BolaSkor.com – Gianni Infantino kembali berada di bawah tekanan. Di tengah kritik yang terus menguat, Presiden FIFA tersebut menggelar rapat eksekutif di Rabat, Maroko, untuk mencari solusi atas kontroversi yang banyak menyerang belakangan ini.
Menariknya, kritik kali ini datang dari sejumlah tokoh penting di lingkungan FIFA sendiri, mulai dari Arsene Wenger, Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom, hingga Presiden Asosiasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali.
Baca Juga:
Eks Wakil Presiden Angkat Bicara, Sebut FIFA dan Gianni Infantino Melakukan Pemerasan
Terlebih, dalam beberapa pekan terakhir juga Infantino disorot karena berniat menjual saham Piala Dunia yang direspons negatif oleh beberapa federasi sepak bola, juga figur, sebelum akhirnya wacana itu ditangguhkan.
Wenger Soroti Transparansi FIFA
Arsene Wenger (BBC Sport)
Wenger menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam penyusunan program tersebut.
Mantan pelatih Arsenal itu baru mengetahui rencana tersebut setelah ramai diberitakan media.
Saya tidak terlibat dalam rencana strategis ini dan pertama kali mengetahui proyek tersebut melalui laporan media,
ujar Wenger dilansir dari BBC Sport.
Wenger juga mendukung keputusan FIFA untuk membatalkan proyek tersebut.
Baca Juga:
Sikap PSSI dan Erick Thohir: Dukung Gianni Infantino Terus Jadi Presiden FIFA
"Keputusan untuk menarik proyek tersebut benar-benar diperlukan dan tidak perlu dipertanyakan lagi, karena saya sangat percaya pada FIFA yang independen, yang melayani permainan dengan komitmen, transparansi, dan integritas," tegasnya.
Pangeran Ali Sebut FIFA Lakukan Pemerasan
Ali bin Ali Hussein dan Gianni Infantino (Foto: The Straits Times)
Kritik lebih keras datang dari Pangeran Ali. Mantan Wakil Presiden FIFA itu menuding FIFA menahan pembayaran hadiah Piala Arab dan mengaitkannya dengan dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino.
Jelas masalahnya benar-benar ada pada kepemimpinan,
tulis Pangeran Ali.
Pangeran Ali bahkan menyebut situasi tersebut sama dengan pemerasan, serta menegaskan Yordania tidak akan memberikan dukungan demi mendapatkan hak yang seharusnya mereka terima.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, juga mengakui polemik tersebut sulit diterima.
Baca Juga:
Donald Trump Siap Pasang Badan untuk Gianni Infantino di Tengah Desakan Mundur dari FIFA
Dalam dokumen internal kepada staf FIFA, ia menyebut pekan lalu sebagai serangkaian peristiwa yang menyedihkan dan tercela.
Grafstrom meminta seluruh pegawai tetap fokus menjalankan tugas dan memastikan administrasi FIFA akan tetap bekerja secara profesional di tengah gejolak yang terjadi.
Segala kritik itu menjadi perhatian Infantino, mengingat pada Maret mendatang (2027) pria asal Swiss itu disinyalir akan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada kongres FIFA.
Penulis: Ariel Zaki Darmawan