BolaSkor.com - Liverpool sedang tidak baik-baik saja saat ini. Bagaimana tidak, setelah perlahan keluar dari badai cedera pemain ada lagi masalah inkonsistensi bermain. Teranyar, The Reds kalah 2-3 melawan Arsenal di pekan 10 Premier League.
Pada laga yang dihelat di Emirates Stadium, Minggu (09/10) malam WIB Liverpool kalah 2-3 dan ini jadi kekalahan kedua di liga setelah mereka kalah dari Manchester United. Dua gol Liverpool dicetak Darwin Nunez dan Roberto Firmino, sementara tiga gol Arsenal dilesakkan Gabriel Martinelli dan dua gol Bukayo Saka (satu penalti).
Liverpool saat ini meraih 10 poin dari delapan laga dan berada di urutan 10 Premier League. Dikutip dari Opta, catatan itu jadi perolehan poin terburuk Liverpool - dari delapan laga - sejak musim 2012-2013 (sembilan poin). Pada saat itu mereka finish di urutan tujuh.
Menilik rapuhnya pertahanan Liverpool, permainan inkonsisten, dan juga kepercayaan diri yang tengah menurun, Jurgen Klopp seolah sudah mengibarkan bendera putih alias menyerah kala ditanya apakah Liverpool masih bertarung merebutkan titel Premier League musim ini.
Baca Juga:
Jurgen Klopp Dituding Jadi Penyebab Kepergian Sadio Mane dari Liverpool
Kalah dari Arsenal, Liverpool Koleksi Perolehan Poin Terendah Sejak Musim 2012-2013
Arsenal 3-2 Liverpool: Hentikan Catatan Buruk, The Gunners ke Puncak Klasemen
"Ya, (Liverpool) tidak dalam perburuan gelar. Bayangkan jika saya duduk di sini dan berpikir kami hampir sampai. Tentu saja, dalam situasi seperti kami, kami bermain lawan Arsenal, sekarang kami bermain lawan Rangers jelas dan kemudian kami bermain Manchester City, apakah itu lawan yang sempurna untuk menemukan kembali kepercayaan diri? Mungkin tidak," tutur Klopp di laman resmi Liverpool.
“Tetapi selalu seperti ini, dalam situasi seperti ini: Anda dapat mengajukan semua pertanyaan, tetapi jawaban saya, saya tidak dapat banyak berubah. Jika Anda menang, ada lima juta hal yang bisa kita bicarakan, 'Dia hebat, dia hebat dan dia super, dan gol-golnya luar biasa'."
"Kalah selalu sama, percakapannya sedikit lebih berkarat. Saya tidak bisa mengubah itu, saya tidak bisa diganggu tentang hal itu, jujur. Tapi apa yang Anda bangun dengan tangan Anda, Anda jatuhkan dengan punggung Anda, itu tidak membantu dan itulah yang kami lakukan."
Penurunan performa Liverpool terjadi karena berbagai macam faktor, termasuk dekadensi pada tahun ketujuh Klopp melatih klub (pernah terjadi di Borussia Dortmund). Itu cukup ironis mengingat Liverpool dalam beberapa musim terakhir bersaing kompetitif di liga dan Liga Champions.