BolaSkor.com - Sosok asal Brasil yang menjadi salah satu orang paling bersinar di sepak bola Indonesia kala menjadi pemain, Carlos de Mello, tertarik untuk kembali ke Indonesia. Ia berharap suatu hari bisa menangani Madura United.
Hal ini disampaikan setelah disinggung Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, yang diwawancarai media Brasil ketika hadir di Rusia menyaksikan partai Piala Dunia 2018. Achsanul Qosasi menarik perhatian media Brasil karena mengenakan jersey Timnas Brasil.
Wawancara media Brasil juga diinformasikan Achsanul Qosasi di akun Instagram-nya. Menurut Achsanul, wawancara juga membahas pemain Brasil di Indonesia, Fabiano Beltrame dan Carlos de Mello.
"Ia pemain yang hebat yang bermain di Liga Super Indonesia selama sekitar 10 tahun. Ia adalah bintang yang dikenal sebagai Carlos Branco de Mello," kata Achsanul Qosasi soal Carlos de Mello seperti dikutip dari Sao Goncalo.
"Klub saya, datang mencari dia untuk pelatih. Siapa tahu dapat membawanya dalam beberapa tahun ke depan untuk bekerja dengan kami," jelas Achsanul seperti dilaporkan media tersebut.
Carlos de Mello dijelaskan saat ini menangani Bela Vista dari Niteroi di kompetisi Seri B2. Carlos de Mello mengaku terhormat dengan pengakuan terhadap kariernya.
"Saya menghabiskan 17 tahun di sana dan saya dapat mengatakan bahwa itu (Indonesia) adalah negara kedua. Saya senang atas pengakuan. Qosasi adalah teman dan saya berharap suatu hari dapat bekerja dengannya di Madura," ujar Carlos de Mello.
Carlos de Mello mulai berkarier di Indonesia sejak 1994. Di musim pertamanya, ia langsung mendapat sorotan. Bersama Jacksen F. Tiago, ia membawa Petrokimia Putra menjadi runner-up liga.
Carlos de Mello melanjutkan karier di Indonesia dengan membela Persebaya Surabaya pada musim 1996-1997. Bersama Persebaya, ia merasakan gelar juara di tahun keduanya.
Ia kembali merasakan gelar ketika membela PSM Makassar pada 1999-2000. Saat itu, ia setim dengan Bima Sakti, Kurniawan, Miro Baldo Bento dan membuat PSM menjadi tim yang menakutkan.
Carlos de Mello juga menghiasi sepak bola Indonesia sebagai pelatih. Terakhir ia dilaporkan menangani PSGC Ciamis sebelum berpisah pada Juni 2017.