Suarez mendapatkan hukuman larangan bertanding sembilan laga dan empat bulan berkecimpung di dunia sepak bola oleh KOmisi Disiplin (Komdis) FIFA akibat tindakan tak terpujinya menggigit bahu bek Italia, Giorgio Chiellini, di laga terakhir Grup D, Selasa (24/6) malam WIB. Menanggapi hukuman itu, sang korban gigitan Suarez, Giorgio Chiellini, menilai hukuman yang diberikan FIFA terlampau berat. Senada dengan Chiellini, Tabarez menilai bahwa FIFA seharusnya bisa menyelesaikan permasalahan ini secara lebih adil dan tidak terpengaruh dengan komentar Chiellini di media. Sebagai bentuk protesnya kepada FIFA mengenai hukuman ini, Tabarez siap melepaskan jabatannya sebagai salah satu anggota Grup Studi Teknis FIFA, panel ahli yang bertugas untuk menganalisis segala pertandingan internasional. "Kita melihat kembali insidennya setelah pertandingan dan melihat bahwa ada kemungkinan yang jelas untuk menghukum mereka yang terlibat di insiden tersebut, baik (Giorgio) Chiellini dan Suarez," kata Tabarez dikutip Sky Sports. "Saya tidak menyangkal bahwa kami menunggu sebuah hukuman, tapi kami tidak pernah membayangkan beratnya hukuman yang dijatuhkan. Sebelum dan setelah episode Suarez-Chiellini, kita telah melihat banyak hal ditinjau dengan ukuran yang benar-benar berbeda," ia menambahkan. Absennya Suarez tentunya berimbas besar terhadap menurunnya kinerja lini serang Uruguay. Tentu kita masih ingat ketika Uruguay, yang kala itu tak diperkuat Suarez, takluk 3-1 melawan Kosta Rika di laga pembuka Grup. Apalagi, Uruguay berusa tim kuat Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia 29 Juni nanti, yang di atas kertas lebih kuat dibandingkan Kosta Rika. "Tidaklah arif atau bijaksana untuk berada dalam sebuah organisasi dengan orang-orang, mereka yang memberikan tekanan untuk mendorong keputusan ini dan mereka yang menjatuhkan hukuman, yang punya prosedur dan nilai-nilai yang sangat berbeda dengan yang saya miliki," sambungnya. "Oleh karena itu, dalam beberapa hari mendatang saya akan mengajukan pengunduran diri dari posisi tersebut secara formal," tandas Tabarez.
Protes Hukuman Suarez, Tabarez Siap Tanggalkan Jabatan FIFA
BolaSkor - Sabtu, 28 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Kamis, 04 Juni 2026
Kabar Piala Dunia 2026: Mendadak Revisi Aturan, FIFA Kini Melarang Penonton Bawa Botol Minum Isi Ulang ke Stadion
Kamis, 04 Juni 2026
8 Peraturan Baru di Piala Dunia 2026, dari Water Break Sampai Pemain Dikartu Merah jika Berbisik Tutup Mulut
Kamis, 04 Juni 2026
FIFA Rilis Album Resmi Piala Dunia 2026, Berisikan 18 Lagu dari Berbagai Musisi Ternama
Rabu, 03 Juni 2026
Persib Bandung Dapat Surat dari FIFA
Selasa, 02 Juni 2026
Aturan Baru FIFA, 'Haramball' Terancam di Piala Dunia 2026
Senin, 01 Juni 2026
Duel Aurelien Tchouameni vs Fede Valverde Berlanjut di Piala Dunia 2026
Minggu, 31 Mei 2026
Skuad Resmi Timnas Uruguay untuk Piala Dunia 2026: Tidak Ada Luis Suarez dan Nahitan Nandez
PILIHAN EDITOR
Kamis, 04 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1994: Penalti Roberto Baggio dan Suka Cita Brasil di Amerika Serikat
Kamis, 04 Juni 2026
5 Pemain Termuda di Piala Dunia 2026, Salah Satunya Titisan Mesut Ozil
Rabu, 03 Juni 2026
Profil 11 Stadion Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
Rabu, 03 Juni 2026
Sejumlah Rekor yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Rabu, 03 Juni 2026
5 Klub yang Paling Banyak Sumbang Pemain ke Piala Dunia 2026: Manchester City Nomor Satu
Selasa, 02 Juni 2026
Tua-tua Keladi, 6 Pemain di Atas 40 Tahun yang Mentas pada Piala Dunia 2026
Senin, 01 Juni 2026
Profil Grup L Piala Dunia 2026: Inggris dan Kroasia Saling Sikut, Ghana Kuda Hitam
Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Perlu Berevolusi setelah Kalah dari PSG di Final Liga Champions
Minggu, 31 Mei 2026