BolaSkor.com – Mantan Wakil Presiden FIFA sekaligus Presiden Federasi Sepak Bola Yordania (JFA), Pangeran Ali bin Al Hussein, melontarkan kritik pedas terhadap kepemimpinan FIFA di bawah Gianni Infantino.
Pangeran Ali menyebut penahanan hadiah uang untuk timnas Yordania sebagai bentuk pemerasan.
Pangeran Ali mengungkapkan bahwa federasinya belum menerima hak uang hadiah dari FIFA setelah Yordania berhasil menembus partai final FIFA Arab Cup di Qatar. Padahal, dana tersebut sangat dibutuhkan oleh para pemain dan staf timnas.
Melalui unggahan di media sosial, Pangeran Ali membeberkan adanya tekanan politik dari pihak FIFA selama gelaran Piala Dunia 2026, saat Yordania melakoni debut bersejarah mereka di panggung internasional.
Baca Juga:
Sikap PSSI dan Erick Thohir: Dukung Gianni Infantino Terus Jadi Presiden FIFA
Ia mengaku didatangi, serta diberi tahu secara lisan, bahwa penahanan dana hadiah tersebut dapat diselesaikan apabila dirinya bersedia memberikan dukungan politik kepada Infantino yang sedang berusaha mempertahankan kursinya.
Jelas bahwa masalah sebenarnya ada pada kepemimpinan,
kata Pangeran Ali.
target=
Selama berbulan-bulan, https://bolaskor.merahputih.com/post/tag/fifa_blank">FIFA menolak membantu kami dalam hal ini atau masalah lainnya - sampai dikomunikasikan secara lisan kepada saya selama Piala Dunia bahwa jika saya mendukung Infantino, itu akan sangat membantu federasi kami," ungkap Pangeran Ali.
Tuduhan Pemerasan dan Kendala Finansial Timnas Yordania
Pangeran Ali menegaskan bahwa Yordania tidak akan pernah tunduk pada tekanan politis demi mendapatkan hak keuangan yang secara sah merupakan milik para pemain dan tim pelatih.
"Kami bangga di Yordania dalam menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Kami tidak mendukungnya sebelumnya dan tentu saja tidak akan mendukungnya sekarang. Namun seluruh situasi ini mengarah pada pemerasan dan kami menolak untuk menyerah pada hal itu," tegasnya.
Baca Juga:
Donald Trump Siap Pasang Badan untuk Gianni Infantino di Tengah Desakan Mundur dari FIFA
Selain masalah hadiah uang FIFA Arab Cup senilai 4,2 juta dolar AS yang belum dicairkan, Pangeran Ali juga mengeluhkan beban pajak dari pemerintah AS serta sulitnya akses visa bagi para suporter Yordania.
Uang yang seharusnya diterima tim kami karena berhasil mencapai final belum juga dikirimkan, sementara pada saat yang sama FIFA menyombongkan berapa miliaran dana cadangan yang mereka miliki,
tambah Pangeran Ali.
Badai Isu Kepemimpinan Infantino
Presiden FIFA, Gianni Infantino (Foto: BBC Sport)
Tuduhan pemerasan dari Pangeran Ali ini makin memperpanjang daftar tekanan terhadap Infantino, yang tengah menghadapi gelombang penolakan dari berbagai federasi sepak bola dunia terkait rencana privatisasi sebagian keuntungan Piala Dunia.
Kritik tajam dari petinggi sepak bola Yordania ini berpotensi menggoyahkan posisi Infantino menjelang batas waktu pencalonan presiden FIFA, yang diagendakan terjadi pada 18 November mendatang untuk pemilihan resmi pada Maret 2027 di Maroko.