BolaSkor.com - Sorotan di Piala Presiden 2026 bukan hanya tertuju pada aksi para pemain di lapangan. Turnamen pramusim bergengsi ini kembali menegaskan identitasnya sebagai kompetisi yang mengedepankan keterbukaan, terutama dalam urusan pengelolaan anggaran.
Seluruh proses keuangan dibuka secara transparan dan diaudit oleh auditor independen bertaraf internasional, sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa transparansi menjadi prinsip utama dalam penyelenggaraan turnamen. Bahkan, seluruh laporan keuangan Piala Presiden 2026 diperiksa oleh PricewaterhouseCoopers (PwC), auditor independen yang memiliki reputasi global.
Tak hanya itu, Ara-sapaan akrabnya juga memastikan bahwa penyelenggaraan turnamen tidak menggunakan dana negara. Seluruh kebutuhan operasional berasal dari dukungan sponsor yang terus bertambah.
Baca Juga:
Piala Presiden 2026: Persebaya vs Persija, Kyohei Yoshino dan Kwon Chang-hoon Bakal Dicadangkan STY
Piala Presiden dari 2015 sampai 2026 tidak menggunakan uang negara,
tegas Ara saat diwawancarai awak media terutama BolaSkor.com di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7) malam.
“Per hari ini saya laporkan, ada Rp50 miliar yang sudah terkumpul. Sponsornya ada dari Pak Tito (Karnavian, Mendagri) ini, Triputra, ada dari Astra, ada dari Barito Group, ada dari Adaro, ada dari Emtek, dan ada dari Berau. Ini totalnya Rp60 miliar,” tambahnya.
Menurut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia tersebut, angka dukungan sponsor diyakini masih akan meningkat seiring besarnya antusiasme dunia usaha terhadap perkembangan sepak bola nasional.
Namun, bagi Ara, keberhasilan Piala Presiden bukan semata diukur dari besarnya nilai sponsor. Ia menilai kekuatan utama turnamen ini lahir dari kolaborasi seluruh elemen sepak bola Indonesia, mulai dari klub, pemilik, manajemen, pelatih, pemain, hingga suporter yang bersama-sama membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan profesional.
Piala Presiden 2026 Buat Ekonomi UMKM Bergerak dan Bertumbuh

Tenant UMKM di Piala Presiden 2026. (BolaSkor.com/Gazza Roosaryatama)
Tak berhenti di sana, dampak positif Piala Presiden juga dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kawasan Stadion Si Jalak Harupat dipenuhi berbagai stan yang menjadi ruang promosi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Ara mengaku sempat berkeliling bersama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026, Tsamara Amany untuk melihat langsung geliat UMKM di area stadion. Ia mengapresiasi konsep yang memadukan pelaku usaha yang telah berkembang dengan UMKM yang baru merintis.
“Yang sudah namanya sudah bagus, sudah mapan di daerah sekitar Bandung, dan yang dipilih yang akan juga bagus ke depannya. Dan senangnya adalah ramai ya, dan laku. Jadi kita mengenalkan juga UMKM yang baru berkembang supaya ada dampaknya dari Piala Presiden ini," tuturnya.
Stakeholder Bahu-Membahu Sukseskan Piala Presiden 2026
Tak berhenti di sana, Ara juga mengapresiasi kerjasama seluruh pihak yang membuat turnamen berlangsung aman dan nyaman. Mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah hingga masyarakat dinilai berperan besar menjaga atmosfer pertandingan tetap kondusif.
Dengan harga tiket yang hanya Rp50 ribu, Piala Presiden ingin tetap menjadi hiburan yang ramah di kantong tanpa mengurangi kualitas pertandingan.
"Ada hiburan yang berkualitas, tiketnya terjangkau, aman, makanannya juga enak dan bersih," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan apresiasi kepada Maruarar Sirait yang konsisten menjaga keberlangsungan Piala Presiden dari tahun ke tahun.
Menurut Erick, semakin banyak kompetisi berkualitas, semakin besar pula peluang pemain, pelatih, dan klub Indonesia berkembang.
Ia bahkan berharap ke depan akan semakin banyak turnamen yang bisa digelar untuk memperkaya jam terbang sepak bola nasional.
Erick juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh klub peserta, manajemen, pelatih, ofisial, pemain, hingga para sponsor yang terus memberikan kepercayaan terhadap penyelenggaraan Piala Presiden.
“Karena memang kembali semua klub yang diundang ini klub-klub legenda. Ada PSMS, Persija, Persib, Persebaya, Arema. Dan terbukti hari ini penonton hampir mencapai 24.000. Ini sebuah rata-rata penonton Persib untuk pertandingan kelas yang sangat positif gitu,” katanya.
“Dan saya mengucapkan terima kasih kepada kepercayaan Bapak Presiden yang terus mendukung Piala Presiden. Pak Mensesneg, Pak Seskab juga sangat support. Pak Ara tentunya yang terdepan, dan tentu para sponsor yang percaya ini dikelola dengan baik dan profesional,” pungkas Erick.

