Football

Sport

Feature

Result

Show

Ragam Feature Piala Dunia Internasional Berita

FIFA World Cup 2026 Bersama Coca-Cola: 'Beribadah' di Kuil Sepak Bola, Estadio Ciudad de Mexico

Tengku Sufiyanto - Kamis, 09 Juli 2026

BolaSkor.com - Hari itu, Kamis (2/7/2026) akhirnya datang juga. Setelah persyaratan administrasi rampung, BolaSkor.com berangkat ke Mexico City untuk menyaksikan dan meliput langsung FIFA World Cup 2026.

Kesempatan berharga ini datang dari Coca-Cola Indonesia yang mengajak saya mewakili BolaSkor.com (Merah Putih Media) untuk pergi ke Negeri Sombrero. Perjalanan dimulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Internasional Narita Jepang, hingga Bandara Internasional Benito Juárez Mexico City.

Perjalanan menuju Mexico City menumpuh jarak selama hampir 22 jam, termasuk transit di Jepang. Rasa lelah di pesawat terbayarkan saat tiba di Mexico City pada Jumat (3/7/2026) pukul 07.15 waktu Mexico. Sinar matahari menghangatkan tubuh di tengah udara dingin pagi Mexico City yang mencapai 16 derajat celcius.

Perjalanan menuju hotel menginap, Hilton Mexico City Santa Fe, tidak terasa. Hype- FIFA World Cup 2026 terlihat di sepanjang jalan Mexico City.

Baca Juga:

Daftar 17 Pemain yang Terancam Absen di Semifinal Piala Dunia 2026 karena Akumulasi Kartu Kuning

Di Tengah Hujan Kontroversi, Collina Sebut Performa Wasit Piala Dunia 2026 Memuaskan

Piala Dunia 2026: Daftar Tempat Nobar Gratis Prancis vs Maroko di Jakarta

Bersebrangan dengan Timnas Inggris Menginap

Jurnalis BolaSkor.com, Tengku Sufiyanto berfoto di samping bus Timnas Inggris. (BolaSkor.com/Tengku Sufiyanto)

Setelah beristirahat di kamar, ada pemandangan menarik kala di depan hotel saya menginap. Ya, ternyata Timnas Inggris menginap di hotel sebelah. Seperti diketahui, pertandingan yang saya akan tonton dan liput adalah tuan rumah Meksiko melawan Inggris di Estadio Ciaudad de Mexico atau yang lebih dikenal dengan Estadio Azteca pada Minggu, 5 Juli 2026.

Polisi berjaga ketat di sepanjang jalan dan pintu hotel tempat meningap Timnas Inggris. Jurnalis dari berbagai negara, terutama Meksiko dan Inggris tumpah ruah.

Suporter Meksiko memadati area untuk memberikan 'teror' kepada sang lawan. Hanya satu-dua suporter Inggris melakukan chant, itu pun wartawan dari Inggris.

Saya bertanya kepada wartawan Fox Sport Meksiko. "England stay in there?" (sambil menunjuk hotel). Dia menjawab "Yes, they will arrive in an hour," ujar wartawan Fox Sport Meksiko.

Akhirnya, Timnas Inggris pun muncul. Suporter Meksiko langsung meneriaki mereka 'huhuhuhu'. Namun, Inggris merupakan tim bermental baja.

Jude Bellingham dkk. masuk begitu saja ke hotel diiringi dengan lagu The Beatles - Yesterday, yang dimainkan para staf hotel dengan alat tradisional Meksiko yang mirip angklung, Zampoña.

Sepanjang malam penjagaan ketat oleh kepolisian, mengingat sebelumnya Timnas Ekuador kena 'teror' suporter Meksiko saat babak 32 besar FIFA World Cup 2026.

Mengenal Sejarah Meksiko

Fuente de Cibeles Mexico City, Jadi Tempat Berpesta Madrid & Barcelona

Hari kedua pun datang, Sabtu (4/7/2026), rombongan Coca-Cola dari media dan pemenang challenge dari Indonesia menikmati city tour.

Monumen bersejarah pertama yang kami kunjungi adalah Fuente de Cibeles. Fuente de Cibeles di Mexico City merupakan tiruan monumen serupa yang berada di Madrid, Spanyol.

Wajar saja, Meksiko merupakan negara bekas jajahan Spanyol. Fuente de Cibeles di Mexico City didirikan pada 5 September 1980. Seperti di Madrid, di sini juga menjadi tempat titik kumpul jika Real Madrid menjadi juara kompetisi bergengsi.

Namun, bedanya. Jika di Mexico City, terkadang fans Barcelona juga merayakan gelar juara di sini.

El Ángel de la Independencia, Monumental Bersejarah Meksiko

Setelah mengunjungi, Fuente de Cibeles, saya bersama rombongan mengunjungi El Ángel de la Independencia atau Monumen Malaikat. Monumen ini dibuat pada 1910 untuk memperingati 100 tahun kemerdekaan Meksiko.

Monumen ini hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Fuente de Cibeles. Monumen Malaikat juga menjadi titik kumpul warga Meksiko saat merayakan kemenangan Timnas Meksiko di FIFA World Cup 2026, juga menjadi tempat perayaan apa pun yang menyangkut Negeri Sombrero.

Monumento a la Revolución & Palacio de Bellas Artes

Perjalanan berlanjut menuju Monumento a la Revolución, salah satu monumen terbesar di dunia yang didedikasikan untuk mengenang Revolusi Meksiko.

Setelah itu, rombongan datang ke Palacio de Bellas Artes. Ini merupakan pusat kebudayaan paling ikonis di Mexico City.

Palacio de Bella Artes disebut juga sebagai Gedung Kesenian Mexico City. Ini merupakan rumah bagi pertunjukan opera, konser musik klasik, sekaligus museum seni.

Bangunan luarnya sangat identik dengan gaya khas Spanyol, gaya Art Nouveau dengan balutan marmer putih Carrara serta kubah berwarna kuning-oranye yang mencolok.

Dalamnya, bagaikan kita masuk ke sebuah opera bersejarah di Eropa, mengusung konsep Art Deco lengkap dengan lampu gantung kristal dan ornamen yang terinspirasi dari kebudayaan Maya serta Aztec.

Pembangunan Palacio de Bella Artes dimulai pada 1904 atas prakarsa Presiden Porfirio Díaz sebagai bagian dari perayaan seabad Kemerdekaan Meksiko.

Casa de los Azulejos. (BolaSkor.com/Tengku Sufiyanto)

Casa de los Azulejos, Restoran Terkenal Punya Orang Terkaya di Meksiko

Tak jauh dari Palacio de Bella Artes, terletak Casa de los Azulejos atau House of Tiles. Bangunannya mengingatkan kita dengan seni khas Spanyol di era 1890 an.

Kini bangunan bersejarah tersebut difungsikan sebagai restoran Sanborns. Menariknya, jaringan restoran ini dimiliki oleh Carlos Slim Helú, orang terkaya di Meksiko.

Museo del Templo Mayor, Awal Peradaban Suku Aztec, Nenek Moyang Orang Meksiko

Perjalanan berlanjut ke Museo del Templo Mayor. Di sinilah dimulai peradaban orang Meksiko. Kuil utama peradaban Aztec ketika kota ini masih bernama Tenochtitlan.

Restoran Enak, Bagi yang Rindu Masakan Tanah Air

Setelah jalan seharian, perut terasa lapar. Akhirnya, rombongan membuat keputusan untuk makan masakan Indonesia. Rindu kepada masakan Tanah Air, memuncak setelah mencoba Burritos hingga Nachos.

Enak, begitu nama restaurannya. Restoran ini terletak di jantung kota Mexico City. Restoran ini milik orang Indonesia asli yang sudah lama tinggal di Meksiko, Renta Uli Panggabean.

Menunya ada Nasi Goreng, Sate Ayam, Gado-gado, hingga Ayam Penyet. Harganya dari 155 - 300 peso atau sekitar dari 200 - 400 ribu rupiah.

Saya jatuhkan pilihan kepada nasi goreng. Rasanya benar-benar membuat lidah kembali mengenang Tanah Air. Mengobati kerinduan akan masakan Indonesia.

"Saya biasanya mendapatkan bahan-bahan rempah-rempat menitip dari orang Indonesia di Amerika Serikat yang pulang ke Tanah Air. Saya juga kadang diminta untuk KBRI di Meksiko masak, jika ada acara," ujar Uli saat diwawancarai BolaSkor.com, Sabtu (4/7/2026).

Bertemu Dua Legenda, Peter Crouch dan Kasper Schmeichel

Perut kenyang, saatnya balik ke hotel. Di hotel, durian runtuh didapat. Tak sengaja, saya mengenal wajah seorang mantan pesepak bola terkenal dunia.

Ya, dia adalah Peter Crouch. Tanpa ragu-ragu saya meminta izin untuk video say hello kepadanya. Dia pun menerima permintaan saya dengan ramah.

Setelah itu, durian runtuh lainnya saya bertemu mantan kiper Timnas Denmark sekaligus anak sang legenda Mancester United, Peter Schmeichel, yakni Kasper Schmeichel.

Sama seperti Peter Crouch, eks pemain yang membawa Leicester City juara Premier League 2016 ini langsung menghampiri saya saat meminta izin untuk berswa foto.

Gilaaak!! Ungkapan yang keluar dari mulut saya, setelah merasakan momen FIFA World Cup 2026 bersama Coca-Cola.

Teror Suporter Meksiko Terhadap Timnas Inggris

Rutinitas yang panjang seharian penuh, saat waktunya beristirahat. Namun, malam itu serasa perayaan gelar juara. Petasan di mana-mana di sekitar hotel.

Musik keras terdengar diringi chant suporter. Benar saja, suporter Meksiko melakukan teror di depan tempat hotel menginap Timnas Inggris.

'Acara' ini dimulai dari pukul 24.00 sampai 02.00 waktu Meksiko. Saya mencoba turun dari hotel merekam langsung momen ini.

Polisi hanya berjaga saja tidak membubarkan, sepertinya memang disengaja hahaha. Setelah 2 jam lamanya, baru suporter dibubarkan.

Beribadah di Kuil Sepak Bola

Jurnalis BolaSkor.com, Tengku Sufiyanto menginjakkan kaki di Estadio Azteca. (BolaSkor.com/Tengku Sufiyanto)

Tiba juga akhirnya hari pertandingan, Minggu (5/7/2026), rombongan berangkat dari pukul 14.00 waktu Meksiko. Pertandingan Meksiko vs Inggris baru diselenggarakan pada pukul 18.00 WIB.

Sepanjang perjalanan, hujan lebat terjadi. Namun, suporter Meksiko seperti menganggap hujan sebagai berkah, tak ada yang berteduh, semua turun ke jalan. Ada pawai, ada chant, ada yang menari, bernyanyi, sampai berjalan kaki menuju stadion.

Akhirnya setelah menempuh perjalanan 45 menit, tiba juga di Estadio Ciudad de Mexico atau Estadio Azteca. Kaki bergetar, jantung berdebar, tangan keringatan.

Tangis haru membasahi wajah saya, ini adalah 'Kuil Sepak Bola'. Di sini dua legenda hebat sepak bola dunia, Pele (Brasil) dan Diego Armando Maradona (Argentina) mengangkat trofi.

Pele angkat piala setelah Brasil menumbangkan Italia 4-1 di Piala Dunia 1970, tepatnya tanggal 21 Juni 1970. Ini gelar ketiga bagi Brasil.

16 tahun kemudian, giliran Maradona yang mengguncang Azteca membawa Argentina menjadi juara dunia kedua kalinya, mengalahkan Jerman Barat 3-2 pada tanggal 29 Juni 1986.

Di sini juga menjadi tempat bersejarah bagaimana Gol Tangan Tuhan Maradona tercipta saat melawan Inggris di Piala Dunia 1986. Serta gol solo run Sang Bocah Ajaib melawan Inggris.

Estadio Azteca menjadi satu-satunya stadion yang menggelar Piala Dunia dalam 3 edisi berbeda (1970, 1986, dan 2026). Stadion Azteca memiliki bentuk yang identik tanpa lintasan lari, bangunan khas Spanyol, namun rumputnya sangat gurih bagi pemain sepak bola.

Rombongan Coca-Cola Indonesia menginjakkan kaki di Estadio Azteca. (BolaSkor.com/Tengku Sufiyanto)

"Akhirnya saya naik haji, bisa beribadah,". Ini ungkapan yang terlontar dari mulut. Estadio Azteca tempat bersjarah bagi sepak bola dunia, dan meliput FIFA World Cup adalah pencapaian terbesar seorang jurnalis sepak bola.

Tak bisa dibayangkan menginjakkan kaki di sini, menyaksikan Piala Dunia 2026. Semua suporter chant, baik Meksiko dan Inggris.

Suporter Inggris tak berhenti-hentinya menyanyikan lagi "It's Coming Home" serta "Wonderwall - Oasis". Pertandingan ditunda 1 jam akibat hujan petir, tidak menyurutkan atmosfer pertandingan.

Pertandingan bejalan seru saling berbalas gol. Pada akhirnya, Estadio Azteca menjadi 'rumah ' bagi Timnas Inggris.

Inggris menang 3-2 atas Meksiko. Ini menjadi kekalahan pertana El Tricolor sejak 2013 di Estadio Azteca. Serta meruntuhkan mimpi Meksiko melaju ke perempat final FIFA World Cup 2026.

Dari 270 juta masyarakat Indonesia, saya menjadi orang paling beruntung bisa 'beribadah' di Kuil Sepak Bola, Estadio Azteca. Hanya hitungan jari mungkin orang Indonesia bisa menginjakan kaki di sini.

Tulisan ini disajikan dengan bahasa gaya artikel blog namun tetap mengungkapkan fakta sesuai kaidah jurnalistik.

Baca Artikel Asli