BolaSkor.com – Bursa pemilihan Presiden FIFA kedatangan penantang baru yang siap memberikan warna tersendiri dalam peta kekuatan sepak bola global.
Sosok tersebut adalah Kozo Tashima, mantan pemain timnas Jepang sekaligus figur penting di Federasi Sepak Bola Jepang (JFA).
Tashima secara resmi telah mengumumkan niatnya untuk maju dalam kontestasi memperebutkan kursi tertinggi di tubuh organisasi sepak bola dunia.
Baca Juga:
Erick Thohir Buka Suara Soal Batalnya Timnas Indonesia vs Yordania di FIFA Matchday November
Ia berniat menantang Presiden FIFA terkini, Gianni Infantino, yang telah memegang kendali kepemimpinan sejak 2016 silam.
Kehadiran Tashima di bursa pencalonan langsung menarik perhatian luas karena membawa visi reformasi besar.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh Goal, Tashima menjadi orang kedua yang mengumumkan pencalonannya setelah mantan bek Tottenham Hotspur, Ramon Vega.
Visi Kozo Tashima
Salah satu misi utama yang diusung oleh Tashima adalah merombak total cara pengambilan keputusan di dalam tubuh FIFA.
Pejabat sepak bola asal Jepang ini menilai, seluruh 211 asosiasi anggota harus dilibatkan secara aktif dalam diskusi penting terkait pendapatan dan distribusinya.
Dalam wawancaranya dengan surat kabar Jepang Sports Nippon, Tashima menegaskan bahwa pencalonannya bertujuan membawa nilai-nilai integritas tinggi.
Baca Juga:
Erick Thohir Klaim Anggota AFC 100 Persen Dukung Gianni Infantino Kembali Pimpin FIFA
Pencalonan ini bertujuan untuk mewakili nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan transparansi yang, dalam pandangan saya, mencirikan sepak bola Jepang,
ujar Tashima.
Selain itu, ia juga sempat menyuarakan kekhawatiran apabila Gianni Infantino kembali terpilih tanpa menghadapi perlawanan dalam pemilu.
Bagi Tashima, kompetisi yang sehat dan demokratis sangat dibutuhkan demi masa depan sepak bola internasional yang lebih baik.
Dukungan dari Eropa
Langkah besar Tashima dalam menantang sang petahana rupanya tidak berjalan tanpa sandaran kekuatan politik di balik layar.
Laporan Goal menyebutkan bahwa pencalonan Tashima kabarnya mendapat dukungan strategis dari sejumlah figur penting di dalam UEFA.
Para perwakilan sepak bola Eropa tersebut dikabarkan memiliki pandangan yang sejalan, setelah sempat menyatakan ketidaksepakatan atas beberapa kebijakan administrasi saat ini.
Diskusi intensif antara Tashima dan pihak Eropa bahkan disebut telah terjalin saat kongres Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Tokyo.
Kendati demikian, situasi politik di kawasan Asia sendiri masih terpecah dan belum sepenuhnya memberikan suara dukungan.
Pasalnya, Salman bin Ibrahim Al Khalifa selaku presiden konfederasi kontinental Asia secara terbuka telah menyatakan dukungannya kepada Infantino.
Syarat Ketat Menuju Pemilihan Resmi
Untuk bisa bertarung secara sah sebagai kandidat resmi, Tashima masih harus memenuhi satu syarat administratif krusial.
Ia wajib mengantongi surat dukungan resmi dari setidaknya lima asosiasi nasional anggota FIFA sebelum batas waktu 18 November.
Sementara itu, Gianni Infantino diprediksi membutuhkan sedikitnya 106 suara dari total 211 asosiasi anggota demi mengamankan masa jabatan berikutnya.
Potensi keikutsertaan Tashima diyakini bakal menciptakan kontestasi elektoral yang sengit dan menentukan arah masa depan tata kelola sepak bola dunia.