 4-1. Di babak knock out, Meksiko bertemu juara Grup B, Belanda, sedangkan Brasil menghadapi Chili.
Nico Kovac Akui Kehebatan Meksiko
BolaSkor - Senin, 23 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 02 September 2026
11 Momen Paling Berkesan Lionel Messi di Timnas Argentina
Senin, 24 Agustus 2026
Pemilihan Presiden FIFA 2027: Ceferin Enggan Maju, Manuver Infantino Berlanjut ke Negara Kecil
Selasa, 18 Agustus 2026
Kritik Gianni Infantino, COO FIFA Mengundurkan Diri
Minggu, 09 Agustus 2026
Prediksi dan Statistik Arsenal vs Borussia Dortmund: Emirates Cup Membara di London Utara
Kamis, 06 Agustus 2026
Sukses di Piala Dunia 2026, Kanada Investasikan Rp12 Triliun untuk Olahraga
Jumat, 31 Juli 2026
Erick Thohir Senang dengan Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim
Jumat, 31 Juli 2026
FIFA Ngotot Jual Piala Dunia, UEFA Tegaskan Ogah Main di Seluruh Kompetisi
Jumat, 31 Juli 2026
Erick Thohir Dukung FIFA Jual Sebagian Saham Piala Dunia, PSSI Berpeluang Dapat Lebih dari Rp360 Miliar
PILIHAN EDITOR
Senin, 07 September 2026
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Kamis, 03 September 2026
Analisis Taktik Xabi Alonso di Chelsea: Penguasaan Bola Rendah, Transisi Bermain Jadi Kunci
Selasa, 01 September 2026
Berakhir Pahit di Piala Dunia 2026, Warisan Lionel Messi Bertahan Selamanya dengan Timnas Argentina
Rabu, 26 Agustus 2026
Cerita Perjalanan Carlos Baleba: Darah Sepak Bola dari Keluarga, Bakti kepada Ibu
Rabu, 26 Agustus 2026
Siapa Igor Thiago? Menyempil di Antara Pemain Arsenal dan Duo Manchester dalam PFA Team of the Year
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026
Prediksi Premier League 2026/2027: Arsenal Juara Lagi, Manchester United Bisa Bikin Kejutan
Kamis, 20 Agustus 2026
Prediksi Serie A 2026-2027: Inter Milan Favorit, Tim Lain Masih Berbenah
Rabu, 19 Agustus 2026
5 Calon Top Skor Premier League 2026/2027: Siapa Bisa Hentikan Erling Haaland?
Selasa, 18 Agustus 2026