BolaSkor.com - Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap FIFA menyusul keputusan kontroversial yang menangguhkan hukuman larangan bermain penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan intervensi dengan meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau ulang sanksi yang dijatuhkan kepada Balogun.
Baca Juga:
FIFA Investigasi Insiden Final Piala Dunia 2026, Roberto Ayala Minta Maaf kepada Dani Olmo
Juru bicara NFF mengatakan mereka akan meminta FIFA mengakui bahwa pembatalan hukuman tersebut merupakan sebuah kesalahan.
Federasi Sepak Bola Norwegia akan meminta Infantino dan FIFA mengakui bahwa membatalkan keputusan itu adalah sebuah kesalahan,
kata juru bicara Presiden NFF, Lise Klaveness kepada Reuters.
Balogun sebelumnya dijatuhi larangan bermain satu pertandingan setelah menerima kartu merah saat Amerika Serikat menang 2-0 atas Bosnia pada babak 32 besar. Hukuman itu membuatnya harus absen pada laga 16 besar melawan Belgia.
Namun, setelah adanya komunikasi antara Trump dan Infantino, Komite Disiplin FIFA memutuskan menangguhkan sanksi tersebut selama satu tahun.
Keputusan itu memicu kritik dari berbagai pihak meski pada akhirnya Amerika Serikat tetap tersingkir setelah kalah dari Belgia.
NFF Pertimbangkan Adukan ke Komite Etik FIFA

Donald Trump dan Gianni Infantino (bbc)
NFF mengungkapkan bahwa mereka akan membahas kemungkinan mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Etik FIFA.
Menurut federasi, keputusan tersebut akan diambil dalam rapat dewan pada 6 Agustus mendatang.
Baca Juga:
Presiden LaLiga Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA: Kebijakannya Merusak Sepak Bola
"Dewan kami akan memutuskan apakah kedua kasus akan digabung atau diproses secara terpisah," ujar juru bicara NFF.
Sebelumnya, NFF telah mendukung pengaduan yang diajukan organisasi hak asasi manusia FairSquare terkait pemberian Hadiah Perdamaian kepada Donald Trump. Menurut mereka, langkah tersebut berpotensi melanggar prinsip netralitas politik yang diatur FIFA.
Infantino Kembali Jadi Sorotan
Hingga kini, FIFA belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang diajukan Reuters.
Hubungan dekat Gianni Infantino dengan Donald Trump juga kembali menjadi perhatian selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Baca Juga:
Sejumlah pihak menilai Presiden FIFA seharusnya lebih fokus mengurus sepak bola dan menghindari keterlibatan dalam isu politik.
Presiden LaLiga, Javier Tebas, menjadi salah satu tokoh yang paling vokal mengkritik keputusan tersebut.
"Penangguhan larangan bermain terhadap pemain Amerika itu adalah masalah yang sangat serius," kata Tebas.

