BolaSkor.com – Peta persaingan menuju kursi panas Presiden FIFA edisi 2027 semakin bergejolak.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, secara tegas menyatakan tidak akan maju dalam pemilihan tersebut, meski ia meyakini Gianni Infantino akan menghadapi kandidat penantang.
Baca Juga:
Perselisihan ini memuncak usai proposal Infantino untuk menjual 20 persen hak komersial turnamen FIFA kepada investor swasta mendapat penolakan keras.
UEFA yang disokong oleh AFC dan CONCACAF bahkan sempat mendesak Infantino untuk segera mundur dari jabatannya.
Dua Opsi Menurut Ceferin
Dalam wawancaranya di siniar The Rest Is Politics: Leading, Ceferin membeberkan dua opsi yang bakal dihadapi oleh pria asal Swiss tersebut.
Ada dua opsi. Satu, opsi adalah dia menyadari bahwa dia tidak memiliki dukungan, dan itu bukan hanya dukungan politik dari mereka yang memilih, tetapi dukungan politik dari komunitas sepak bola, dukungan politik dari penggemar, dukungan politik dari para pemain, mantan pemain, pelatih,
ungkap Ceferin.
Ia juga menyinggung opsi kedua terkait pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang.
Baca Juga:
Tidak Hadir di Final Piala Dunia Putri U-17, Presiden FIFA Justru Berada di Turnamen Padel
Dan opsi kedua adalah dia maju ke pemilihan pada bulan Maret, tetapi dalam kasus itu, saya pikir dia akan memiliki kandidat yang melawannya. Saya belum tahu siapa,
ia menambahkan.
Laporan dari sumber internal menyebutkan bahwa UEFA, AFC, dan CONCACAF bahkan mempertimbangkan opsi mosi tidak percaya sebelum pemungutan suara berlangsung.
Ceferin pun menilai keputusan dirinya tidak ikut bertarung justru memperkuat kredibilitas posisinya.
Manuver Infantino Menggalang Suara Negara Kecil

Presiden FIFA Gianni Infantino (mirror)
Ceferin menegaskan bahwa penolakan terhadap rencana Infantino tidak hanya datang dari negara-negara besar Eropa, tetapi juga negara kecil.
"Di satu sisi ada Inggris, Jerman, yang Anda pahami tidak menginginkan hal itu karena uang ini tidak begitu besar bagi mereka."
"Namun di sisi lain ada San Marino, Siprus, Liechtenstein... Mereka berkata: kami tidak untuk dijual," cetus Ceferin.
Di tengah gelombang penolakan, Infantino tetap melancarkan manuver politik untuk mempertahankan posisinya hingga 2031.
Baca Juga:
Ia gencar mendekati asosiasi sepak bola yang kurang mampu, seperti saat bertemu Uni Sepak Bola Karibia (CFU) di Republik Dominika.
Kami ingin mengembangkan sepak bola di setiap dari 211 negara kami di dunia. Kita perlu menemukan investasi untuk semua yang lain - peluang untuk semua yang lain.
Ini memang tentang menemukan dan memberikan peluang, akses, dan sumber daya untuk sepak bola dunia,
ujar Infantino dalam wawancara video FIFA.
Infantino juga menyindir balik kubu lawan yang menolak rencananya demi memperkecil jurang pemisah antar-negara.
"Beberapa orang, sayangnya, tidak membutuhkan dan mereka tidak ingin orang lain berkembang, tetapi kita perlu memperkecil kesenjangan antara negara-negara yang sangat besar dan negara-negara lainnya," pungkas Infantino.