Piala Dunia

Kilas Balik Piala Dunia: Seikat Mawar Penghapus Ketegangan di Antara Amerika Serikat dan Iran

Iran dan Amerika Serikat pernah bertemu di Piala Dunia 1998 dalam laga sarat tensi politik. Namun, sekuntum mawar putih dan semangat sportivitas justru menjadi simbol perdamaian yang dikenang hingga kini.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Sabtu, 23 Mei 2026
Kilas Balik Piala Dunia: Seikat Mawar Penghapus Ketegangan di Antara Amerika Serikat dan Iran
Ketika timnas Iran dan Amerika Serikat berfoto bersama. (FIFA)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Sepak bola selalu menjadi hiburan masyarakat. Itulah yang terjadi di dunia. Hampir mayoritas penduduk di dunia ini menyukai olahraga paling populer tersebut.

Banyak orang yang memiliki klub atau tim favorit. Namun, jika Piala Dunia sudah dimulai, orang yang tidak menyukai sepak bola pasti ikut memeriahkan dengan menatap layar kaca televisi. Menyaksikan turnamen sepak bola paling akbar di muka bumi ini.

Piala Dunia menjadi panggung para seniman lapangan hijau beraksi. Ajang empat tahunan itu juga menjadi tontonan paling populer di muka bumi ini.

Baca Juga:

Kilas Balik Piala Dunia 1958: Awal Cerita Sang Raja, Pele, dan Kejayaan Brasil yang Menghapus Trauma Maracanazo

Kilas Balik Piala Dunia 1954: Kejayaan Jerman Barat, Mimpi Semu Hungaria, dan Miracle of Bern

Kilas Balik Piala Dunia 1950: Pesta Sepak Bola setelah Perang Dunia II dan Tragedi Maracanazo

Bahkan, Piala Dunia dengan rivalitas di dalamnya bisa menjadi sebuah perdamaian dan persahabatan. Seperti tujuan olah raga termasuk sepak bola, mengedepankan sikap sportif, persahabatan, dan kedamaian.

Hal itu sudah terbukti ketika sebuah laga Grup F Piala Dunia 1998 yang mempertemukan Iran kontra Amerika Serikat di Stade Gerland, Lyon, Prancis, pada 21 Juni. Laga Iran kontra Amerika Serikat memang tak seseru laga klasik Jerman melawan Belanda, atau Argentina menghadapi Brasil.

Panas di Luar Lapangan

Iran vs Amerika Serikat (FIFA)

Akan tetapi, laga Iran kontra Amerika Serikat ketika itu mengundang perhatian internasional. Bagaimana bisa? Karena laga itu dibumbui unsur ketegangan politik antar kedua negara.

Sejak revolusi Iran 1979, Amerika Serikat dan Iran tidak memiliki hubungan diplomatik. Hubungan keduanya diperburuk dengan ketidaksetujuan Amerika Serikat atas program nuklir Iran. Begitupun Iran yang tak setuju dengan kedigdayaan Amerika Serikat yang mengatur dunia, buntut dari kemenangan Perang Dingin melawan Uni Soviet.

Jelang laga Iran kontra Amerika Serikat, isu yang beredar ada tujuh ribu teroris sudah mendapatkan tiket pertandingan. Puluhan ribu demonstran Iran juga bakal berunjuk rasa untuk memproteksi laga tersebut. Akibatnya, pihak keamanan Prancis mengamankan laga tersebut dengan ketat.

Panasnya laga kembali ditambah dengan seruan pemimpin Iran ketika itu, Muhammad Khatami, agar Iran tidak menghampiri Amerika Serikat ketika berjabat tangan. Sesuai aturan FIFA, tim B harus menghampiri tim A untuk berjabat tangan sebelum kick-off. Saat itu, Iran sebagai tim B dan Amerika Serikat tim A.

Media officer Iran, Mehrdad Masoudi, berhasil melakukan negosiasi dengan panitia pelaksana pertandingan dan FIFA. Alhasil, Amerika Serikat yang datang menyalami Iran sesaat sebelum kick off.

Setelah itu, terlihatlah sepak bola sebagai persahabatan dan kedamaian. Penonton bersorak suka cita ketika Iran menyerahkan seikat bunga mawar untuk Amerika Serikat. Ketika sesi foto sebelum kick-off, kedua tim berfoto bersama sambil wasit melepas balon berwarna pink sebagai tanda cinta damai.

Pertandingan Berjalan Sengit

Seikat mawar diberikan pemain Iran untuk Amerika Serikat. (FIFA)

Ketakutan akan terorisme dan demonstrasi tidak terbukti. Semuanya berjalan baik dan penuh sportifitas di dalam lapangan.

Iran yang kala itu diperkuat ehdi Mahdavikia dan Karim Bagheri bermain dominan. Sedangkan Amerika Serikat ketika itu diperkuat Brian McBride, Claudio Reyna, Frankie Hejduk, dan Kasey Keller.

Iran berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 atas Amerika Serikat. Dua gol kemenangan Iran dilesakkan oleh Hamid Estili (40’) dan Mahdavikia (84’). Satu gol Amerika Serikat dicetak oleh Brian McBride (89’).

Meski begitu, keduanya gagal melaju ke babak 16 besar karena kalah bersaing dengan Jerman dan Yugoslavia di Grup F. Namun, laga ini akan selalu diingat sepanjang masa.

Laga di mana seikat mawar bisa menghapus ketegangan politik negara. Serta menegaskan bahwa sepak bola membawa kedamaian.

Laga Amerika Serikat Vs Iran. (Zimbio)

Pertandingan Iran kontra Amerika Serikat kembali terulang di Piala Dunia 2022. Di mana kedua tim tergabung di Grup B bersama Inggris dan Wales.

Ketika itu, Amerika Serikat menekuk Iran dengan skor 1-0 melalui gol Christian Pulisic.

Kini, pada Piala Dunia 2026, ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencuat. Bahkan, Iran sempat mengancam akan menarik diri pada Piala Dunia kali ini.

Kendati demikian, titik terang telah terlihat. Kabar terbaru mengatakan Iran akan tetap ambil bagian. Meski tanpa mawar, perdamaian diharapkan tetap menjadi menu utama pada Piala Dunia 2026.

Piala Dunia 2026 Piala Dunia Feature Piala Dunia Kilas Balik Piala Dunia Breaking News Timnas iran Timnas amerika serikat
Ditulis Oleh

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Posts

19.372

Berita Terkait

Piala Dunia
Mengenal Michel Nkuka Mboladinga, Fans Republik Demokratik Kongo yang 'Mematung' Sepanjang Laga
Michel Nkuka Mboladinga mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 usai berdiri mematung sepanjang laga demi mendukung Republik Demokratik Kongo.
Arief Hadi - Selasa, 23 Juni 2026
Mengenal Michel Nkuka Mboladinga, Fans Republik Demokratik Kongo yang 'Mematung' Sepanjang Laga
Piala Dunia
Alasan Donald Trump Tak Terlihat Menonton Langsung Laga-laga Piala Dunia 2026
Donald Trump belum terlihat menonton langsung Piala Dunia 2026. Simak alasan absennya Presiden AS dan kapan ia dijadwalkan hadir di turnamen.
Arief Hadi - Selasa, 23 Juni 2026
Alasan Donald Trump Tak Terlihat Menonton Langsung Laga-laga Piala Dunia 2026
MotoGP
Marc Marquez Tetap di Ducati Lenovo Hingga MotoGP 2028
Juara dunia MotoGP tujuh kali itu dipastikan masih akan bersama Ducati Lenovo hingga 2028 mendatang.
BolaSkor - Selasa, 23 Juni 2026
Marc Marquez Tetap di Ducati Lenovo Hingga MotoGP 2028
Prediksi
Prediksi Skor Superkomputer Inggris vs Ghana: Kenangan Pahit Carlos Queiroz
Superkomputer Opta memprediksi Inggris mengalahkan Ghana di Piala Dunia 2026. The Three Lions berpeluang besar mengamankan tiket ke 32 besar.
Arief Hadi - Selasa, 23 Juni 2026
Prediksi Skor Superkomputer Inggris vs Ghana: Kenangan Pahit Carlos Queiroz
Piala Dunia
Tutorial Cara Menghentikan Lionel Messi yang Sudah Mencetak 5 Gol di Piala Dunia 2026
Martin Keown mengungkap strategi menghentikan Lionel Messi yang sudah mencetak lima gol di Piala Dunia 2026 dengan pengawalan satu lawan satu.
Arief Hadi - Selasa, 23 Juni 2026
Tutorial Cara Menghentikan Lionel Messi yang Sudah Mencetak 5 Gol di Piala Dunia 2026
Liga Indonesia
Persija Belum Umumkan Rekrutan Baru, Ketua The Jakmania Tak Khawatir
Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, buka suara soal aktivitas transfer Persija Jakarta. Sampai hari ini, Persija belum mengumumkan pemain barunya.
Rizqi Ariandi - Selasa, 23 Juni 2026
Persija Belum Umumkan Rekrutan Baru, Ketua The Jakmania Tak Khawatir
Piala Dunia
Cocok Jadi Tandem Declan Rice, Arsenal Disarankan Rekrut Wonderkid Maroko
Arsenal disarankan merekrut wonderkid Maroko Ayyoub Bouaddi dari Lille. Gelandang 18 tahun itu dinilai cocok menjadi tandem Declan Rice.
Arief Hadi - Selasa, 23 Juni 2026
Cocok Jadi Tandem Declan Rice, Arsenal Disarankan Rekrut Wonderkid Maroko
Piala Dunia
Resep Kebahagiaan Curacao di Piala Dunia 2026, WAGs Diizinkan Menginap
Curacao menerapkan kebijakan unik di Piala Dunia 2026 dengan mengizinkan WAGs menginap bersama pemain demi menjaga kondisi mental dan kebahagiaan tim.
Arief Hadi - Selasa, 23 Juni 2026
Resep Kebahagiaan Curacao di Piala Dunia 2026, WAGs Diizinkan Menginap
Piala Dunia
Mantan Presiden UEFA Prediksi Juara Piala Dunia 2026
Michel Platini memprediksi Portugal menjadi juara Piala Dunia 2026 meski mengakui Prancis memiliki skuad terkuat. Simak alasan lengkapnya.
Arief Hadi - Selasa, 23 Juni 2026
Mantan Presiden UEFA Prediksi Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Michael Owen Yakin Cristiano Ronaldo Akan Hat-trick Lawan Uzbekistan
Michael Owen memprediksi Cristiano Ronaldo akan bangkit saat Portugal menghadapi Uzbekistan. Ronaldo diprediksi mencetak hat-trick.
Rizqi Ariandi - Selasa, 23 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Michael Owen Yakin Cristiano Ronaldo Akan Hat-trick Lawan Uzbekistan
Bagikan