Hingga saat ini, penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 oleh FIFA memang belum final. Setelah dikabarkan terlibat dalam kasus suap dengan beberapa anggota eksekutif FIFA, penunjukan Qatar sebagai tuan rumah event empat tahunan, terkendala dengan suhu panas yang dimiliki negara Timur Tengah tersebut. Zwanziger sendiri tak membahas soal kasus suap yang melibatkan bebebrapa anggota eksekutif FIFA. Fokus Zwanziger justru kepada suhu panas yang bisa membahayakan para pemain, meskipun dalam rencananya Qatar akan melengkapi dengan teknologi pendingin dalam stadion. "Saya pribadi merasa yakin jika Piala Dunia 2022 tak akan diselenggarakan di Qatar. Petugas medis sendiri mengatakan jika tak dapat menerima tanggung jawab jika melangsungkan Piala Dunia di bawah kondisi ini," ujar Zwanziger dilansir Bild. "Panitia penyelenggara mungkin akan mampu mendinginkan stadion, tapi pertandingan tak hanya di satu tempat. Fans dari seluruh dunia akan datang kesana, suhu panas ini akan mengancam jiwa dan kemudian akan memicu penyelidikan atas kasus ini," sambung Zwanziger. Pernyataan Zwanziger tersebut kemudian segera direspon oleh juru bicara FIFA, Delia Ficher. Menurut Delia, pernyataan Zwanziger tersebut hanya sebuah pernyataan pribadi dan bukan pernyataan resmi FIFA. Jadi menurut Delia, FIFA tak akan mengomentari pernyataan Zwanziger tersebut. "Kami tidak akan mengomnetari pendapat pribadi, dia mengatakan secara pribadi dan secara eksplisit menyatakan demikian, ujar Delia Fischer dilansir Reuters. >JANGAN LEWATKAN:
"Qatar Tak Akan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022"
BolaSkor - Senin, 22 September 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Sabtu, 27 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Kroasia vs Ghana: Penting untuk Tidak Kalah
Kamis, 25 Juni 2026
Piala Dunia 2026 Disebut Kehilangan Kredibilitas, Presiden FIFA Dikritik Legenda Jerman
Kamis, 25 Juni 2026
Assim Madibo Dijatuhi Sanksi oleh FIFA Usai Sebabkan Ismael Kone Cedera
Sabtu, 20 Juni 2026
Istvan Kovacs, Wasit yang Akan Mengenakan Seragam Spesial pada Laga Jepang vs Tunisia
Jumat, 19 Juni 2026
Gelandang Timnas Kanada Ismael Kone Akhiri Piala Dunia 2026 Lebih Cepat
Jumat, 19 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup A-B Piala Dunia 2026: Meksiko dan Kanada Memimpin
Kamis, 18 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Kanada vs Qatar: Sama-sama Mencari Kemenangan Pertama Sepanjang Masa di Piala Dunia
Rabu, 17 Juni 2026
Presiden FIFA Puji Kehebatan Messi Usai Jadi Top Skorer Sepanjang Masa Piala Dunia
Minggu, 14 Juni 2026
FIFA Tetap Bayar Penuh Wasit Somalia yang Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026
PILIHAN EDITOR
Selasa, 30 Juni 2026
Keterpurukan Timnas Jerman: Tidak Lagi Ditakuti Lawan, Bukan Tim Diesel, dan Terlalu Fokus dengan Sepak Bola Indah
Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Senin, 29 Juni 2026
Cuma Loloskan Dua Tim ke Babak Gugur, Piala Dunia 2026 Jadi Cerminan Sepak Bola Asia
Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026