BolaSkor.com – Lionel Messi secara resmi mengumumkan pensiun dari timnas Argentina melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Keputusan tersebut diambil usai kekalahan 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026, yang kian ditegaskan setelah berpulangnya sang ayah, Jorge Messi, pada 8 Agustus lalu.
Pengumuman ini menutup perjalanan lebih dari dua dekade Messi bersama La Albiceleste.
Baca Juga:
Berakhir Pahit di Piala Dunia 2026, Warisan Lionel Messi Bertahan Selamanya dengan Timnas Argentina
Sepanjang karier internasionalnya sejak 2005, Messi telah mempersembahkan satu trofi Piala Dunia, dua gelar Copa America, medali emas Olimpiade, serta trofi Finalissima.
Mengenang perpisahan emosional sang megabintang, berikut adalah 11 momen paling berkesan Lionel Messi selama berseragam timnas Argentina:
1. 2022: Menjadi Juara Piala Dunia di Qatar

Lionel Messi (Getty Images)
Momen Messi berlutut saat Gonzalo Montiel mencetak penalti penentu ke gawang Prancis di final Piala Dunia 2022 akan selalu dikenang.
Kemenangan tersebut mengakhiri dahaga gelar Piala Dunia Argentina selama 36 tahun.
Baca Juga:
Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Jose Mourinho Turut Berkomentar
Kapten La Albiceleste tampil krusial dengan mencetak dua gol di waktu normal, dan mengesekusi penalti pertama dalam adu penalti, untuk mengunci gelar paling bergengsi dalam kariernya.
2. 2026: Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia Pria
Pada usia 39 tahun di Piala Dunia 2026, Messi membungkam keraguan publik lewat penampilan impresif.
Ia mengukir sejarah sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia saat membobol gawang Austria di fase grup, mencatatkan total 18 gol dan melampaui rekor Miroslav Klose.
Baca Juga:
Statistik Lionel Messi di Timnas Argentina: Prestasi Abadi dan Jumlah Gol Sulit Dilewati
Meski rekornya kemudian dilewati oleh Kylian Mbappe yang mengoleksi 22 gol di akhir turnamen, momen Messi mencetak dua gol ke gawang Austria tetap menjadi catatan sejarah yang tak terlupakan.
3. 2016: Pensiun Dini Usai Kalah di Final Copa America dari Cile
Keputusan pensiun dari timnas bukan yang pertama kali bagi Messi.
Usai kalah dari Cile di final Copa America Centenario 2016, Messi sempat menyatakan gantung sepatu dari La Albiceleste di mixed zone.
"Pemikiran saya saat ini dan apa yang saya pikirkan di kamar ganti adalah saya selesai bermain dengan tim nasional," ujar Messi kala itu kepada para wartawan.
Baca Juga:
Pensiun dari Timnas Argentina, Lionel Messi Tulis Pesan Haru
"Saya sudah berusaha sekeras mungkin. Ini sudah empat final dan saya tidak mampu menang. Saya mencoba segalanya."
"Ini menyakitkan bagi saya melebihi siapa pun, tetapi jelas ini bukan untuk saya," tambahnya sebelum akhirnya membatalkan keputusan tersebut beberapa bulan kemudian.
4. 2006: Debut Mengesankan di Piala Dunia
Perjalanan Messi di panggung Piala Dunia dimulai pada 16 Juni 2006 saat Argentina menghadapi Serbia dan Montenegro di fase grup.
Masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-74 pada usia 18 tahun, Messi langsung unjuk gigi.
Hanya dalam hitungan menit di lapangan, ia mencetak satu gol dan memberikan satu assist untuk melengkapi kemenangan telak 6-0 Argentina.
5. 2022: Penyelamat Argentina di Fase Grup Melawan Meksiko
Nasib Argentina di Piala Dunia 2022 hampir kandas lebih awal saat berhadapan dengan Meksiko di laga krusial fase grup.
Laga sempat imbang tanpa gol hingga babak pertama berakhir di bawah tekanan besar.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-64 lewat tembakan roket kaki kiri Messi yang meluncur deras ke gawang Meksiko, memicu kemenangan 2-0 dan membakar semangat Argentina menuju tangga juara.
6. 2014: Kepedihan di Final Piala Dunia Melawan Jerman
Messi membawa Argentina melangkah hingga partai puncak Piala Dunia 2014, sebelum akhirnya ditundukkan Jerman lewat gol tunggal Mario Gotze di babak perpanjangan waktu.
Meski gagal mengangkat trofi, Messi dianugerahi penghargaan Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen berkat torehan empat gol dan satu assist sepanjang kompetisi.
7. 2021: Mengakhiri Dahaga Gelar 28 Tahun di Copa America
Setelah kegagalan di edisi 2007, 2015, dan 2016, Messi akhirnya berhasil mengangkat trofi Copa America 2021 sebagai kapten Argentina usai menumbangkan Brasil 1-0 di Stadion Maracana.
Kemenangan bersejarah tersebut mengakhiri puasa gelar major Argentina selama 28 tahun, sekaligus menjadi trofi internasional perdana Messi di tingkat senior.
8. 2005: Debut Pahit dengan Kartu Merah Langsung
Debut Messi di timnas senior Argentina pada 17 Agustus 2005 dalam laga persahabatan melawan Hungaria berjalan kurang mulus.
Baru masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, pemain berusia 18 tahun itu langsung diganjar kartu merah beberapa detik kemudian. Namun, ia membayar tuntas awal pahit tersebut dengan kejayaan selama dekade berikutnya.
9. 2010: Berkolaborasi dengan Diego Maradona di Piala Dunia
Piala Dunia 2010 menghadirkan momen unik saat legenda terbesar Argentina, Diego Maradona, bertindak sebagai pelatih kepala mengarsiteki Messi muda.
Walau langkah Argentina terhenti di babak perempat final usai dikalahkan Jerman, kolaborasi dua sosok paling ikonik dalam sejarah sepak bola Argentina menjadi pemandangan bersejarah bagi para pendukung.
10. 2026: Kemenangan Dramatis di Semifinal Piala Dunia Atas Inggris
Salah satu laga paling emosional Messi terjadi di babak semifinal Piala Dunia 2026 saat Argentina menumbangkan rival historis mereka, Inggris, dengan skor 2-1.
"Meskipun ini hanya satu pertandingan, kami mengalami beberapa momen spesial," kata Messi.
"Para penggemar menginginkan kemenangan ini melebihi yang lain, karena arti penting menghadapi Inggris di semifinal dan mencapai final Piala Dunia lainnya."
Messi mencatatkan dua assist dalam laga tersebut, sekaligus menyamai catatan Diego Maradona yang menundukkan Inggris 40 tahun silam di Piala Dunia 1986.
11. 2026: Laga Perpisahan di Final Piala Dunia Melawan Spanyol
Lionel Messi (Foto: @brfootball)
Pertandingan final Piala Dunia 2026 menjadi panggung terakhir Messi bersama La Albiceleste. Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 0-1.
Messi berjuang habis-habisan selama 120 menit di tengah kelelahan fisik dan emosional pada usia 39 tahun.
Meski harus puas menutup karier internasional dengan kekalahan, perjuangan gigihnya hingga menit akhir melengkapi warisan abadi sang legenda.