BolaSkor.com - "Sepak Bola yang Menang," ujar legenda Timnas Jerman Toni Kroos.
Ungkapan Toni Kroos ini viral menanggapi keberhasilan Timnas Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026.
Timnas Spanyol berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 1-0, pada laga final di Stadion New Jerseyatau Metlife Stadium, New York, Amerika Serikat, Senin (20/7) dini hari WIB kemarin. Gol kemenangan La Furia Roja dilesakkan oleh Ferran Torres pada menit ke-106.
Semua mengamini atau setuju dengan pernyataan Toni Kroos. Kita bisa melihat sepak bola seseungguhnya, kerja sama tim. Argentina tidak berkutik.
Baca Juga:
Tiga Pemain dari Skuad Spanyol yang Dapat Berganti Klub di Bursa Transfer Musim Panas 2026
Dominasi Spanyol

Timnas Spanyol juara Piala Dunia 2026. (FIFA)
Sejak menit awal, Spanyol sudah bermain dengan penguasaan bola yang tinggi. Bahkan, Argentina yang di Piala Dunia 2026 ini menjadi tim paling produktif dengan 18 gol, harus berdiri di setengah lapangan.
Nyaris dalam statistik, Argentina hanya melesakkan 3 tembakan, dan 0 mengarah ke gawang. Kalah dalam penguasaan bola dengan 68 persen berbanding 32 persen.
Total, 803 operan dengan 90 persen akurasi, dirancang Sepanyol. 20 tendangan, dengan 11 on target.
Spanyol benar-benar membuktikan bahwa sepak bola dilakukan 11 pemain, bukan perorangan. Bahkan, 12 pemain di bench bisa menggantikan peran di starting eleven.
Lionel Messi hanya jadi patung, tidak bisa berbuat banyak. Pemain Argentina lainnya juga tak menemukan solusi. Hanya Emilliano Martinez yang jatuh bangun. Mungkin jika bukan Emi, Argentina sudah kebobolan lebih dari 2 gol.
Luis de La Fuente tahu betul menghentikan Messi. Ia pernah bertemu Messi ketika Sevilla U-19 menghadapi Barcelona U-19.
"Waktu itu saya pernah mengganti pemain (kena kartu kuning) yang saya tugaskan menjaga Messi pada menit ke-75. Alhasil, dia mampu mencetak 4 gol dalam waktu 15 menit," kata De La Fuente, dikutip dari Marca.
Maka dari itu, Rodri, Fabian Ruiz, Marc Cucurella, dan Aymeric Laporte benar-benar menutup pergerakan Messi dari lini tengah.
Luis de La Fuente Sang Profesor

Luis de la Fuente (fifa)
Dalam menyerang, semua pemain Timnas Spanyol bisa mencetak gol, tidak ada dominasi hanya satu nama. Buktinya, pencetak gol Spanyol merata.
Mikel Oryazabal (5 gol), Mikel Merino (2 gol), Pedro Porro (2 gol), Alex Baena (1 gol), Fabian Ruiz (1 gol), dan Lamine Yamal (1 gol).
Spanyol membuat identitas permainan mereka yang dikenal dengan Tiki-Taka, berevolusi. Aktornya tentu adalah sang pelatih Luis de La fuente.
Spanyol bermain taktis 1-2 operan dengan tempo lebih cepat dari era Spanyol 2008-2012. Garis highpressing yang tinggi dan menggunakan false nine, tak ada striker murni sebagai juru gedor.
"Luis adalah seorang ahli dalam mengelola tim: ia memahami cara berpikir pemain, ia tahu bagaimana cara membimbing mereka, dan ia memiliki insting mengenai siapa yang harus tampil sebagai starter di setiap pertandingan," kata Santi Denia, pelatih Timnas Spanyol U-23 yang merebut medali emas Olimpiade Paris 2024, dikutip dari FIFA.
"Ia menambahkan sentuhan khasnya sendiri pada model yang sudah mapan, dengan memperhitungkan profil para pemain. Hal tersebut telah membuahkan hasil bagi asosiasi dalam beberapa tahun terakhir dan membantu kami memenangi berbagai gelar. Kami memercayai model tersebut, dan Luis memercayainya lebih dari siapa pun," tambanya.
Tepat dengan Prediksi BolaSkor.com saat Piala Dunia 2026 Dimulai
Baca di sini:
Kolom Piala Dunia 2026: Spanyol dan Kedigdayaan di Amerika
BolaSkor.com melalui penulisnya, Tengku Sufiyanto sudah memprediksi Spanyol menjadi juara saat Piala Dunia 2026 dimulai. Tepat dengan kejadian, Luis de La Fuente bakal menjadi pembeda, pelatih jenius dalam segi taktik.
Tak ada yang bisa menebak siapa yang mencetak gol. Lalu, Spanyol bermain secara tim mengandalkan penguasaan bola, evolusi dari Tiki-Taka era 2008-2012.
"Sepak Bola Telah Menang"

