BolaSkor.com - Suasana ruang ganti timnas Prancis tengah diselimuti kegembiraan usai memastikan diri lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2026.
Prancis akan menghadapi Maroko di perempat final yang akan dimainkan di Boston Stadium, Jumat (10/07) pukul 03.00 dini hari WIB.
Di tengah euforia tersebut, sebuah detail menarik perhatian fans mengenai julukan baru sang kapten, Kylian Mbappe.
Saat para pemain Les Bleus sedang bersenda gurau dan mengambil foto tim setelah kemenangan atas Swedia, Ousmane Dembele kedapatan memanggil Mbappe dengan sebutan "Mobut".
Baca Juga:
Ketika Prancis Meladeni Permainan Kotor Paraguay
Rating Pemain Paraguay vs Prancis: Kylian Mbappe Masih Kinclong
Julukan unik nan menggelitik ini pun langsung memicu rasa penasaran publik mengenai arti di baliknya.
Usut punya usut, panggilan tersebut merupakan pelesetan jenaka yang merujuk pada sosok Mobutu Sese Seko.
Mobutu dikenal dalam sejarah dunia sebagai mantan diktator yang pernah memimpin Republik Demokratik Kongo selama lebih dari tiga dekade.
Asal-usul Meme Diktator Sepak Bola
Julukan "Mobutu" ini lahir bukan tanpa alasan, melainkan berakar dari sebuah meme daring yang tengah berkembang pesat di media sosial.
Dalam candaan tersebut, penyerang anyar Real Madrid itu kerap dicap sebagai "diktator" tersembunyi yang mengendalikan jagat sepak bola.
Meme tersebut bahkan menarasikan bahwa Mbappe memiliki kuasa begitu besar hingga membuat para wasit tunduk mematuhi segala instruksinya.
Di sisi lain, para pengkritik menganggap candaan ini sebagai cerminan bahwa sang pemain memang memiliki pengaruh yang terlalu besar di level klub maupun timnas.
Meski gambar-gambar Mbappe bergaya diktator banyak bertebaran di media sosial sepanjang turnamen, internal tim Prancis menolak narasi negatif itu.
Di atas lapangan, ketajaman Mbappe justru tak terbendung dengan mengemas tujuh gol dalam lima laga untuk memimpin Prancis ke delapan besar.
Pembelaan Tegas Didier Deschamps

Selebrasi Kylian Mbappe usai membobol gawang Irak yang membuat namanya sejajar dengan Miroslav Klose. (FIFA)
Didier Deschamps, selaku pelatih Prancis, langsung pasang badan untuk membela kapten andalannya tersebut dari serangan kritik netizen.
Usai kemenangan 1-0 atas Paraguay di babak 16 besar, Deschamps menegaskan bahwa watak asli Mbappe sangat bertolak belakang dengan rumor yang beredar.
Kalian membuat Kylian Mbappe tampak seperti seorang diktator, kenyataannya justru sebaliknya,
ujar Deschamps dikutip dari Bein Sports.
Deschamps menambahkan bahwa kedewasaan sang pemain telah menjadikannya sosok pemimpin yang sangat dihormati oleh seluruh rekan setimnya.
"Citra publiknya sama sekali tidak mencerminkan kenyataan. Kylian selalu dewasa dan seluruh tim mengikutinya," tambah sang juru taktik.
"Saya sangat senang memiliki Kylian sebagai kapten. Kapan pun dia berbicara di dalam dan di luar lapangan, dia mewakili seluruh kelompok," pungkas Deschamps.