BolaSkor.com - Konfederasi sepak bola Asia (AFC), Eropa (UEFA), serta Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) kompak melayangkan surat terbuka yang ditujukan kepada "Keluarga Sepak Bola".
Ketiga konfederasi tersebut menegaskan penolakan terhadap proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) yang sebelumnya dirancang untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Baca Juga:
FIFA Kecam Upaya Menggulingkan Gianni Infantino
Infantino Kantongi Dukungan dari Amerika Selatan di Tengah Krisis FIFA
UEFA Belum Cabut Ancaman Boikot Kompetisi FIFA, Abaikan Permintaan Maaf Infantino
Menurut AFC, UEFA, dan Concacaf, rencana tersebut berpotensi mengancam integritas serta independensi Piala Dunia, yang akan memasuki usia 100 tahun pada 2030.
Sepak bola adalah milik para pemain, suporter, klub, asosiasi anggota, serta setiap institusi yang dipercaya menjaga masa depannya. Dalam semangat itulah, sebagai konfederasi yang mewakili para anggotanya, kami berbicara secara kolektif hari ini,
tulis ketiga konfederasi dalam surat terbuka.
FFE Sudah Dibatalkan, tetapi Masalah Belum Selesai

FIFA (bbc)
FIFA sebelumnya telah membatalkan proyek FFE setelah mendapat penolakan dari berbagai pihak.
Namun, AFC, UEFA, dan Concacaf menilai pembatalan tersebut belum menyelesaikan persoalan yang lebih besar, terutama terkait tata kelola dan kepemimpinan FIFA di bawah Presiden Gianni Infantino.
Ketiga konfederasi menilai kepemimpinan FIFA seharusnya menjadi bentuk pengabdian kepada seluruh keluarga sepak bola, bukan kepentingan kelompok tertentu.
Ketika kepercayaan dihancurkan melalui penipuan, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kolektif yang telah memberinya kewenangan, maka tugas pengabdian tersebut telah ditinggalkan.
FIFA sebelumnya mengakui adanya kesalahan dalam proses pengajuan FFE dan menyebut persoalan tersebut sebagai masalah komunikasi. Namun, AFC, UEFA, dan Concacaf menilai masalahnya jauh lebih serius.
Menurut mereka, kontroversi FFE bukan hanya soal komunikasi yang buruk, tetapi juga menunjukkan adanya kegagalan dalam proses pengambilan keputusan.
Soroti Tata Kelola FIFA
Proyek FIFA Forward Enterprise diumumkan pada 28 Juli sebelum akhirnya dibatalkan beberapa hari kemudian setelah mendapat penolakan dari sejumlah organisasi sepak bola internasional.
FIFA juga tidak mengakui bahwa proposal tersebut pada dasarnya memang keliru,
lanjut surat tersebut.
Ketiga konfederasi juga mempertanyakan pertemuan pimpinan FIFA di Maroko yang hanya dihadiri sejumlah anggota komite manajemen.
Tidak hadirnya anggota Dewan FIFA maupun asosiasi anggota dinilai semakin memperkuat kekhawatiran mengenai tata kelola organisasi sepak bola dunia tersebut.
AFC, UEFA, dan Concacaf kemudian menegaskan alasan mereka memilih menyampaikan sikap secara bersama-sama.
Ada keheningan ketika seharusnya ada pertanggungjawaban. Ada jarak ketika seharusnya ada keterbukaan. Itu bukanlah kualitas yang layak dimiliki oleh kepemimpinan sepak bola.
Ketiga konfederasi pun menyerukan agar prinsip persatuan dan tata kelola yang transparan kembali menjadi dasar kepemimpinan FIFA.
“Kini, kami menyerukan agar persatuan tersebut dihormati, demi kepemimpinan yang mengabdi kepada sepak bola, bukan kepemimpinan yang berusaha mengendalikan sepak bola,” tutup AFC, UEFA, dan Concacaf.