BolaSkor.com - Presiden FIFA Gianni Infantino resmi membatalkan proposal kontroversial terkait rencana penjualan saham sejumlah kompetisi di bawah naungan FIFA, termasuk Piala Dunia.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Infantino menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah FIFA mendengarkan berbagai masukan dari asosiasi anggota, Dewan FIFA, serta para pemangku kepentingan sepak bola dunia.
Baca Juga:
Erick Thohir Tegaskan Dukungan Terhadap Program FIFA Forward Enterprise
Ramai Isu Penjualan Saham Piala Dunia, Mantan Presiden FIFA Kecam Gianni Infantino
FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Gianni Infantino Dikritik PM Inggris dan FA
"Proyek FIFA Forward Enterprise bertujuan memperkuat anggota FIFA dan mendorong perkembangan sepak bola di seluruh dunia, terutama bagi negara-negara yang masih membutuhkan dukungan," tulis Infantino.
Ia menegaskan sejak awal proyek tersebut hanya akan berjalan apabila memperoleh dukungan mayoritas asosiasi anggota melalui proses konsultasi yang terbuka.
Namun, setelah melalui berbagai pembahasan, FIFA menilai proposal tersebut justru memicu perbedaan pandangan di antara para anggotanya.
"Setelah mendengarkan seluruh pandangan yang ada, menjadi jelas bahwa proyek ini menimbulkan perpecahan pendapat. Terlepas dari dukungan yang ada, proposal ini tidak lagi sejalan dengan tujuan awal kami."
Tujuan kami selalu, dan akan selalu, untuk bersatu dan berkembang bersama. Karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan,
lanjut Infantino.
Proposal Sempat Tuai Kontroversi
Presiden FIFA, Gianni Infantino (Foto: BBC Sport)
Sebelumnya, FIFA sempat menuai sorotan setelah mengusulkan penjualan sebagian saham kompetisi-kompetisi yang berada di bawah naungannya, termasuk Piala Dunia, kepada pihak swasta.
Infantino bahkan menargetkan persetujuan dari negara-negara anggota FIFA pada September mendatang. Sebagai bagian dari proposal tersebut, FIFA menawarkan tambahan dana pengembangan sepak bola sebesar 40 juta dollar AS kepada asosiasi anggota yang mendukung rencana tersebut.
Namun, derasnya kritik dan perbedaan sikap dari berbagai federasi akhirnya membuat FIFA memutuskan menghentikan pembahasan proposal tersebut.