Liga Universitas Coca-Cola 2026

STKIP Pasundan Juara Regional Bandung, Ratu Tisha Dorong Liga Universitas Coca-Cola 2026 Ciptakan Ekosistem Sepak Bola Kampus Berkelanjutan

Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung telah berakhir di mana STKIP Pasundan menjadi juara.
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Minggu, 09 Agustus 2026
STKIP Pasundan Juara Regional Bandung, Ratu Tisha Dorong Liga Universitas Coca-Cola 2026 Ciptakan Ekosistem Sepak Bola Kampus Berkelanjutan
Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus Founder Grha Gemah Nusa Foundation, Ratu Tisha Destria (tengah). (Media Unileague)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com – Perjalanan Liga Universitas Coca-Cola 2026 di Regional Bandung resmi berakhir dengan STKIP Pasundan keluar sebagai juara. Kompetisi yang diikuti tujuh tim tersebut berlangsung selama lebih dari tiga bulan, mulai 25 April hingga 8 Agustus 2026, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola mahasiswa yang berkelanjutan di Indonesia.

Lebih dari sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, Liga Universitas Coca-Cola dirancang sebagai ruang pengembangan bagi mahasiswa, pelatih, pengelola tim, hingga volunteer yang terlibat di balik penyelenggaraan pertandingan.

Baca Juga:

Wakili Pemuda Indonesia di Forum PBB, Mahasiswa ITB Ceritakan Pengalaman Berharga dari Liga Universitas Coca-Cola

Mind Corner Hadir di Liga Universitas 2026, Menyadari Pentingnya Kesehatan Mental dan Perdamaian

Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus Founder Grha Gemah Nusa Foundation, Ratu Tisha Destria, menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi salah satu fondasi utama Liga Universitas Coca-Cola. Program tersebut tidak berhenti pada satu musim, melainkan diarahkan sebagai bagian dari pembangunan sepak bola dalam jangka panjang.

“Liga Universitas Coca-Cola ini menjadi satu hal yang berkelanjutan. Jadi, tidak cuma ada di musim ini saja, tapi kami punya musim berikutnya, alias tiga tahun untuk pembangunan kami,” ujar Ratu Tisha, dalam rilis yang diterima BolaSkor.com, saat menghadiri laga pemungkas Regional Bandung antara STKIP vs UPI di Lapangan ITB Saraga, Bandung, Sabtu (8/8) petang WIB.

Peran Penting Membentuk Komunitas Sepak Bola Kampus

Para
Para pemain STKIP dan UPI membentangkan spanduk Play For Peace. (Dokumentasi Cuwitan Digital)

Menurutnya, keberadaan kompetisi juga memiliki nilai penting dalam membentuk komunitas sepak bola kampus yang lebih luas.

Yang paling utama adalah ini membentuk satu komunitas bagi mahasiswa, tidak cuma yang main, tetapi juga the man behind the scene, the man behind the match,

katanya.

Para volunteer, lanjut Ratu Tisha, mendapatkan pengalaman langsung dalam pengelolaan kompetisi. Mereka tidak hanya hadir untuk membantu kelancaran pertandingan, tetapi juga belajar mengenai manajemen dan bagaimana sebuah kompetisi olahraga dikelola secara profesional.

Di sisi teknis, format kompetisi yang memberikan ruang antarlaga juga dinilai membantu tim dan pelatih melakukan proses evaluasi secara lebih optimal. Jeda pertandingan memungkinkan pemain mendapatkan waktu pemulihan, sementara jajaran pelatih memiliki kesempatan untuk mengevaluasi penampilan tim, memberikan umpan balik, menyusun program latihan, sebelum kembali bertanding.

“Ini juga memberikan ruang bagi pelatih secara teknikal untuk melakukan evaluasi yang cukup sustain, karena mereka tidak terburu-buru dalam melakukan evaluasi pertandingan tiap minggu. Akibatnya, ada recovery time yang baik, ada evaluasi yang baik, ada feedback, latihan, kemudian bertanding lagi,” tutur Ratu Tisha.

Ia menilai pola tersebut menjadi salah satu fondasi untuk menciptakan komunitas sepak bola yang lebih menyeluruh. Pemain, tim kepelatihan, manajemen Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga volunteer dapat berkembang secara bersama-sama melalui kompetisi yang berlangsung secara konsisten.

Tahap Awal Pembangunan Grassroots

Berakhirnya Regional Bandung juga menjadi momentum untuk melihat perjalanan Liga Universitas Coca-Cola secara lebih luas. Ratu Tisha menyebut kompetisi tersebut saat ini masih berada dalam tahap awal pembangunan grassroots dengan dua wilayah, yakni Regional Bandung dan Regional Jakarta.

Tahapan tersebut akan dikembangkan secara bertahap sebelum menuju cakupan nasional. Tahun depan, jumlah regional berpeluang bertambah menjadi tiga wilayah.

“Kalau nanti sudah lama-kelamaan berkembang jadi empat sampai enam regional, barulah kami akan membuat tingkat nasional. Hari ini kami inginnya grassroots-nya dulu yang terbangun. Jadi, harus perlahan-lahan,” jelas alumni FIFA Master itu.

Pertandingan
Pertandingan UNJ vs UI. (Dok UniLeague Liga Universitas Coca-Cola 2026)

Menurutnya, pembangunan dari akar rumput menjadi hal penting agar kompetisi tidak hanya menciptakan pertandingan, tetapi juga membangun rasa memiliki di kalangan mahasiswa terhadap sepak bola.

“Sepak bola itu datang dari akar rumput, dari bawah. Jadi, bukan miliknya kami-kami yang mengurus, tapi miliknya kalian-kalian yang menjalankan,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap rasa memiliki tersebut dapat berkembang menjadi kecintaan yang diwujudkan melalui karya. Mahasiswa, volunteer, media, maupun pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan sepak bola diharapkan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

“Kalau kita mencintai sepak bola, kita harus berkarya untuk hal yang kita cintai,” kata Ratu Tisha.

Ia juga menekankan bahwa keberlanjutan sepak bola tidak semata-mata menjadi tanggung jawab para pengurus organisasi. Justru, mahasiswa sebagai bagian dari grassroots diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam menjaga dan mengembangkan ekosistem tersebut.

“Tugas kita itu memberikan daya kepada teman-teman mahasiswa yang harus ada di depan,” ucapnya.

Membuka Perspektif Global untuk Mahasiswa

Selain membangun kompetisi di dalam negeri, Liga Universitas Coca-Cola juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman di level internasional.

Dalam rangkaian program tahun ini, dua mahasiswa dipilih untuk mewakili peserta Liga Universitas Coca-Cola dalam agenda di United Nations Headquarters, New York, 18 Juli 2026. Keduanya adalah Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ratu Tisha menjelaskan, kedua mahasiswa tersebut dipilih melalui proses seleksi terbuka yang melibatkan Community Scientech dan Kementerian Luar Negeri. Keduanya pun merupakan pemain dari kampus masing-masing di Liga Universitas Coca-Cola 2026.

“Puncaknya adalah mereka mendapatkan kesempatan akademik yang luar biasa di sana. Itulah posisi puncaknya yang sudah kami lalui kemarin dalam rangka konferensi Youth Mental Health yang ada di PBB,” tutur Ratu Tisha.

STKIP Pasundan menjadi juara Regional Bandung Liga Unversitas Coca-Cola 2026. (Media Unileague)

Program tersebut juga menjadi gambaran bahwa Liga Universitas Coca-Cola tidak berhenti pada pengembangan kemampuan olahraga. Pengalaman mahasiswa diarahkan untuk memperluas wawasan, kepemimpinan, serta peran mereka dalam isu yang lebih luas di masyarakat.

Ratu Tisha memastikan pendekatan program pada tahun berikutnya akan terus dikembangkan sesuai dengan tema dan agenda yang diusung.

“Kalau untuk tahun depan akan berbeda lagi. Pendekatannya berbeda sesuai dengan nanti apa yang sedang kami usung,” tuturnya.

Dengan berakhirnya Regional Bandung dan STKIP Pasundan tampil sebagai juara, Liga Universitas Coca-Cola 2026 melanjutkan langkahnya dalam membangun fondasi sepak bola kampus dari tingkat grassroots. Kompetisi ini diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi di lapangan, tetapi juga menciptakan generasi mahasiswa yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan rasa kepemilikan terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.

Bagi Liga Universitas Coca-Cola, perjalanan tersebut baru menjadi bagian awal dari sebuah pembangunan jangka panjang—dari kampus, untuk grassroots, dan secara bertahap menuju ekosistem sepak bola nasional yang lebih luas.

Liga Universitas Coca-Cola 2026 didukung penuh oleh Coca-Cola, brand apparel Mills, Qatar Airways, United Nations in Indonesia (PBB), PSSI, serta kementerian pemerintah meliputi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Daftar Peraih Penghargaan Regional Bandung Liga Universitas Coca-Cola 2026:

  • Juara: STKIP Pasundan
  • Peringkat Kedua: Universitas Pendidikan Indonesia
  • Peringkat Ketiga: UIN SSC
  • Tim Fair-Play: Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Pelatih Terbaik: Agus Santosa (STKIP Pasundan)
  • Kiper Terbaik: Tubagus Hussein Ali Ramadhan (UPI)
  • Pemain Terbaik: Ardiansyah Harahap (STKIP Pasundan)
  • Top Skor: Muhammad Firman Januari (STKIP Pasundan/13 gol)
  • Volunteer terbaik: Sanjaya Raga
  • Wasit terbaik: Dedi Samsuri
Liga Universitas 2026 Unileague Ratu Tisha Destria

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Indonesia
STKIP Pasundan Juara Regional Bandung, Ratu Tisha Dorong Liga Universitas Coca-Cola 2026 Ciptakan Ekosistem Sepak Bola Kampus Berkelanjutan
Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung telah berakhir di mana STKIP Pasundan menjadi juara.
Tengku Sufiyanto - Minggu, 09 Agustus 2026
STKIP Pasundan Juara Regional Bandung, Ratu Tisha Dorong Liga Universitas Coca-Cola 2026 Ciptakan Ekosistem Sepak Bola Kampus Berkelanjutan
Liga Indonesia
Wakili Pemuda Indonesia di Forum PBB, Mahasiswa ITB Ceritakan Pengalaman Berharga dari Liga Universitas Coca-Cola
Forum One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health and Well-being yang digelar United Nations Youth Office di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Jumat (17/7) waktu setempat atau Sabtu (18/7) pagi WIB.
Tengku Sufiyanto - Rabu, 22 Juli 2026
Wakili Pemuda Indonesia di Forum PBB, Mahasiswa ITB Ceritakan Pengalaman Berharga dari Liga Universitas Coca-Cola
Liga Indonesia
UniLeague Kirim Dua Delegasi ke Panggung Global PBB
Mereka adalah Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Tengku Sufiyanto - Jumat, 17 Juli 2026
UniLeague Kirim Dua Delegasi ke Panggung Global PBB
Indonesia
Mind Corner Hadir di Liga Universitas 2026, Menyadari Pentingnya Kesehatan Mental dan Perdamaian
Mind Corner hadir memberkan ruang aman bagi para suporter dan peserta untuk lebih sadar akan kesehatan mental.
Tengku Sufiyanto - Jumat, 12 Juni 2026
Mind Corner Hadir di Liga Universitas 2026, Menyadari Pentingnya Kesehatan Mental dan Perdamaian
Liga Indonesia
Dua Duel Panas di Liga Universitas 2026 Wujudkan Play For Peace dan Football For Mental Health, Bisa Jadi Contoh Dunia
Ada STKIP vs UPI, dan UKI vs UMJ.
Tengku Sufiyanto - Rabu, 10 Juni 2026
Dua Duel Panas di Liga Universitas 2026 Wujudkan Play For Peace dan Football For Mental Health, Bisa Jadi Contoh Dunia
Liga Indonesia
Indonesia Perkenalkan Unileague di World Football Day PBB
Unileague esebagai wujud langkah Indonesia dalam memanfaatkan sepak bola sebagai alat pembangunan perdamaian.
Tengku Sufiyanto - Rabu, 20 Mei 2026
Indonesia Perkenalkan Unileague di World Football Day PBB
Liga Indonesia
Play for Peace Menggema pada Laga UKI vs UNJ di Liga Universitas Coca-Cola 2026
Melalui kampanye Play for Peace, Liga Universitas Coca-Cola 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi berkualitas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif.
Tengku Sufiyanto - Selasa, 12 Mei 2026
Play for Peace Menggema pada Laga UKI vs UNJ di Liga Universitas Coca-Cola 2026
Liga Indonesia
Hadirkan Kampanye Lelaki Bercerita, Pekan Perdana Liga Universitas Coca-Cola 2026 Diwarnai Hujan Gol
Liga Universitas Coca-Cola 2026 digelar di dua regional, yakni Jakarta dan Bandung.
Tengku Sufiyanto - Selasa, 21 April 2026
Hadirkan Kampanye Lelaki Bercerita, Pekan Perdana Liga Universitas Coca-Cola 2026 Diwarnai Hujan Gol
Berita
Seminar Play for Peace Jadi Kick-off, Tiga Kementerian Dukung Liga Universitas Coca-Cola 2026
Ajang Liga Universitas Coca-Cola 2026 dimulai pada 18 April mendatang.
Tengku Sufiyanto - Selasa, 14 April 2026
Seminar Play for Peace Jadi Kick-off, Tiga Kementerian Dukung Liga Universitas Coca-Cola 2026
Timnas
Resolusi 2026 Waketum PSSI Ratu Tisha, Akar Rumput Pondasi Penting untuk Sepak Bola Indonesia
Waketum PSSI Ratu Tisha bicara soal masa depan sepak bola Indonesia hingga target PSSI pada 2026.
Rizqi Ariandi - Kamis, 01 Januari 2026
Resolusi 2026 Waketum PSSI Ratu Tisha, Akar Rumput Pondasi Penting untuk Sepak Bola Indonesia
Bagikan