BolaSkor.com - UEFA melakukan manuver dalam rangka mengagalkan rencana FIFA menjual saham Piala Dunia. Sebagai langkah awal, Federasi Sepak Bola Eropa itu memastikan tidak akan ambil bagian pada seluruh kompetisi yang diselenggarakan FIFA.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, membuat kejutan dengan mengumumkan rencana penjualan sebagian saham Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprises.
Baca Juga:
Erick Thohir Dukung FIFA Jual Sebagian Saham Piala Dunia, PSSI Berpeluang Dapat Rp360 Miliar
Harapannya, penjualan saham itu akan menghimpun dana hingga 20 miliar dolar Amerika Serikat.
Selain itu, FIFA juga menawarkan potensi pendapatan lebih dari 80 juta dolar Amerika Serikat kepada masing-masing anggota jika proposal disetujui.
UEFA Menantang FIFA
Namun, rencana FIFA tidak berjalan lancar. Sebab, UEFA secara resmi telah mengirimkan penolakan.
Menurut UEFA, rencana FIFA tersebut bukanlah cerminan dari sifat sportivitas. Apalagi, Piala Dunia dianggap bukan aset untuk diperjualbelikan.
Baca Juga:
Ramai Isu Penjualan Saham Piala Dunia, Mantan Presiden FIFA Kecam Gianni Infantino
UEFA juga merasa rencana tersebut datang sekonyong-konyong tanpa adanya diskusi dan sosialisasi.
UEFA Ogah Main di Kompetisi FIFA
Bahkan, penolakan UEFA juga disertai ancaman. UEFA memastikan seluruh anggota yang berjumlah 55 tidak akan ambil bagian pada kompetisi FIFA jika rencana tersebut masih dijalankan.
Itu artinya, negara-negara besar Eropa di sepak bola, seperti Jerman, Belanda, Spanyol, dan Italia tidak akan bermain di Piala Dunia putra atau putri.
Apa yang dilakukan UEFA juga diikuti Concacaf yang menaungi sepak bola di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia. Sebanyak 41 anggota Concacaf memastikan menolak rencana FIFA menjual Piala Dunia ke investor.
Keputusan Akhir di Tangan Anggota

Presiden FIFA Gianni Infantino dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (PSSI)
Menurut laporan ESPN, FIFA menetapkan tenggat hingga 19 September kepada anggotanya untuk menerima atau menolak proposal itu.
Penjualan Piala Dunia baru bisa dilakukan jika dari 211 anggota FIFA lebih banyak yang setuju dengan rencana itu.
Baca Juga:
FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Gianni Infantino Dikritik PM Inggris dan FA
Menariknya, manuver FIFA itu juga mengancam masa depan Gianni Infantino sebagai pemimpin. Kabarnya, mulai ada usul mosi tidak percaya kepada Infantino.
Dengan demikian, Gianni Infantino bisa saja lengser sebelum pemilihan presiden FIFA yang baru pada Maret tahun depan di Rabat, Maroko.