BolaSkor.com - Drama, tensi tinggi, hingga gol-gol penentu di menit akhir mewarnai babak semifinal Campus League Futsal Regional Bandung 2026 yang digelar di GOR Futsal ITB Kampus Jatinangor, Kamis (5/11).
Dua pertandingan sektor putra melahirkan dua finalis, yakni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan STKIP Pasundan.
Baca Juga:
UNJ Raih Gelar Juara Regional Jakarta, Liga Universitas Coca-Cola 2026 Resmi Berakhir
UPI memastikan tempat di partai puncak setelah menumbangkan juara bertahan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) dengan skor 2-0. Sementara itu, STKIP Pasundan tampil tak kalah meyakinkan dengan menyingkirkan Universitas Winaya Mukti (UNWIM), juga melalui kemenangan dua gol tanpa balas.
Hasil tersebut membuat UPI dan STKIP Pasundan akan saling berhadapan dalam perebutan gelar juara Campus League Futsal Regional Bandung 2026, Jumat (6/11).
Sementara dari sektor putri, Universitas Siliwangi (UNSIL) mendapatkan kemenangan walk out (WO) 3-0 atas Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pertandingan paling menyita perhatian tersaji saat UPI berhadapan dengan juara bertahan, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD). UPI menang dengan skor 2-0.
Baca Juga:
Pivot UPI, Vicky Saputra, mengaku kemenangan atas sang juara bertahan menjadi hasil penting bagi timnya. Pemain yang juga memperkuat klub profesional Proton FC Kuningan itu menyebut keberhasilan ini merupakan buah dari semangat juang dan instruksi pelatih untuk terus menekan lawan.
“Pertandingan tadi sangat penting bagi kami. Sejak awal, kami ditekankan untuk terus berjuang meraih kemenangan dan merebut tahta juara dari mereka sebagai juara musim lalu. Kami juga harus terus menekan agar pola permainan mereka tidak berkembang. Alhamdulillah, kami bisa mengatasinya,” ujar Vicky usai pertandingan.
Tiket final lainnya menjadi milik STKIP Pasundan setelah menaklukkan Universitas Winaya Mukti (UNWIM) dengan skor 2-0. Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah karena kedua tim sama-sama memperlihatkan permainan agresif dan saling melancarkan serangan sejak menit awal.
Pelatih Kepala STKIP Pasundan, Dita Oktavianto, mengungkapkan kemenangan timnya tidak lepas dari perubahan strategi setelah melihat kelemahan lawan. Jika pada babak pertama kedua tim sama-sama bermain terbuka, STKIP memilih lebih sabar menunggu dan memanfaatkan celah melalui serangan balik.
“Di babak pertama pertandingan sulit karena kami sama-sama bermain open play. Namun, pada babak kedua saya memutuskan menggunakan strategi berbeda. Kami mencoba menunggu dan bermain melalui transisi. Itu menjadi titik lemah UNWIM karena mereka kurang dalam transisi dan berhasil kami manfaatkan,” kata Dita.
Kapten STKIP Pasundan, Muhammad Khairul Fikri, mengakui pertandingan semifinal berlangsung dengan tensi tinggi. Bahkan, sejumlah pemain sempat terbawa emosi akibat ketatnya persaingan. Namun, kekompakan dan kesiapan mental menjadi modal penting bagi timnya untuk melewati tekanan tersebut.
Menatap final kontra UPI, pemain flank bernomor punggung 15 itu mengaku optimistis. Kedua tim bukan lawan asing karena sudah beberapa kali bertemu dan saling mengalahkan.
“Pertandingan tadi cukup sengit, banyak kartu keluar juga. Mungkin karena semifinal, teman-teman sempat terpancing emosinya. Namun, dari sisi mentalitas, tim kami lebih siap dan chemistry sudah terbangun karena sering bermain bersama,” ujarnya.
“Kami sudah sering bertemu dan saling mengalahkan. Final besok pasti sangat seru. Saya menunggu pertandingan itu karena kami ingin memberikan kejutan untuk UPI. Besok kami harus menang,” timpal Dita.
UNSIL Menang WO, Persaingan Putri Masih Memanas
Berbeda dengan sektor putra yang menggunakan format single round robin dan dilanjutkan fase gugur, kompetisi putri Campus League Futsal Regional Bandung 2026 berlangsung dengan sistem double round robin.
Pada matchday ketujuh, UNSIL dinyatakan menang WO 3-0 atas ITB setelah tuan rumah memutuskan mundur dari kompetisi. Tambahan tiga poin membuat UNSIL menempati posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin dari enam pertandingan.
Persaingan di papan atas pun belum sepenuhnya berakhir. UPI dan STKIP Pasundan masih berpeluang menentukan posisi akhir melalui pertandingan terakhir yang akan berlangsung pada Jumat (6/11).
Antusiasme Kampus Meningkat, Campus League Bidik Kualitas Kompetisi
CEO Campus League, Ryan Gozali, mengapresiasi partisipasi seluruh perguruan tinggi yang mengirimkan atlet terbaiknya. Menurutnya, penyelenggaraan regional Bandung menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi antusiasme peserta maupun kualitas pertandingan.
Campus League Futsal Regional Bandung 2026 diikuti 15 kampus dengan total 329 student-athlete di sektor putra dan putri. Jumlah tersebut menjadi gambaran semakin besarnya perhatian perguruan tinggi terhadap kompetisi futsal antarkampus.
“Tahun lalu Campus League Futsal hanya hadir di Jakarta dan Yogyakarta. Tahun ini, dengan tambahan Surabaya dan Bandung, kami melihat peningkatan kualitas peserta yang signifikan. Antusiasmenya juga semakin besar. Kampus-kampus semakin sadar dengan keberadaan Campus League dan keseriusan kompetisi yang kami siapkan,” ujar Ryan.
Ia juga menantikan persaingan di regional Jabodetabek yang akan menghadirkan sejumlah tim kuat sebelum seluruh kampus terbaik bertemu di panggung nasional.
Setelah semifinal yang penuh drama, perhatian kini tertuju pada partai final Campus League Futsal Regional Bandung 2026, Jumat (6/11). UPI dan STKIP Pasundan akan saling berhadapan untuk menentukan kampus terbaik di sektor putra.
Rangkaian kompetisi kemudian berlanjut ke regional Jabodetabek pada 10-17 November 2026. Adapun babak puncak The Nationals dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta pada 25 November hingga 2 Desember 2026. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)