Piala Dunia

Nostalgia Piala Dunia: Misteri dan Konspirasi Ronaldo di Final 1998

Misteri yang meliputi Ronaldo Nazario pada Final Piala Dunia 1998 menimbulkan konspirasi yang hingga saat ini belum terjawab.
BolaSkorBolaSkor - Kamis, 28 Mei 2026
Nostalgia Piala Dunia: Misteri dan Konspirasi Ronaldo di Final 1998
Ronaldo Nazario (Sportsjoe)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Piala Dunia 2026 akan menjadi gelaran ke-23 pesta akbar sepak bola dunia. Sepanjang bergulirnya ajang tersebut, ada beberapa hal-hal yang menarik dan hingga kini masih menjadi misteri.

Salah satu misteri yang belum terpecahkan ialah mengenai sang legenda, Ronaldo Nazario, di final Piala Dunia 1998. Terdapat konspirasi yang sampai saat ini masih terus diperbincangkan dalam laga tersebut.

Pada 12 Juli 1998, Stade de France di Saint Denis sudah bersiap menggelar laga puncak Piala Dunia antara tuan rumah Prancis melawan juara bertahan Brasil. Laga diprediksi bakal berlangsung ketat dan sengit.

Kala itu tuan rumah memiliki Zinedine Zidane dan Tim Samba Brasil diperkuat sang superbintang Ronaldo Luiz Nazario de Lima. Nama terakhir inilah yang dinanti penggila sepak bola pada laga puncak ini.

Baca Juga:

Nostalgia Piala Dunia 2002: Kontroversi Superioritas Korea Selatan Bikin Italia dan Spanyol Merana

Kilas Balik Piala Dunia 1974: Format Baru, Rekor Gerd Muller, dan Kejayaan Jerman Barat

Kilas Balik Piala Dunia 1970: Trofi Bersejarah Jules Rimet dan Kejayaan Tim Terbaik Sepanjang Masa Brasil di Azteca

Ronaldo, yang kala itu berusia 21 tahun menjadi sosok ditakuti sepanjang tahun. Pemain berjuluk The Phenomenon ini datang ke Piala Dunia 1998 dengan bekal 34 gol bersama Inter Milan. Jumlah gol tersebut diraihnya pada musim perdananya bersama klub Italia tersebut.

Namun, beberapa jam jelang laga final, sosok Ronaldo tak terlihat di kubu Brasil. Bahkan namanya sempat tak tercantum dalam daftar pemain yang bakal diturunkan. Beredar kabar Ronaldo sang fenomena dikabarkan kejang-kejang, mulutnya berbusa, dan tak sadarkan diri di kamar hotelnya.

Tak ada seorangpun yang mengetahui apa yang menimpa Ronaldo. Roberto Carlos yang saat itu menjadi teman sekamarnya pun tak bisa menjelaskan apa yang terjadi. Carlos hanya mengatakan selepas makan siang, semua pemain kembali ke kamar. Tiba-tiba seluruh tubuh Ronaldo bergetar.

Carlos pun panik dan berteriak meminta pertolongan. "Saat melihat apa yang terjadi, saya putus asa. Karena itu sebuah pemandangan yang mengejutkan," ujar Carlos.

Edmundo, pemain Brasil lain yang menyaksikan kejadian juga berbagi apa yang dilihatnya. "Dia terbaring, bergetar, dan memukuli dirinya sendiri. Mulutnya berbusa. Seluruh tubuhnya bergetar."

Pertolongan pertama kemudian diberikan pemain Brasil lain, Cesar Sampaio. Dia membuka mulut Ronaldo dan mencegah sang bintang menelan lidahnya. Setelah itu, Ronaldo tertidur. Tim dokter Brasil meminta rekan-rekannya tak berbicara apapun saat Ronaldo bangun. Namun, para pemain lain sudah terlanjur terkejut, tegang, dan syok.

Akhirnya setelah didesak oleh Leonardo, tim dokter memberitahu Ronaldo apa yang menimpanya dan sang bintang harus menjalani tes. Ronaldo boleh bertanding jika lolos tes tersebut. Saat tim Brasil berangkat ke stadion, Ronaldo dilarikan ke sebuah klinik di Paris. Sekitar 40 menit jelang laga dimulai, Ronaldo muncul dan meminta pelatih Mario Zagallo untuk memainkannya.

Ronaldo pun dimainkan dan Prancis menjadi juara dunia setelah menang 3-0. Publik sontak bertanya-tanya mengapa Ronaldo tetap dimainkan meski beberapa jam sebelumnya "sekarat"?.

"Bayangkan jika saya melarangnya bertanding dan Brasil kalah. Saya seperti harus pergi dan hidup di Kutub Utara," ujar Lidio Toledo, dokter tim Brasil.

Jawaban senada datang dari Mario Zagallo. "Jika saya tidak memainkan Ronaldo dan Brasil kalah 3-0, publik akan berkata Zagallo seharusnya memainkan Ronaldo. Dia adalah pemain terbaik dunia."

Hingga saat ini, belum ada yang mengetahui secara pasti apa penyebab yang menimpa Ronaldo. Beberapa bulan lalu, kepada FourFourTwo sang bintang menjelaskan versi dirinya, apa yang menimpanya jelang final Piala Dunia 1998.

"Saya memutuskan beristirahat setelah makan siang. Terakhir yang saya ingat adalah saya pergi ke tempat tidur. Setelah itu, saya kejang. Saya di kelilingi rekan-rekan pemain dan kemudian dokter Lidio Toledo datang. Mereka tak mengatakan apa yang terjadi," ujar Ronaldo.

"Saya kemudian meminta semuanya keluar dari kamar karena saya ingin tidur. Setelah itu Leonardo meminta saya berjalan di taman hotel dan menjelaskan kepada saya apa yang terjadi. Dia bilang saya tak perlu bermain di final," paparnya.

"Tapi setelah pemeriksaan, tak ada yang abnormal, seperti tidak terjadi apapun. Dari klinik kami berangkat ke stadion dan menerima pesan dari Zagallo kalau saya tak bermain. Saya memegang hasil tes, dan dengan lampu hijau dari dokter Toledo saya menhampiri Zagallo dan mengatakan saya baik-baik saja sambil menyerahkan hasil tes. Saya ingin bermain," kisah Ronaldo.

Penjelasan Ronaldo tetap tak menjawab apa penyebab yang menimpannya. Berbagai konspirasi pun bermunculan. Paling tidak ada lima teori konspirasi yang beredar soal apa yang menimpa Ronaldo.

Konspirasi Ronaldo

Konspirasi 1

Nike dan CBF memaksa Ronald bermain

Ronaldo yang baru saja mengalami kejang-kejang beberapa jam sebelum pertandingan tentu tidak berada dalam kondisi fit untuk bertandig. Namun Federasi Sepak Bola Prancis (CBF) dituding ikut campur tangan dan memaksa Ronaldo bermain. CBF memaksa ROnaldo bermain karena terikat kontrak dengan Nike sebagai sponsor.

Konspirasi 2

Brasil "menjual" Piala Dunia

Dalam konspirasi ini disebutkan bahwa para pemain Brasil menerima suap sebesar 23 juta poundsterling untuk mengalah. Brasil dijanjikan akan menjadi tuan rumah pada Piala dunia 2006 dan akan lolos dengan mudah pada Piala Dunia 2002 jika melepas laga kontra Prancis.

Ronaldo menolak untuk ambil bagian dan posisinya digantikan Edmundo. Namun, Ronaldo berubah pikiran karena Nike mengancam akan menarik uang sponsor darinya jika tak tampil di final. Rencananya Brasil kalah lewat golden goal. Namun, Prancis, yang tak mengetahu plot ini justru menghajar Brasil 3-0 dalam 90 menit.

Konspirasi 3

Ronaldo Diracun

Tak sedikit yang percaya semuau ini terjadi karena Ronaldo disabotase oleh tuan rumah Prancis dengan cara memberikan obat tertentu ke dalam makanannya.

Konspirasi 4

Ronaldo tidak sehat

Disebutkan bahwa Ronaldo sebenarnya memiliki masalah kesehatan. Kondisi yang sudah lama di rahasiakan oleh sang bintang.

Konspirasi 5

Pil Biru

Dalam konspirasi ini disebutkan jika dokter sudah memberikan Ronaldo "pil biru" sebagai obat penghilang sakit. Namun obat itu memiliki efek seperti obat bius.

Empat tahun kemudian, Ronaldo kembali tampil di final Piala Dunia. Kali ini dia tak mengalami masalah dan Brasil pun menjadi juara dunia. Kabut yang membayanginya sontak terhapus setelah sang bintang akhirnya mengangkat trofi.

Meski begitu, apa yang terjadi pada Piala Dunia 1998 masihlah menjadi misteri terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

Piala Dunia Feature Piala Dunia Trivia Piala Dunia Piala Dunia 2026 Ronaldo Nazario Timnas Brasil Piala Dunia 1998

BolaSkor

Admin Bolaskor.com
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Dunia
FIFA Sanksi Argentina Terkait Keributan di Final Piala Dunia 2026, Satu Pemain Dihukum Larangan Bermain 10 Laga
Buntut keributan final Piala Dunia 2026, FIFA menghukum Leandro Paredes 10 laga. AFA juga didenda dan berencana mengajukan banding.
Arief Hadi - Sabtu, 22 Agustus 2026
FIFA Sanksi Argentina Terkait Keributan di Final Piala Dunia 2026, Satu Pemain Dihukum Larangan Bermain 10 Laga
Spanyol
Tips Cara Membangun Kekuatan Tubuh dan Otot dari Juara Piala Dunia 2026
Ferran Torres membagikan rutinitas latihan untuk menjaga fisik dan membentuk otot, mulai dari pull-up, push-up, squat hingga crunch.
Arief Hadi - Kamis, 20 Agustus 2026
Tips Cara Membangun Kekuatan Tubuh dan Otot dari Juara Piala Dunia 2026
Liga Dunia
Kritik Gianni Infantino, COO FIFA Mengundurkan Diri
COO FIFA Kevin Lamour mengundurkan diri setelah mengkritik Gianni Infantino. Simak konflik internal FIFA dan ancaman pencalonan Infantino.
Arief Hadi - Selasa, 18 Agustus 2026
Kritik Gianni Infantino, COO FIFA Mengundurkan Diri
Spanyol
LaLiga 2026-2027 Dimulai, Mengapa Barcelona dan Real Madrid Tak Bermain di Akhir Pekan Ini?
LaLiga 2026-2027 dimulai akhir pekan ini tanpa Barcelona dan Real Madrid. Simak alasan kedua raksasa Spanyol absen di pekan pertama.
Arief Hadi - Sabtu, 15 Agustus 2026
LaLiga 2026-2027 Dimulai, Mengapa Barcelona dan Real Madrid Tak Bermain di Akhir Pekan Ini?
Piala Asia
India Resmi Mundur dari FIFA ASEAN Cup, Lebih Pilih Hadapi Brasil Ketimbang Indonesia
India secara resmi mengumumkan bahwa mereka mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 karena memilih untuk uji coba dengan Brasil dan satu negara kuat lainnya
BolaSkor - Kamis, 13 Agustus 2026
India Resmi Mundur dari FIFA ASEAN Cup, Lebih Pilih Hadapi Brasil Ketimbang Indonesia
Liga Dunia
Eks Pelatih Liverpool, Arne Slot Tuturkan Alasan Tolak Tawaran Menangani Timnas Belanda
Arne Slot mengungkap alasan menolak tawaran melatih timnas Belanda. Bukan soal gaji atau kontrak, Slot masih ingin bekerja setiap hari di level klub.
Arief Hadi - Rabu, 12 Agustus 2026
Eks Pelatih Liverpool, Arne Slot Tuturkan Alasan Tolak Tawaran Menangani Timnas Belanda
Liga Dunia
Argentina Tidak Akan Memaksa Lionel Messi Bermain di Copa America 2028
AFA menegaskan Lionel Messi bebas menentukan masa depannya bersama Argentina, termasuk keputusan tampil atau tidak di Copa America 2028.
Arief Hadi - Minggu, 09 Agustus 2026
Argentina Tidak Akan Memaksa Lionel Messi Bermain di Copa America 2028
Timnas
Calon Lawan Timnas Indonesia Pertimbangkan Mundur dari FIFA ASEAN Cup demi Hadapi Brasil
India dikabarkan mempertimbangkan mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia demi laga uji coba melawan Brasil. AIFF menuai kritik dari Bhaichung Bhutia.
Rizqi Ariandi - Jumat, 07 Agustus 2026
Calon Lawan Timnas Indonesia Pertimbangkan Mundur dari FIFA ASEAN Cup demi Hadapi Brasil
Internasional
Sukses di Piala Dunia 2026, Kanada Investasikan Rp12 Triliun untuk Olahraga
Kanada mengalokasikan investasi terbesar sepanjang sejarah senilai Rp12 triliun untuk olahraga usai Piala Dunia 2026. Dana difokuskan pada pembangunan fasilitas dan pembinaan atlet muda.
Rizqi Ariandi - Kamis, 06 Agustus 2026
Sukses di Piala Dunia 2026, Kanada Investasikan Rp12 Triliun untuk Olahraga
Piala Dunia
Eks Wakil Presiden Angkat Bicara, Sebut FIFA dan Gianni Infantino Melakukan Pemerasan
Eks Wakil Presiden FIFA Pangeran Ali menuding Gianni Infantino melakukan pemerasan terkait hadiah uang Yordania dan dukungan politik.
Arief Hadi - Rabu, 05 Agustus 2026
Eks Wakil Presiden Angkat Bicara, Sebut FIFA dan Gianni Infantino Melakukan Pemerasan
Bagikan