BolaSkor.com - Persib Bandung tengah dihadapkan pada persoalan yang cukup menyita perhatian.
Bukan soal hasil pertandingan maupun performa pemain di lapangan, melainkan absennya dokter tim, Wira Prasetya saat bertandang ke markas Madura United pada 22 Oktober 2026.
Ketidakhadiran sang dokter dalam pertandingan tersebut berbuntut sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Persib harus menerima denda sebesar Rp25 juta karena dinilai melanggar regulasi terkait kewajiban menghadirkan dokter tim dalam pertandingan.
Baca Juga:
Persoalan ini pun mendapat perhatian serius dari Manajer Persib, Umuh Muchtar.
Ia mengaku menyayangkan ketidakhadiran Dokter Wira, terlebih Persib seharusnya sudah menyiapkan pengganti agar kejadian serupa tidak berujung pada sanksi.
"Ya, ini sangat disayangkan. Dokter Wira tidak hadir, harusnya sudah cepat ada penggantinya."
"Tapi tanya saja Dokter Wira, biar dia yang lebih menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," ujar Umuh, Selasa (03/11).
Pengakuan Dokter Wira
Dokter Wira pun langsung membuka suara melalui pernyataan terbuka yang ditujukan kepada Bobotoh dan rekan-rekan media.
Ia menjelaskan bahwa ketidakhadirannya saat Persib menghadapi Madura United bukanlah keputusan yang diambil atas keinginannya sendiri.
Ketidakhadiran saya sebagai dokter mendampingi tim bukan karena keinginan saya pribadi.
"Sesungguhnya saya amat sangat ingin mendampingi tim dan saya amat sangat siap ketika diminta kapan pun untuk mendampingi tim, namun saya hanya seorang dokter dan tidak memiliki kuasa apa pun," tulis Wira dalam klarifikasinya.
Baca Juga:
Hasil dan Klasemen Super League 2026/2027: Raih Kemenangan Terbesar, Persib Dekati Persija
Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan tersebut bukan sesuatu yang tidak diketahui oleh manajemen.
Menurutnya, potensi sanksi akibat absennya dokter tim sudah disadari dan diketahui sepenuhnya oleh manajemen Persib sebelum pertandingan melawan Madura United berlangsung.
Meski tidak menjelaskan secara terperinci alasan profesional yang dimaksud, Wira menegaskan bahwa ada hal-hal yang untuk saat ini belum bisa disampaikannya kepada publik.
Ikatan Emosional

Persib Bandung. (AFC)
Di balik persoalan yang tengah terjadi, Wira juga menyampaikan betapa besar ikatan emosionalnya dengan Persib.
Bagi pria yang lahir dan tumbuh besar di Kota Bandung tersebut, Maung Bandung bukan sekadar tempat bekerja, melainkan klub yang sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Ia mengaku telah menjadi Bobotoh sejak 1994.
Kecintaannya terhadap Persib itulah yang membuatnya menegaskan bahwa dirinya tidak mungkin meninggalkan tim begitu saja, apalagi ketika klub sedang menghadapi jadwal pertandingan yang begitu padat.
Baca Juga:
Cara Menonton dan Link Streaming Persib vs Melbourne Victory
Sebagai orang yang lahir dan tumbuh besar di Kota Bandung, saya sudah menjadi Bobotoh sejak tahun 1994, dan saya sangat mencintai klub ini.
"Tidak mungkin saya meninggalkan tim begitu saja, apalagi tim sedang menghadapi jadwal yang padat," ungkapnya.
Wira juga mengingatkan bahwa profesinya sebagai dokter bukan sekadar pekerjaan, melainkan tanggung jawab kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi.
Dengan pengalaman hampir 20 tahun sebagai dokter dan 12 tahun sebagai dokter spesialis, ia menegaskan akan tetap berpegang teguh pada sumpah profesinya.
Sumpah Profesi Dokter
Menurutnya, setiap dokter memiliki kewajiban untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan melindungi kehidupan tanpa mengesampingkan tanggung jawab tersebut demi kepentingan apa pun.
"Setiap dokter disumpah (Sumpah Hipokrates) harus menjunjung tinggi kemanusiaan dan melindungi setiap insan kehidupan di mana pun dia berada dan dalam kondisi apa pun di atas kepentingan apa pun."
"Sebagai seorang dokter, saya akan tetap memegang teguh sumpah saya," tulisnya.
Lebih jauh, Wira memastikan bahwa hingga saat ini dirinya masih berstatus sebagai dokter tim Persib Bandung.
Meski tidak hadir secara langsung di pinggir lapangan saat pertandingan, ia mengaku tetap menjalankan tugasnya melalui koordinasi dengan manajemen dan ofisial tim.
Baca Juga:
Perjuangan Gakuto Notsuda Kembali ke Persib, Sempat Stres dan Mengalami Tekanan Mental
Tanggung jawabnya terhadap kebutuhan medis dan nutrisi pemain pun disebut tetap berjalan, meskipun tidak dilakukan secara langsung bersama tim di lapangan.
Di akhir pernyataannya, Wira menyampaikan satu harapan yang begitu jelas: bisa kembali mendampingi Persib secara langsung. Wira pun meminta doa dari seluruh Bobotoh agar situasi yang tengah dihadapinya segera menemukan jalan keluar.
"Terakhir, saya mohon doa dari seluruh Bobotoh agar saya bisa kembali mendampingi dan mengawal langsung Persib Bandung kembali di lapangan secara langsung," tutupnya. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)