Piala Dunia

4 Laga Babak 16 Besar Piala Dunia Paling Bersejarah: Mbappe Hempaskan Messi, Hingga Gol Emas Ahn Jung-hwan

Begitu banyak laga yang cukup berkesan di babak 16 besar piala dunia sepanjang sejarah. Berikut 4 pertandingan yang paling bersejarah versi BolaSkor.
BolaSkorBolaSkor - Sabtu, 04 Juli 2026
4 Laga Babak 16 Besar Piala Dunia Paling Bersejarah: Mbappe Hempaskan Messi, Hingga Gol Emas Ahn Jung-hwan
Lionel Messi dan Kylian Mbappe usai laga 16 besar Piala Dunia 2018. (FIFA)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Piala Dunia 2026 telah memasuki babak 16 besar. Fase gugur pentas empat tahunan itu kerap menampilkan pertandingan-pertandingan yang seru dan terus diingat sepanjang masa.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, fase gugur piala dunia edisi kali ini memiliki satu pertandingan lebih banyak dari biasanya. Hal tersebut dikarenakan bertambahnya kontestan dari 32 negara menjadi 48 tim.

Praktis, fase gugur yang tadinya dimulai dari babak 16 besar, kini harus melewati babak 32 besar terlebih dahulu.

Baca Juga:

Nostalgia Piala Dunia: Misteri dan Konspirasi Ronaldo di Final 1998

Nostalgia Piala Dunia 2002: Kontroversi Superioritas Korea Selatan Bikin Italia dan Spanyol Merana

8 Kontroversi Besar dalam Sejarah Piala Dunia

Sepanjang sejarah, ada beberapa laga babak 16 besar yang pasti selalu diingat oleh para pecinta sepak bola. Berikut empat laga babak 16 besar piala dunia paling bersejarah menurut BolaSkor.com.

Prancis vs Argentina (2018)

Bek Prancis, Benjamin Pavard, saat mencetak gol ke gawang Argentina di Piala Dunia 2018. (FIFA)
Bek Prancis, Benjamin Pavard, saat mencetak gol ke gawang Argentina di Piala Dunia 2018. (FIFA)

Pertemuan Prancis dan Argentina di babak 16 besar pada Piala Dunia 2018 menjadi salah satu tontonan yang ditunggu-tunggu tidak hanya oleh pendukung dari kedua tim itu, tetapi juga pecinta sepak bola secara keseluruhan.

Saat itu, Prancis dihuni oleh para pemain hebat yang tengah dalam masa jayanya, seperti Antoine Griezmann, Hugo Lloris, Raphael Carane, Paul Pogba, dan N'Golo Kante. Kylian Mbappe yang masih berusia 19 tahun juga menjadi salah satu yang disorot di ajang yang digelar di Rusia itu.

Hasilnya, Prancis menang atas Argentina dengan skor 4-3 dalam laga yang penuh dengan jual beli serangan tersebut. Prancis unggul terlebih dahulu lewat gol dari titik putih yang dicetak oleh Griezmann (13'). Namun, Argentina berbalik unggul lewat gol yang dicetak oleh Angel Di Maria (41') dan Gabriel Mercado (48').

Prancis kemudian mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-57 lewat gol Benjamin Pavard yang juga menjadi salah satu gol terbaik sepanjang sejarah piala dunia. Dua gol tambahan dari Kulian Mbappe pada menit ke-64 dan ke-68 memastikan tim berjuluk Les Bleus melaju ke perempat final.

Sergio Aguero sejatinya sukses mencetak gol pada menit ke-93', tetapi waktu tak cukup bagi tim berjuluk Albicelestes itu untuk mengejar ketertinggalan gol. Prancis pun kemudian melangkah jauh dan sukses menjadi juara Piala Dunia 2018.

Korea Selatan vs Italia (2002)

Selebrasi penggawa Timnas Korea Selatan, Ahn Jung-hwan, usai mencetak gol ke gawang Italia di Piala Dunia 2002. (FIFA)
Selebrasi penggawa Timnas Korea Selatan, Ahn Jung-hwan, usai mencetak gol ke gawang Italia di Piala Dunia 2002. (FIFA)

Laga antara Korea Selatan kontra Italia pada Piala Dunia 2002 juga menjadi salah satu pertandingan yang akan terus diingat, terutama bagi pendukung Italia. Duel yang digelar di Korea Selatan itu penuh kontroversi dan meninggalkan bekas menyakitkan bagi warga Italia dan juga penggemarnya.

Gianluigi Buffon dan kolega harus angkat koper lebih cepat usai kalah dengan skor 1-2. Waktu 90 menit berakhir dengan skor imbang 1-1 dan laga pun berlanjut ka babak tambahan saat itu.

Gol Ahn Junghwan pada menit ke-117 langsung menyudahi pertandingan karena saat itu, piala dunia masih menggunakan format golden goal, di mana tim pertama yang mencetak gol pada babak tambahan langsung berhak menjadi pemenang.

Laga tersebut sangat diingat dan bersejarah karena sepanjang laga, keputusan dari wasit yang memimpin pertandingan, yakni Byron Moreno, dianggap berat sebelah ke tuan rumah dan merugikan Italia.

Beberapa keputusan yang dipertanyakan ialah penalti yang didapatkan Korea Selatan pada awal pertandingan, kartu merah untuk Francesco Totti, gol Damiano Tommasi yang dianulir, serta permainan keras dari pemain Korea Selatan yang dibiarkan tanpa adanya pelanggaran dan kartu dari wasit.

Pertandingan itu juga berpengaruh terhadap karier Ahn Junghwan yang saat itu membela tim Italia, Perugia. Pemilik klub, Luciano Gaucci, langsung mengakhiri kontrak penyerang Korea Selatan tersebut.

Portugal vs Belanda (2006)

Deco diganjar kartu merah saat Portugal menghadapi Belanda di babak 16 besar Piala Dunia 2006. (FIFA)
Deco diganjar kartu merah saat Portugal menghadapi Belanda di babak 16 besar Piala Dunia 2006. (FIFA)

Laga antara Portugal dan Belanda di babak 16 besar Piala Dunia 2006 juga menjadi salah satu yang tercatat dalam sejarah. Duel tersebut dikenal dengan nama 'Battle of Nuremberg'.

Tercatat hanya tercipta satu gol dalam pertandingan tersebut dengan Portugal yang keluar sebagai pemenang. Lantas, mengapa laga minim gol itu sangat diingat?

Jawabannya ialah karena betapa kerasnya laga berjalan. Kedua tim sama-sama bermain keras yang menghasilkan total 16 kartu kuning dan empat kartu merah. Itu menjadi pertandingan piala dunia dengan jumlah kartu terbanyak sepanjang sejarah.

Belgia vs Jepang (2018)

Belgia vs Jepang di Piala Dunia 2018. (FIFA)
Belgia vs Jepang di Piala Dunia 2018. (FIFA)

Salah satu laga yang juga cukup berkesan dan dikenang ialah duel antara Belgia dan Jepang di Piala Dunia 2018 yang berakhir dengan skor 3-2 untuk Belgia.

Jepang berhasil unggul 2-0 terlebih dahulu lewat gol yang dicetak Genki Haraguchi (48') dan Takashi Inui (52'), Belgia kemudian menyamakan kedudukan dengan gol dari Jan Vertonghen (69') dan Marouane Fellaini (74').

Kedua tim kemudian bersaing sengit pada 15 menit terakhir pertandingan. Belgia akhirnya keluar sebagai pemenang lewat gol pada menit akhir yang dicetak oleh Nacer Chadli.

Gol serangan balik cepat itu berawal dari sang kiper, Thibaut Courtois yang menangkap tendangan sudut dari pemain Jepang, dia langsung menggulirkan bolanya ke kaki Kevin De Bruyne yang kemudian berlari cepat dan memberikan umpan terobosan ke Thomas Meunier di sisi kanan, bola kemudian diumpan ke dalam kotak penalti Jepang, Lukaku membiarkan bola melewati dirinya dan Nacer Chadli yang berdiri bebas sukses menyarangkan bola ke gawang Jepang dan mengakhiri laga dengan kemenangan.

Penulis: Gazza Roosaryatama

Piala Dunia 2026 Trivia Sepak Bola Trivia Piala Dunia Piala Dunia Piala Dunia 2002 Piala Dunia 2018 Piala Dunia 2006 Jerman Lionel Messi Kylian Mbappe Ahn Jung-hwan Feature Piala Dunia

BolaSkor

Admin Bolaskor.com
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Spanyol
Real Madrid Sudah Lakukan Pemeriksaan, Kapan Kylian Mbappe Bisa Kembali Tampil?
Kylian Mbappe mengalami cedera lutut saat membela Prancis. Simak diagnosis, perkiraan waktu pemulihan, dan peluang tampil bersama Real Madrid.
Johan Kristiandi - Minggu, 27 September 2026
Real Madrid Sudah Lakukan Pemeriksaan, Kapan Kylian Mbappe Bisa Kembali Tampil?
Ragam
8 Pelatih Baru di Ajang UEFA Nations League, dari Jurgen Klopp hingga Zinedine Zidane
Jurgen Klopp hingga Zinedine Zidane menjadi delapan pelatih baru di UEFA Nations League 2026-2027. Simak daftar lengkapnya.
Arief Hadi - Kamis, 24 September 2026
8 Pelatih Baru di Ajang UEFA Nations League, dari Jurgen Klopp hingga Zinedine Zidane
Spanyol
Jangan Harap Timnas Inggris Bermain Seperti Spanyol
Anthony Gordon menilai Timnas Inggris tak bisa meniru gaya bermain Spanyol. Ia meminta The Three Lions bangga dengan identitas sepak bola mereka sendiri.
Arief Hadi - Kamis, 24 September 2026
Jangan Harap Timnas Inggris Bermain Seperti Spanyol
Liga Dunia
Alasan Mengapa Cristiano Ronaldo Tak Ikuti Jejak Lionel Messi, Pensiun dari Panggung Internasional
Cristiano Ronaldo sempat mempertimbangkan pensiun dari Timnas Portugal setelah Piala Dunia 2026. Namun, ia memilih bertahan dan mengejar 1.000 gol.
Arief Hadi - Kamis, 24 September 2026
Alasan Mengapa Cristiano Ronaldo Tak Ikuti Jejak Lionel Messi, Pensiun dari Panggung Internasional
Piala Dunia
Virgil van Dijk Dituding Pengaruhi Taktik Belanda di Piala Dunia 2026, Apa Benar?
Virgil van Dijk membantah tudingan dirinya memengaruhi taktik lima bek Belanda di Piala Dunia 2026 dan menyebut isu tersebut sebagai omong kosong.
Arief Hadi - Kamis, 24 September 2026
Virgil van Dijk Dituding Pengaruhi Taktik Belanda di Piala Dunia 2026, Apa Benar?
Italia
Dimulai dari Nol Pasca Gagal Lolos Piala Dunia Tiga Kali Beruntun, Italia Harus Melewati Era Kegelapan
Luca Toni menilai Italia harus memulai dari nol setelah tiga kali gagal lolos ke Piala Dunia dan mendukung Roberto Mancini memimpin perubahan.
Arief Hadi - Rabu, 23 September 2026
Dimulai dari Nol Pasca Gagal Lolos Piala Dunia Tiga Kali Beruntun, Italia Harus Melewati Era Kegelapan
Spanyol
Bukan Hanya Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappe Ingin Makan Malam dengan Sosok Ini
Kylian Mbappe mengungkap sosok yang ingin diajak makan malam. Selain Cristiano Ronaldo, ada legenda basket Michael Jordan hingga nama terkenal lainnya.
Johan Kristiandi - Rabu, 23 September 2026
Bukan Hanya Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappe Ingin Makan Malam dengan Sosok Ini
Inggris
Kylian Mbappe Blak-blakan Mengaku Hampir Pindah ke Liverpool
Kylian Mbappe mengungkap dirinya hampir bergabung dengan Liverpool. Sang ibu bahkan mendorongnya ke Anfield sebelum akhirnya memilih PSG.
Johan Kristiandi - Rabu, 23 September 2026
Kylian Mbappe Blak-blakan Mengaku Hampir Pindah ke Liverpool
Spanyol
Juara Euro dan Piala Dunia, Luis de la Fuente Memburu Rekor Baru dengan Timnas Spanyol
Luis de la Fuente memperpanjang kontrak dengan Spanyol hingga 2032. Usai juara Euro dan Piala Dunia, ia memburu rekor baru bersama La Furia Roja.
Arief Hadi - Selasa, 22 September 2026
Juara Euro dan Piala Dunia, Luis de la Fuente Memburu Rekor Baru dengan Timnas Spanyol
Liga Dunia
Timnas Argentina Menatap Era Baru Tanpa Sang GOAT, Lionel Messi
Argentina memasuki era baru tanpa Lionel Messi. Alexis Mac Allister meminta Tim Tango lebih kuat sebagai tim setelah kehilangan sang GOAT.
Arief Hadi - Selasa, 22 September 2026
Timnas Argentina Menatap Era Baru Tanpa Sang GOAT, Lionel Messi
Bagikan