BolaSkor.com – Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali memicu gelombang kritik pedas akibat skala prioritasnya.
Orang nomor satu di sepak bola dunia tersebut kedapatan lebih memilih menghadiri turnamen padel ketimbang laga final Piala Dunia Putri U-17.
Ajang Piala Dunia Putri U-17 yang berlangsung di Republik Dominika padahal menjadi ajang sangat krusial bagi perkembangan sepak bola putri setempat.
Namun, Infantino justru memilih berada di Qatar untuk menyaksikan partai puncak FIP World Padel Championship.
Ini benar-benar menunjukkan bahwa dia tidak peduli secara mendalam tentang sepak bola pada akhirnya.
Dia lebih suka berkumpul dengan penyokongnya di Qatar ketimbang bepergian ke Piala Dunia Putri di Karibia,
ungkap seorang sumber internal Karibia kepada Insideworldfootball.
"Bahwa dia sekarang tiba-tiba memutuskan untuk muncul dan membawa politik global serta reputasi buruknya ke turnamen CFU Putra U-14 adalah bentuk penilaian yang sangat buruk," lanjut sumber tersebut.
Manuver Politik Infantino di Tengah Tekanan Internal

Gianni Infantino (Mirror)
Kini, Infantino dilaporkan berencana hadir di turnamen regional Karibia (CFU U-14 Boys Challenge).
Kehadirannya dinilai banyak pihak hanya sebagai ajang manuver politik di tengah gelombang penolakan, atas rencananya menjual hak komersial FIFA kepada perusahaan swasta.
Seorang presiden FA di kawasan Karibi,a yang enggan disebutkan namanya, turut melayangkan kritik tajam atas niat kedatangan pimpinan FIFA tersebut ke turnamen usia muda itu.
"Satu-satunya niatnya datang ke turnamen CFU U-14 adalah untuk bermain politik. Dia seharusnya memanggil rapat darurat Dewan FIFA dan menghadapi para anggotanya."
Baca Juga:
Ketua BTN Bantah Rizky Ridho Dicoret dari Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026
"Dia hanya peduli pada apa yang bisa diberikan sepak bola untuknya. Turnamen ini seharusnya bukan tentang dirinya," tegasnya.
Federasi Sepak Bola Republik Dominika sendiri dikabarkan berada dalam posisi dilematis setelah sempat mengundang Infantino sekadar formalitas.
Mereka kini berada di bawah tekanan untuk menarik kembali undangan tersebut demi mendukung seruan rapat darurat dari Concacaf, UEFA, dan AFC.
Langkah Infantino yang berupaya mencari dukungan di Karibia kini membentur tembok kokoh.
Hubungannya dengan Presiden Concacaf, Victor Montagliani, kian merenggang seiring menguatnya perlawanan dari mayoritas wakil presiden FIFA terhadap kepemimpinannya.