BolaSkor.com - Presiden LaLiga, Javier Tebas, kembali melontarkan kritik keras kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Menurutnya, keputusan FIFA membatalkan rencana penjualan saham kompetisi, termasuk Piala Dunia, belum cukup untuk menyelesaikan persoalan tata kelola yang selama ini menjadi sorotan.
Baca Juga:
Presiden FIFA Gianni Infantino Batalkan Rencana Kontroversial Penjualan Saham Piala Dunia
Ramai Isu Penjualan Saham Piala Dunia, Mantan Presiden FIFA Kecam Gianni Infantino
FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Gianni Infantino Dikritik PM Inggris dan FA
Melalui akun resminya di platform X, Tebas menilai pembatalan proposal tersebut memang merupakan langkah positif. Namun, ia mengingatkan bahwa akar permasalahan di tubuh FIFA jauh lebih besar daripada sekadar satu kebijakan.
"Infantino seharusnya tidak melanjutkan. Penarikan proposal privatisasi kompetisi FIFA adalah kabar baik, tetapi akan menjadi kesalahan besar jika menganggap krisis tata kelola FIFA telah selesai," tulis Tebas.
Menurutnya, federasi nasional, konfederasi, liga, hingga para pemain tidak boleh cepat puas hanya karena proposal tersebut dibatalkan.
Soroti Sejumlah Kontroversi FIFA

Donald Trump dan Gianni Infantino (bbc)
Tebas kemudian membeberkan sederet isu yang dinilainya mencerminkan buruknya tata kelola FIFA di bawah kepemimpinan Infantino.
Ia menyinggung keputusan FIFA yang mencabut sanksi kartu merah setelah adanya intervensi politik, penyelidikan yang masih berlangsung di Kongres Amerika Serikat terhadap Infantino, hingga kontroversi terkait kasus korupsi FIFA.
Selain itu, Tebas juga mengkritik tingginya harga tiket Piala Dunia serta berbagai keputusan FIFA terkait kalender internasional, format kompetisi baru, dan sistem turnamen yang dinilai diambil secara sepihak tanpa melibatkan para pemangku kepentingan.
"Masalahnya bukan hanya satu proposal. Persoalannya adalah model tata kelola yang memusatkan kekuasaan, mengurangi mekanisme pengawasan, dan mengabaikan pihak-pihak yang terdampak langsung oleh setiap keputusan," tegasnya.
Minta Kepemimpinan Baru di FIFA
Atas berbagai alasan tersebut, Tebas menilai sudah saatnya FIFA memiliki pemimpin baru yang mampu membawa perubahan.
Ia menegaskan sepak bola dunia membutuhkan kepemimpinan yang lebih transparan, modern, dan mampu membangun kebijakan melalui dialog serta konsensus, bukan keputusan sepihak.
"Karena semua alasan itu, saya percaya Gianni Infantino tidak seharusnya terus memimpin FIFA. Sepak bola dunia membutuhkan kepemimpinan baru yang mampu memulihkan kredibilitas institusi dan membangun keputusan berdasarkan konsensus serta mempertimbangkan dampak olahraga, ekonomi, dan sosialnya," ujar Tebas.