BolaSkor.com – Era baru timnas Prancis resmi dimulai setelah Zinedine Zidane ditunjuk sebagai pelatih anyar Les Bleus. Legenda sepak bola dunia tersebut datang menggantikan Didier Deschamps yang telah memimpin tim selama 14 tahun.
Kepastian ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Philippe Diallo, pada Selasa (28/07) malam WIB.
Zidane diikat dengan kontrak berdurasi empat tahun yang akan berlaku hingga gelaran Piala Dunia 2030 mendatang.
Penunjukan Zidane memicu beragam tanggapan, salah satunya dari mantan pelatih Prancis periode 2004-2010, Raymond Domenech.
Baca Juga:
Resmi, Zinedine Zidane Tangani Timnas Prancis hingga Piala Dunia 2030
Jurgen Klopp Pede Jerman Bisa Kalahkan Spanyol, Argentina, dan Prancis
Ia menilai Zizou mewarisi skuad dengan ekspektasi tinggi serta didukung oleh generasi pemain berbakat yang luar biasa.
"Didier Deschamps bertugas selama 14 tahun, dan sekarang dewan federasi telah menunjuk orang lain. Saya tidak punya pendapat tentang itu," kata Domenech dikutip dari Goal.
"Ada ekspektasi tinggi untuk timnas Prancis karena generasi luar biasa yang mampu mencapai puncak."
Domenech menambahkan bahwa pengalaman serta reputasi besar yang dimiliki Zidane akan sangat membantu sang pelatih anyar.
Inti dari melatih timnas adalah mengeluarkan yang terbaik dari kelompok secara cepat, dan Zidane memiliki latar belakang ini, pengalaman ini, dan reputasi ini yang memungkinkannya menyampaikan pesannya,
tuturnya.
Puncak Karier Kepelatihan
Zinedine Zidane resmi tangani timnas Prancis (Foto: FFF)
Selain itu, Domenech juga menyoroti perbedaan antara melatih klub dan timnas.
Menurut Domenech, ia secara khusus mencermati karakter Zidane yang cenderung tertutup saat harus berhadapan dengan awak media.
"Saya tidak tahu bagaimana dia akan menghadapi media, citranya yang tertutup, dan hubungannya dengan para pemain."
Jika dia meraih hasil positif, gaya komunikasinya akan mengikuti. Pesan internal adalah yang terpenting. Jika hasil tidak diraih, pertanyaan akan bermunculan,
tutur Domenech.
Meskipun terdapat tantangan terkait komunikasi, Domenech tidak memungkiri bahwa melatih timnas Prancis merupakan jabatan paling bergengsi dalam karier seorang juru taktik, melebihi melatih klub raksasa mana pun.
"Ini adalah pekerjaan yang diimpikan semua orang, dan puncak dari karier pelatih mana pun. Sulit untuk melampaui posisi pelatih Prancis, bahkan jika Anda memimpin klub besar. Ini adalah tujuan akhir dan posisi terbaik," pungkasnya.

