Piala Dunia

Kilas Balik Piala Dunia 1974: Format Baru, Rekor Gerd Muller, dan Kejayaan Jerman Barat

Piala Dunia 1974 menghadirkan format baru, lahirnya trofi FIFA World Cup, serta kejayaan Jerman Barat atas Belanda di final. Simak perjalanan Der Panzer dan rekor bersejarah Gerd Muller yang bertahan puluhan tahun.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Selasa, 26 Mei 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1974: Format Baru, Rekor Gerd Muller, dan Kejayaan Jerman Barat
Piala Dunia 1974 (SkySports)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - BolaSkor kembali melanjutkan ulasan bertajuk kilas balik untuk menyambut Piala Dunia 2026. Kali ini, edisi yang dibahas adalah Piala Dunia 1974.

Piala Dunia 1974 digelar di Jerman Barat pada 13 Juni hingga 7 Juli 1974.

Jerman Barat terpilih sebagai tuan rumah berkat lobi-lobi. Jerman Barat berhasil membujuk Spanyol untuk memberikan dukungan melangkah sebagai tuan rumah Piala Dunia 1974.

Baca Juga:

Kilas Balik Piala Dunia 1970: Trofi Bersejarah Jules Rimet dan Kejayaan Tim Terbaik Sepanjang Masa Brasil di Azteca

Kilas Balik Piala Dunia 1966: Kontroversi Gol Hantu dan Football's Coming Home

Kilas Balik Piala Dunia: Seikat Mawar Penghapus Ketegangan di Antara Amerika Serikat dan Iran

Sebagai gantinya, Jerman Barat mempersilakan Spanyol mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 1982 tanpa pesaing.

Piala Dunia 1974 juga menjadi awal lahirnya trofi baru yang dibuat oleh pematung asal Italia, Silvio Gazzaniga.

Trofi Jules Rimet yang sebelumnya menjadi lambang supremasi tertinggi sepak bola dunia diberikan secara permanen kepada Brasil yang berhasil meraih tiga gelar. Sayangnya, trofi tersebut kemudian dicuri.

Format Baru pada Piala Dunia

Menariknya, Piala Dunia 1974 digelar dengan format baru. Pertama, sebanyak 16 tim dibagi menjadi empat grup.

Kemudian, peringkat satu dan dua dari setiap grup melangkah ke babak selanjutnya. Babak yang dimaksud adalah fase grup lainnya yang dibagi menjadi dua.

Itu artinya, pada babak grup kedua kali ini dua grup yang tersedia dihuni oleh masing-masing empat tim.

Peringkat pertama pada masing-masing grup di fase itu mendapatkan tiket final. Sementara itu, posisi kedua melaju ke perebutan tempat ketiga.

FIFA beralasan sistem tersebut dipilih karena akan menyajikan pertandingan kompetitif yang lebih banyak.

Perjalanan Jerman Barat Juara Piala Dunia 1974

Logo Piala Dunia 1974 (wikimedia)

Sang juara, Jerman Barat, berada di Grup 1 bersama Jerman Timur, Chile, dan Australia.

Jerman Barat gagal menjadi juara grup setelah hanya meraih empat poin dari tiga pertandingan.

Sementara itu, posisi puncak menjadi milik Jerman Timur yang mengoleksi lima poin.

Pada babak grup kedua, Jerman Barat tergabung di Grup B bersama Polandia, Swedia, dan Yugoslavia. Jerman Barat menyapu bersih ketiga pertandingan dengan kemenangan.

Dengan demikian, perolehan enam poin membawa Jerman Barat melaju ke final dengan status juara Grup B.

Duel Panas Kontra Belanda di Final

Pada laga puncak, Jerman Barat ditantang Belanda. Pada era itu, Belanda sedang memuncaki sepak bola Eropa dengan gaya main total football.

Nama Johann Cruyff juga sedang harum pada saat itu. Ia membawa Belanda memuncaki klasemen Grup A sehingga berhak atas tiket final.

Duel final digelar di Stadion Olimpiade Munchen pada 7 Juli 1974. Laga itu dipenuhi pendukung tuan rumah dengan jumlah total penonton mencapai 75.200 orang.

Sementara itu, wasit asal Inggris, Jack Taylor, ditugaskan menjadi pengadil.

Belanda yang mengusung misi mempermalukan Jerman di depan pendukung sendiri unggul cepat pada awal babak pertama.

Wasit menunjuk titik putih setelah Cruyff dijatuhkan di kotak terlarang.

Final Piala Dunia 1974 (Daily Mail)

Johan Neeskens yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan baik.

Unggul 1-0 justru membuat Belanda kehilangan fokus. Akibatnya, pemain Belanda melakukan pelanggaran kepada Bernd Hoelzenbein di kotak penalti.

Paul Breitner yang mendapatkan kepercayaan sebagai aksekutor tidak membuang kesempatan untuk menyamakan kedudukan.

Der Panzer pun mencatatkan comeback setelah Gerd Muller mendulang gol pada menit ke-43.

Muller melakukan gerakan memutar di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan ke sudut gawang.

Skor 2-1 untuk kemenangan skuad asuhan Helmut Schon itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dengan demikian, Jerman Barat menjadi negara Eropa pertama yang secara beruntun meraih gelar Piala Eropa (1972) dan Piala Dunia (1974).

Rekor Gerd Muller

Timnas Jerman Barat (sportsnet)

Piala Dunia 1974 juga menjadi catatan spesial dalam karier Gerd Muller.

Dengan total 14 gol di Piala Dunia 1970 dan 1974, Muller menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia saat itu, melampaui rekor 13 gol Just Fontaine yang dicetak pada edisi 1958.

Butuh waktu berpuluh-puluh tahun hingga akhirnya rekor itu dipecahkan oleh Ronaldo Nazario (15 gol 2006) dan Miroslav Klose (16 gol 2014).

Piala Dunia 2026 Piala Dunia Kilas Balik Piala Dunia Feature Piala Dunia Breaking News Timnas Jerman

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Spanyol
Terungkap, Lamine Yamal Tidak Bahagia meski Juara Piala Dunia 2026 dengan Spanyol
Lamine Yamal mengaku tidak bahagia dengan penampilannya meski membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026. Ia merasa masih bisa tampil lebih baik.
Arief Hadi - Senin, 14 September 2026
Terungkap, Lamine Yamal Tidak Bahagia meski Juara Piala Dunia 2026 dengan Spanyol
Liga Indonesia
FC Seoul Bakal Turunkan Skuad SMA saat Hadapi Persib Bandung
FC Seoul akan menurunkan pemain muda dari SMA Osan saat menghadapi Persib Bandung di ACL Two 2026/2027. FC Seoul ingin fokus di K League 1.
Rizqi Ariandi - Senin, 14 September 2026
FC Seoul Bakal Turunkan Skuad SMA saat Hadapi Persib Bandung
Liga Indonesia
Ditanya Dukung Persib atau FC Seoul di ACL Two, Ini Jawaban Pelatih Persija Shin Tae-yong
Shin Tae-yong enggan memilih mendukung Persib Bandung atau FC Seoul saat keduanya bertemu di ACL Two 2026/2027. Apa alasannya?
Rizqi Ariandi - Senin, 14 September 2026
Ditanya Dukung Persib atau FC Seoul di ACL Two, Ini Jawaban Pelatih Persija Shin Tae-yong
Liga Indonesia
Persib Diacak-acak Jebolan Akademi Persija, Shin Tae-yong Berikan Respons
Shin Tae-yong menilai Muhammad Rayhan Hannan dan Arlyansyah Abdulmanan mendapat pengalaman berharga setelah tampil apik bersama Persija Jakarta saat mengalahkan Persib Bandung.
Rizqi Ariandi - Senin, 14 September 2026
Persib Diacak-acak Jebolan Akademi Persija, Shin Tae-yong Berikan Respons
Liga Indonesia
Erick Thohir Pastikan Persija Tak Bisa Pakai SUGBK untuk Hadapi Java United
Persija Jakarta tidak bisa menggunakan SUGBK saat menjamu Java United pada pekan ketiga Super League 2026/2027 karena persiapan FIFA ASEAN Cup 2026.
Rizqi Ariandi - Senin, 14 September 2026
Erick Thohir Pastikan Persija Tak Bisa Pakai SUGBK untuk Hadapi Java United
Jadwal
Cara Menonton Como vs Parma Secara Gratis, Disiarkan ANTV
Como vs Parma di Serie A 2026/2027 tayang di ANTV? Cek jadwal, cara menonton gratis, link streaming resmi, prediksi, dan susunan pemain.
Johan Kristiandi - Senin, 14 September 2026
Cara Menonton Como vs Parma Secara Gratis, Disiarkan ANTV
Klasemen
Klasemen Pekan Kedua Super League 2026/2027: Persija 3 Besar, Persib Peringkat Berapa?
Klasemen Super League 2026/2027 terbaru hingga pekan kedua. Persija Jakarta naik ke posisi 3 usai mengalahkan Persib Bandung 2-1 di SUGBK.
Rizqi Ariandi - Senin, 14 September 2026
Klasemen Pekan Kedua Super League 2026/2027: Persija 3 Besar, Persib Peringkat Berapa?
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Inter Milan vs Udinese: Live di ANTV?
Inter Milan vs Udinese di Serie A 2026/2027 tayang di TV mana? Cek jadwal, info siaran ANTV, dan link streaming resmi pertandingan di sini!
Johan Kristiandi - Senin, 14 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Inter Milan vs Udinese: Live di ANTV?
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Como vs Parma: Tuan Rumah di Atas Angin
Prediksi Como vs Parma Serie A 2026/2027 lengkap dengan link streaming, head to head, statistik, dan prakiraan susunan pemain. Simak selengkapnya!
Johan Kristiandi - Senin, 14 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Como vs Parma: Tuan Rumah di Atas Angin
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Leeds United vs Newcastle United: Duel Dua Tim Limbung
Prediksi Leeds United vs Newcastle United di Premier League 2026/2027. Simak link streaming, head to head, prediksi skor, dan susunan pemainnya!
Johan Kristiandi - Senin, 14 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Leeds United vs Newcastle United: Duel Dua Tim Limbung
Bagikan