BolaSkor.com - Persib Bandung kembali menunjukkan mentalitas pantang menyerah setelah sukses melakukan comeback dramatis saat menghadapi Melbourne Victory FC pada lanjutan Grup E AFC Champions League (ACL) Two 2026-2027 di AAMI Park, Melbourne, Australia, Rabu (04/11).
Sempat tertinggal lebih dulu akibat gol bunuh diri Julio Cesar pada menit ke-71, Maung Bandung mampu bangkit dan membalikkan keadaan.
Baca Juga:
Dua gol yang dicetak Luka Menalo dan Balsa Sekulic memastikan Persib membawa pulang kemenangan dengan skor 2-1.
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, menyebut keberhasilan timnya membalikkan keadaan bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
Mental Baja Persib Bandung

Persib Bandung vs Melbourne Victory. (Media Persib)
Menurutnya, mentalitas para pemainnya sudah berkali-kali terbukti mampu keluar dari situasi sulit.
"Saya pikir kekuatan itu selalu ada di dalam tim," ujar Tolic usai pertandingan.
Saya memiliki 11 pemain yang siap di lapangan, serta skuad luar biasa di bangku cadangan sehingga kami bisa melakukan rotasi.
Baca juga:
Klasemen ACL 2 2026/2027 Usai Persib Kalahkan Melbourne Victory: Unbeaten, Maung Bandung ke 16 Besar
"Para pemain tidak mengubah perilakunya. Anda hanya perlu menempatkan mereka dalam konteks yang tepat."
"Jika ada ruang terbuka di belakang, Anda harus menempatkan pemain yang tepat dalam situasi yang tepat dan mereka akan melakukan tugasnya."
"Sebagai pelatih, kami hanya perlu membantu mereka," tambah Tolic.
Bukan Sekadar Comeback
Pelatih asal Kroasia ini menilai respons para pemain setelah tertinggal menjadi salah satu kunci kemenangan tim.
Tolic melihat anak asuhnya memiliki keinginan kuat untuk tidak menerima kekalahan, sehingga langsung berusaha mengubah keadaan.
Ini bukan sekadar remontada (comeback), tetapi sudah terlalu sering terjadi sehingga bukan lagi sebuah kebetulan. Ini sudah terjadi selama, entahlah, tiga tahun terakhir,
ungkapnya.
"Para pemain bereaksi karena mereka tidak suka kalah dan tidak suka berada dalam situasi negatif."
"Mereka masuk ke lapangan, mencoba mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Kemenangan adalah sesuatu yang sering kami lakukan. Jadi, menurut saya, ini sangat bagus," tambah Igor.
Baca Juga:
Hadapi Melbourne Victory FC, Marc Klok Tegaskan Persib Punya Dukungan Mendunia
Lebih lanjut, Igor mengakui Melbourne Victory memberikan perlawanan yang sangat menyulitkan.
Ia mengapresiasi intensitas permainan tuan rumah yang tampil agresif dengan pressing tinggi sepanjang pertandingan.
"Saya menyukai cara Melbourne bermain. Mereka selalu bermain dengan intensitas sangat tinggi, melakukan pressing tinggi, dan menjadi tim yang sangat sulit untuk dilawan," kata Tolic.
"Kami sempat mengontrol beberapa bagian permainan, tetapi di bagian lainnya kami sedikit panik."
"Menurut saya, pertandingan berjalan 50-50 sampai akhirnya kami kebobolan. Setelah itu, kami harus segera bereaksi," jelasnya.
Kunci Permainan, Perubahan Taktik Persib

Persib Bandung vs Melbourne Victory. (Media Persib)
Igor kemudian mengungkapkan perubahan taktik yang dilakukan setelah Persib tertinggal.
Ia memutuskan menarik seorang bek tengah dan mengubah komposisi lini pertahanan menjadi empat pemain belakang demi meningkatkan daya gedor.
Kami mengubah struktur tim, memasukkan pemain-pemain yang masih segar, dan lini belakang mereka menjadi terekspos.
"Kami memanfaatkan situasi itu untuk menyerang dan mencetak gol-gol yang menurut saya sangat indah," tuturnya.
Ia menjelaskan, strategi tersebut memang sudah dipersiapkan dengan mempertimbangkan kondisi kebugaran pemain serta jadwal pertandingan kedua tim.
Persib berusaha menjaga keseimbangan pada babak pertama sebelum mengambil risiko lebih besar ketika membutuhkan gol.
Baca Juga:
Dokter Wira Prasetya Ungkap Fakta di Balik Denda Rp25 Juta Persib
"Kami tahu jadwal Melbourne Victory, kami juga tahu jadwal kami. Kami menurunkan pemain-pemain yang bekerja keras pada babak pertama, memastikan tidak kebobolan dan mengontrol tempo permainan," ungkapnya.
Namun, ketika hasil pertandingan mulai mengarah ke situasi yang tidak menguntungkan, Igor menyadari Persib harus mengambil langkah berani.
Target minimal satu poin membuat perubahan strategi menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari.
"Jika hasil pertandingan berjalan ke arah negatif seperti yang terjadi, kami harus mengubah sesuatu karena membutuhkan setidaknya hasil imbang atau kemenangan," katanya.
Perubahan itu membuat Persib memiliki lebih banyak pemain yang bisa mengeksploitasi ruang di area pertahanan lawan.
Masuknya Ragnar sebagai pemain nomor 10 juga memberikan dimensi serangan berbeda bagi Maung Bandung.
"Ragnar masuk sebagai nomor 10. Dia merupakan penyerang tambahan yang bisa menerima bola di antara lini dan menciptakan sesuatu."
"Kemudian ruang mulai terbuka karena lini belakang Victory bermain dengan garis tinggi, dan kami memanfaatkan ruang tersebut," jelasnya.
Pujian untuk Skuad Persib
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic (Foto: Laman Resmi Persib Bandung)
Igor juga memberikan apresiasi kepada kualitas pemain-pemain Persib yang mampu memaksimalkan peluang dalam situasi menyerang.
Menurutnya, kemampuan individu para pemain depan dalam duel satu lawan satu menjadi keuntungan tersendiri, terlebih dengan dukungan Marc Klok dan Thom Haye sebagai pengatur serangan dari lini tengah.
"Kami memanfaatkan ruang tersebut karena setiap pemain di lini depan mampu menghadapi situasi satu lawan satu."
Baca Juga:
"Jika Anda memiliki Thom dan Marc sebagai pengatur permainan di posisi gelandang bertahan atau nomor enam, mereka akan menciptakan umpan-umpan luar biasa," ujarnya.
"Anda hanya perlu membiarkan keempat pemain depan bermain bebas. Mereka akan menikmati permainan dan mencetak gol. Itulah yang akhirnya terjadi," pungkas Igor.
Kemenangan ini membuat Persib lolos ke babak 16 besar meski menyisakan dua laga sisa di babak grup.
Sebab 12 poin yang dikantongi, sudah tidak lagi mungkin terkejar oleh para pesaingnya. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)