BolaSkor.com - Newcastle United resmi menunjuk Matthias Jaissle sebagai pelatih baru untuk menggantikan Eddie Howe, yang mengakhiri masa jabatannya setelah menangani The Magpies sejak November 2021.
Pelatih asal Jerman berusia 38 tahun itu datang dengan reputasi sebagai salah satu juru taktik muda terbaik di Eropa.
Baca Juga:
Matthias Jaissle Resmi Jadi Pelatih Newcastle United, Sudah Tidak Sabar Jalani Petualangan Baru
Ditolak Newcastle United, Tawaran Perdana Arsenal untuk Bruno Guimaraes
Manfaatkan Kekacauan di Newcastle, Manchester United Intip Peluang Rekrut Lewis Hall
Sebelum berlabuh di St. James' Park, Jaissle sukses menorehkan prestasi bersama Red Bull Salzburg di Austria dan Al-Ahli di Arab Saudi.
Karier Bermain Berakhir Lebih Cepat

Matthias Jaissle (espn)
Matthias Jaissle lahir di Nurtingen, Jerman, pada 5 April 1988. Saat masih aktif bermain, ia berposisi sebagai bek tengah dan sempat menimba ilmu di akademi VfB Stuttgart sebelum bergabung dengan TSG Hoffenheim pada 2007, ketika klub itu ditangani Ralf Rangnick.
Bersama Hoffenheim, Jaissle ikut mengantar klub promosi hingga menembus Bundesliga untuk pertama kalinya dalam sejarah. Ia juga pernah bermain satu tim dengan mantan striker Newcastle United, Demba Ba.
Namun, kariernya sebagai pemain harus berakhir lebih cepat. Cedera serius memaksanya pensiun pada usia 25 tahun, setelah sebelumnya sempat memperkuat tim nasional Jerman U-21.
Menanjak Lewat Jalur Red Bull
Setelah gantung sepatu, Jaissle memulai karier kepelatihan sebagai asisten pelatih Brøndby IF di Denmark pada 2017.
Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan jaringan Red Bull sebagai pelatih tim U-18 Red Bull Salzburg, sebelum dipercaya menangani FC Liefering, klub satelit Salzburg, pada 2021.
Keberhasilannya membawa Liefering finis sebagai runner-up Liga Austria Divisi Dua mengantarkannya naik menjadi pelatih utama Red Bull Salzburg menggantikan Jesse Marsch.
Di musim pertamanya, Jaissle langsung mempersembahkan gelar Bundesliga Austria dan Piala Austria. Ia juga mencetak sejarah dengan membawa Salzburg lolos ke fase gugur Liga Champions untuk pertama kalinya.
Selama dua musim di Salzburg, Jaissle mencatatkan 64 kemenangan dari 93 pertandingan dan mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang selama hampir dua tahun.
Sukses Besar di Al-Ahli

Pada 2023, Jaissle menerima tantangan baru dengan menangani Al-Ahli di Liga Pro Arab Saudi.
Bersama skuad bertabur bintang seperti Riyad Mahrez, Roberto Firmino, dan Allan Saint-Maximin, ia membawa Al-Ahli finis di papan atas liga dan lolos ke Liga Champions Asia.
Puncak kesuksesannya datang ketika mengantarkan Al-Ahli menjuarai AFC Champions League Elite 2024/2025, sekaligus mengakhiri penantian sembilan tahun klub untuk meraih trofi besar.
Musim berikutnya, Jaissle kembali mempersembahkan dua gelar, yakni Piala Super Arab Saudi dan AFC Champions League Elite, menjadikan Al-Ahli sebagai klub pertama yang berhasil mempertahankan gelar tersebut sejak Al-Ittihad pada 2005.
Selama tiga tahun di Arab Saudi, ia mencatatkan 90 kemenangan dalam 123 pertandingan, dengan persentase kemenangan mencapai 65,2 persen.
Gaya Bermain Agresif dan Menyerang
Jaissle dikenal sebagai produk filosofi sepak bola Ralf Rangnick yang mengedepankan pressing tinggi, permainan vertikal, transisi cepat, dan intensitas tinggi.
Tim-tim asuhannya selalu tampil agresif saat kehilangan bola, berusaha merebut penguasaan secepat mungkin, lalu menyerang dengan tempo tinggi.
Karakter permainan tersebut dinilai cocok dengan identitas Newcastle dalam beberapa musim terakhir di bawah Eddie Howe, yang mengandalkan energi, pressing, dan permainan menyerang.
Kini, Jaissle menjadi pelatih asal Jerman pertama dalam sejarah Newcastle United sekaligus manajer asing pertama The Magpies sejak Rafael Benitez.

