BolaSkor.com - Di balik kemenangan 3-0 Meksiko atas Republik Ceko pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Kamis (25/6), terselip sebuah momen spesial yang penuh emosi.
Pada menit ke-78, ketika El Tri sudah unggul 2-0, pelatih Javier Aguirre memanggil nama Guillermo Ochoa. Masuknya sang kiper bukan sekadar pergantian pemain biasa, melainkan penghormatan bagi salah satu legenda terbesar sepak bola Meksiko.
Ochoa, yang akan berusia 41 tahun pada 13 Juli mendatang, resmi menjadi pemain tertua dalam sejarah timnas Meksiko yang tampil di ajang Piala Dunia.
Baca Juga:
Cerita Piala Dunia 2026: Mengenal Caramelo, Fans Super yang Telah Menonton Meksiko Sejak 1986
Ismael Saibari Ukir Sejarah saat Antar Maroko Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Ia memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Cuauhtemoc Blanco, yang tampil di Piala Dunia 2014 saat berusia 37 tahun.
Pergantian tersebut terasa begitu istimewa. Ochoa masuk menggantikan kiper muda Jose Raul Rangel.
Ochoa masuk bukan karena tim membutuhkan penyelamatan penting, melainkan untuk memberikan kesempatan kepadanya mengakhiri perjalanan panjang bersama tim nasional dengan cara yang paling layak.
Momen Seperti Film
Ia kembali berdiri di atas rumput Stadion Azteca, tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan dalam kariernya. Di stadion di mana ia pernah mengangkat trofi bersama klub dan menjalani penampilan pertamanya di Piala Dunia, 16 tahun silam.
"Saat saya masuk, semua kenangan datang seperti film," ujar Ochoa, seperti dikutip dari ESPN.
Pertandingan pertama saya di sini, trofi yang saya angkat di sini, dan sekarang, ini akhir dari perjalanan saya bersama tim nasional.
"Saya bersyukur. Terima kasih kepada para suporter, rekan-rekan setim, dan pelatih yang telah mempercayai saya untuk merasakan momen ini," lanjutnya.
Perjalanan Ochoa bersama timnas Meksiko memang penuh cerita. Ia menjadi bagian dari enam edisi Piala Dunia. Pada turnamen 2006 dan 2010, ia hanya berada di bangku cadangan. Namun sejak Piala Dunia 2014, Ochoa menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang El Tri.
Penutup Sempurna
Selama bertahun-tahun, ia dikenal luas dengan julukan El Santo. Julukan itu bukan hanya lahir dari penyelamatan-penyelamatan spektakulernya, tetapi juga dari dedikasi, keteguhan, serta kesetiaannya membela Meksiko di panggung internasional.
Penampilan singkat melawan Republik Ceko menjadi penutup yang sempurna bagi perjalanan panjangnya bersama tim nasional.
Meski tidak akan lagi mengenakan seragam hijau-putih-merah Meksiko, nama Guillermo Ochoa akan selalu dikenang sebagai salah satu kiper terbaik dalam sejarah negaranya.
Kini, ia tercatat sebagai pemain tertua Meksiko yang pernah tampil di Piala Dunia, sebuah rekor yang melengkapi warisan besar yang telah ia tinggalkan sekaligus menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap sepak bola tidak mengenal batas usia.