BolaSkor.com - FIFA resmi meminta maaf kepada seluruh asosiasi anggotanya setelah menuai kontroversi akibat proposal penjualan saham Piala Dunia melalui proyek FIFA Forward Enterprise (FFE).
Meski mengakui adanya kesalahan, badan sepak bola dunia itu menegaskan Gianni Infantino tetap mendapat dukungan penuh untuk melanjutkan jabatannya sebagai Presiden FIFA.
Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi FIFA pada Kamis (6/8), sehari setelah rapat penting yang digelar di Rabat, Maroko, dan dihadiri jajaran eksekutif senior organisasi.
Baca Juga:
Legenda Portugal Turut Desak Presiden FIFA, Gianni Infantino untuk Mundur
Erick Thohir Belum Pastikan Maju Lagi Jadi Ketum PSSI, Tunggu Restu Pemerintah dan FIFA
Sorotan kepada FIFA Kian Tajam, Gianni Infantino Adakan Pertemuan Eksekutif Dadakan
Dalam pertemuan tersebut, FIFA mengakui bahwa rencana membentuk FIFA Forward Enterprise sebagai wadah investasi swasta untuk kompetisi-kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, merupakan langkah yang keliru.
Organisasi itu menegaskan tidak pernah berniat mengesampingkan peran Dewan FIFA maupun 211 asosiasi anggota dalam proses pengambilan keputusan.
FIFA juga mengakui adanya kekurangan dalam penanganan situasi setelah dokumen proposal tersebut bocor ke media. Melalui surat terpisah, FIFA menyampaikan permintaan maaf sekaligus berkomitmen memperbaiki proses serupa di masa mendatang agar tidak terulang.
Tidak Goyahkan Posisi Infantino

Presiden FIFA Gianni Infantino (mirror)
Meski begitu, FIFA memastikan polemik tersebut tidak menggoyahkan posisi Gianni Infantino.
Dalam pernyataan resminya, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom bersama anggota Dewan Manajemen FIFA kembali menegaskan dukungan penuh kepada Infantino sebagai presiden terpilih.
FIFA optimistis hasil pertemuan di Rabat akan menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola organisasi, memulihkan kepercayaan para anggota, serta mempersiapkan berbagai turnamen besar di masa depan dengan prinsip yang lebih transparan dan kolaboratif.
Pertemuan ini akan memperkuat tata kelola FIFA, membantu memulihkan kepercayaan terhadap organisasi, serta memungkinkan kami menghadapi berbagai tantangan dan kompetisi besar di masa depan secara bersatu dan transparan,
tulis FIFA.
Setelah resmi membatalkan proposal penjualan saham Piala Dunia, FIFA juga menegaskan tidak akan mentoleransi berbagai tuduhan yang dinilai menyerang integritas dan tata kelola organisasi. FIFA menyatakan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga nama baik dan reputasinya.
Komitmen Sempurnakan Mekanisme Keputusan
Selain itu, FIFA mengklaim telah mengambil pelajaran dari polemik tersebut dan berkomitmen terus menyempurnakan mekanisme pengambilan keputusan.
Organisasi itu juga menegaskan seluruh proses yang dilakukan tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku di FIFA.
Sebagai sinyal bahwa situasi internal tetap kondusif, Mattias Grafstrom terlihat mendampingi Gianni Infantino saat menghadiri pertandingan Piala Afrika Wanita 2026 antara Malawi melawan Zambia di Rabat, tak lama setelah rapat berakhir.
Meski demikian, tekanan terhadap Infantino diperkirakan belum mereda. Menurut laporan The Guardian, UEFA dikabarkan tetap tidak mengubah sikapnya dan masih berupaya mencari kandidat yang dapat menantang Infantino pada pemilihan Presiden FIFA berikutnya pada Maret 2027.

