Cerita Piala Dunia 2026: Mengenal Caramelo, Fans Super yang Telah Menonton Meksiko Sejak 1986

Mengenal Hector Chavez alias Caramelo, super fans legendaris Meksiko yang telah mengikuti El Tri sejak Piala Dunia 1986 dan kini viral di Piala Dunia 2026.
Arief HadiArief Hadi - Rabu, 24 Juni 2026
Cerita Piala Dunia 2026: Mengenal Caramelo, Fans Super yang Telah Menonton Meksiko Sejak 1986
Caramelo, fans super Meksiko (Foto: Boston Herald)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Gelaran Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para pesepak bola top, tetapi juga bagi para suporter ikonik.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Hector Chavez, super fans timnas Meksiko yang sangat terkenal dengan sombrero hitam besarnya.

Pria berusia 64 tahun yang akrab disapa "Caramelo" ini bisa dibilang sama populernya dengan para penggawa El Tri.

Piala Dunia kali ini menjadi edisi ke-11 baginya, di mana ia mencatatkan laga ke-543 dalam mengawal timnas Meksiko sejak pertama kali mendampingi mereka di Piala Dunia 1986.

Baca Juga:

Prediksi dan Statistik Afsel vs Korsel: Saling Sikut demi Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026

Hasil Piala Dunia 2026: Kolombia Lolos ke Babak 32 Besar, Kroasia Jaga Peluang

Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Peluang Menghadapi Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Laga antara Meksiko kontra Uni Soviet pada 19 Februari 1986 adalah laga pertama timnas Meksiko yang disaksikannya.

Kali ini, Caramelo didampingi oleh putranya yang berusia 21 tahun, Hector Chavez Jr. atau "Caramelo Jr".

Meksiko memiliki salah satu basis penggemar terbaik di dunia, salah satu yang paling sering bepergian ke pertandingan, dan salah satu yang paling penuh warna di dunia, dengan tradisi, identitas, dan kebanggaan,

ujar Chavez senior kepada The Associated Press.

"Saya sangat beruntung berada di sini, dengan putra saya di sisi saya di Piala Dunia kelimanya, untuk terus mendukung tim nasional dengan semua yang kami miliki."

Sorotan Tiket Mahal dan Hilangnya Fans Militan

Meski berstatus sebagai tuan rumah bersama, Caramelo mengaku harus berjuang ekstra keras untuk bisa menyaksikan pertandingan secara langsung kali ini.

Melambungnya harga tiket menjadi tembok besar yang menghalangi banyak suporter setia untuk datang ke stadion.

Caramelo (Foto: AP)

"Ini telah menjadi Piala Dunia termahal dalam sejarah, beberapa teman saya yang biasanya menemani saya tidak bisa datang," ungkap Chavez mengeluhkan kondisi finansial turnamen kali ini.

Faktor ekonomi tersebut membuat atmosfer tribun terasa berbeda dari edisi-edisi sebelumnya.

"Saya harus membongkar celengan, dan kami di sini dengan dukungan keluarga kami, karena tanpa dukungan ini hal itu tidak akan mungkin terjadi."

"Sebenarnya kami telah bekerja keras untuk berada di sini, tetapi akhirnya kami berhasil dan kami akan terus mengikuti tim nasional sampai akhir," lanjutnya.

Chavez juga mengkhawatirkan tingginya harga tiket ini akan mengikis kehadiran para suporter garis keras yang biasanya menghidupkan suasana pertandingan selama 90 menit penuh.

"Saya merindukan para penggemar berat yang mengikuti tim mereka, yang bernyanyi dan bersorak selama 90 menit penuh. Apakah Anda menyadari bahwa mereka bahkan tidak bisa membuat ombak penonton (Mexican wave) berjalan lagi?" sesalnya pasca laga kontra Korea Selatan pada 18 Juni lalu.

Dan mengapa demikian? Itu karena kita tidak memiliki para penggemar ini. Dan mengapa kita tidak memiliki para penggemar ini? Itu karena mereka tidak mampu membeli tiket yang mahal ini.

Popularitas yang Menuai Kritik Kontroversial

Suporter Meksiko (Foto: Reuter)

Di balik ketenaran dan banyaknya fans yang mengantre untuk berfoto bersamanya, posisi Caramelo nyatanya tidak luput dari pro dan kontra di kalangan publik Meksiko sendiri.

Sebagian kritikus menilai aksinya di stadion terlalu berlebihan dan beberapa fans merasa terganggu dengan aksinya melemparkan topi ke lapangan, termasuk saat laga Kolombia vs Uzbekistan di Mexico City.

Menanggapi berbagai tudingan miring tersebut, sang anak, Hector Chavez Jr., memilih untuk tetap berkepala dingin dan enggan ambil pusing.

"Ya, mereka mengatakan bahwa jika mereka mengkritik Anda, itu karena Anda melakukan sesuatu yang baik. Kami mencoba untuk tidak terlalu memperhatikannya."

"Kami lebih memilih untuk memegang teguh dukungan besar yang telah ditunjukkan para penggemar kepada kami secara langsung," pungkas Caramelo Jr. menutup pembicaraan.

Meksiko Timnas Meksiko Piala Dunia 2026

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Dunia
Argentina Tidak Akan Memaksa Lionel Messi Bermain di Copa America 2028
AFA menegaskan Lionel Messi bebas menentukan masa depannya bersama Argentina, termasuk keputusan tampil atau tidak di Copa America 2028.
Arief Hadi - Minggu, 09 Agustus 2026
Argentina Tidak Akan Memaksa Lionel Messi Bermain di Copa America 2028
Internasional
Sukses di Piala Dunia 2026, Kanada Investasikan Rp12 Triliun untuk Olahraga
Kanada mengalokasikan investasi terbesar sepanjang sejarah senilai Rp12 triliun untuk olahraga usai Piala Dunia 2026. Dana difokuskan pada pembangunan fasilitas dan pembinaan atlet muda.
Rizqi Ariandi - Kamis, 06 Agustus 2026
Sukses di Piala Dunia 2026, Kanada Investasikan Rp12 Triliun untuk Olahraga
Piala Dunia
Eks Wakil Presiden Angkat Bicara, Sebut FIFA dan Gianni Infantino Melakukan Pemerasan
Eks Wakil Presiden FIFA Pangeran Ali menuding Gianni Infantino melakukan pemerasan terkait hadiah uang Yordania dan dukungan politik.
Arief Hadi - Rabu, 05 Agustus 2026
Eks Wakil Presiden Angkat Bicara, Sebut FIFA dan Gianni Infantino Melakukan Pemerasan
Inggris
Jeremy Doku Ungkap Derita di Piala Dunia 2026, Sempat Batuk Berdarah hingga Sulit Bernapas
Pemain sayap timnas Belgia Jeremy Doku akhirnya mengungkap perjuangan berat yang dialaminya sepanjang Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 04 Agustus 2026
Jeremy Doku Ungkap Derita di Piala Dunia 2026, Sempat Batuk Berdarah hingga Sulit Bernapas
Ragam
5 Hal Menarik Mengenai Valentin Barco, Rekrutan Baru Chelsea yang Pernah Dikeplak Jude Bellingham
Chelsea resmi merekrut Valentin Barco. Simak lima fakta menarik bek Argentina yang pernah dikeplak Jude Bellingham di Piala Dunia 2026.
Arief Hadi - Senin, 03 Agustus 2026
5 Hal Menarik Mengenai Valentin Barco, Rekrutan Baru Chelsea yang Pernah Dikeplak Jude Bellingham
Piala Dunia
Ramai Isu Penjualan Saham Piala Dunia, Mantan Presiden FIFA Kecam Gianni Infantino
Sepp Blatter mengecam rencana Gianni Infantino menjual sebagian saham Piala Dunia. Menurutnya, sepak bola adalah milik rakyat, bukan investor.
Arief Hadi - Kamis, 30 Juli 2026
Ramai Isu Penjualan Saham Piala Dunia, Mantan Presiden FIFA Kecam Gianni Infantino
Piala Dunia
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Pemain hingga Federasi Argentina Terancam Sanksi Berat
FIFA membuka penyelidikan terhadap Argentina setelah Piala Dunia 2026. Insiden keributan final kontra Spanyol, pesan politik, hingga dugaan pelanggaran disiplin membuat Albiceleste terancam sanksi berat.
Johan Kristiandi - Kamis, 30 Juli 2026
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Pemain hingga Federasi Argentina Terancam Sanksi Berat
Piala Dunia
FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Gianni Infantino Dikritik PM Inggris dan FA
Gianni Infantino dikritik FA Inggris dan PM Andy Burnham setelah FIFA berencana menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada investor.
Arief Hadi - Rabu, 29 Juli 2026
FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Gianni Infantino Dikritik PM Inggris dan FA
Liga Lain
Pindah ke Klub Baru, Vozinha Harus Ganti Nama
Vozinha harus mengganti nama di jersey setelah bergabung dengan Colo-Colo. Aturan Liga Cile melarang penggunaan nama panggilan dan memaksa kiper Cape Verde itu memakai nama asli.
Johan Kristiandi - Rabu, 29 Juli 2026
Pindah ke Klub Baru, Vozinha Harus Ganti Nama
Piala Dunia
Perseteruan FIFA vs UEFA Berlanjut ke Jilid 2
Perseteruan FIFA dan UEFA kembali memanas setelah muncul rencana penjualan saham Piala Dunia senilai US$20 miliar. UEFA menilai langkah tersebut berpotensi mengancam tata kelola sepak bola dunia.
Johan Kristiandi - Rabu, 29 Juli 2026
Perseteruan FIFA vs UEFA Berlanjut ke Jilid 2
Bagikan