"Saya pun tak mengerti kenapa kami bisa masuk dalam kondisi seperti ini. Kami adalah juara bertahan tahun lalu, namun kami justru kehilangan permainan kami. Masuk dalam kondisi seperti ini memang tidak enak, tapi ini pengalaman terbaik kami. Sepak bola tidak akan terus membuat anda diatas, tapi juga harus siap berada dibawah dan banyaknya kritik", ujar Welbeck. Kebingungan Welbeck memang beralasan, 3 kekalahan beruntun yang dialami anak buah David Moyes merupakan ulangan dari nusim 1973-1974. Di tahun tersebut United juga mengalami 3 kekalahan beruntun sebanyak 3 kali. Di awal musim 1973-1974, United harus meraskan 3 kekalahan berutun atas Leceister City laga kandang tandang dan Ipswich Town. Tiga kekalahan beruntun MU masih di musim yang sama antara lain kontra Coventry City, Liverpoool, dan Shiffield United. Dan kekalahan beruntun terakhir didapat di 3 laga akhir musim 1973-1974. Berturut United harus kalah dari Everton, Manchester City, dan Stoke City. Alhasil di akhir musim tersebut MU terdegradasi ke divisi satu setelah hanya finish di posisi 21. Welbeck juga mengatakan penampilan buruk MU di Inggris berimbas dengan menurunnya suporter yang ikut mendukug di ajang Liga Chammpions. Ia mengatakan jika ada keraguan pada suporter terhadap permainan United musim ini. "Kami cukup berhasil di Liga Chammpions, namun sepertinya para suporter kurang yakin terhadap penampilan kami disini. Biasanya mereka ikut menyemangati jika kami tampil, saat ini saya bisa merasakan agak berkurang. Kami tidak bisa memaksakan para suporter untuk hadir, tapi kami akan segera memperbaiki diri", imbuhnya.
MU Tampil Buruk, Welbeck Galau
BolaSkor - Kamis, 09 Januari 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Senin, 14 September 2026
Konyol, jika Manchester United Pecat Michael Carrick
Senin, 14 September 2026
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Protes Fans Manchester United Warnai Start Terburuk Klub Sejak 1992-1993
Senin, 14 September 2026
Old Trafford Taman Bermain Manchester City, Erling Haaland Raja di Derby Manchester
Senin, 14 September 2026
Kartu Merah Phil Foden yang Mengubah Segalanya di Derby Manchester
Senin, 14 September 2026
Klasemen Premier League Terbaru: Manchester City Tempel Arsenal, Manchester United Mendekat ke Papan Bawah
Senin, 14 September 2026
Skandal, Gol Erling Haaland ke Gawang Manchester United Seharusnya Tidak Sah
Senin, 14 September 2026
Hasil Premier League: Manchester is Blue, Manchester United Tumbang Lawan 10 Pemain di Old Trafford
Minggu, 13 September 2026
Resmi, Susunan Pemain Duo Manchester di Derby Manchester
Minggu, 13 September 2026
Link Live Streaming Derby Manchester, Live Sebentar Lagi
Minggu, 13 September 2026
Momen-momen Tak Terlupakan dalam Sejarah Derby Manchester
PILIHAN EDITOR
Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Senin, 07 September 2026
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Kamis, 03 September 2026
Analisis Taktik Xabi Alonso di Chelsea: Penguasaan Bola Rendah, Transisi Bermain Jadi Kunci
Selasa, 01 September 2026
Berakhir Pahit di Piala Dunia 2026, Warisan Lionel Messi Bertahan Selamanya dengan Timnas Argentina
Rabu, 26 Agustus 2026
Cerita Perjalanan Carlos Baleba: Darah Sepak Bola dari Keluarga, Bakti kepada Ibu
Rabu, 26 Agustus 2026
Siapa Igor Thiago? Menyempil di Antara Pemain Arsenal dan Duo Manchester dalam PFA Team of the Year
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026
Prediksi Premier League 2026/2027: Arsenal Juara Lagi, Manchester United Bisa Bikin Kejutan
Kamis, 20 Agustus 2026
Prediksi Serie A 2026-2027: Inter Milan Favorit, Tim Lain Masih Berbenah
Rabu, 19 Agustus 2026