Kilas Balik Piala Dunia

Kilas Balik Piala Dunia 1954: Kejayaan Jerman Barat, Mimpi Semu Hungaria, dan Miracle of Bern

Piala Dunia 1954 melahirkan salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah sepak bola. Hungaria yang tak terkalahkan tumbang dramatis dari Jerman Barat dalam Miracle of Bern!
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Selasa, 19 Mei 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1954: Kejayaan Jerman Barat, Mimpi Semu Hungaria, dan Miracle of Bern
Jerman Barat juara Piala Dunia 1954 (Guardian)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Piala Dunia 1954 menjadi satu di antara edisi yang paling menarik pada awal diselenggarakannya kompetisi empat tahunan tersebut. Saat itulah Hungaria gagal meruntuhkan tembok tinggi yang dibangun Jerman Barat.

Warita bermula dari keputusan FIFA menunjuk Swiss sebagai tuan rumah Piala Dunia 1954.

Swiss terpilih sebagai peringatan ulang tahun FIFA ke-50 di kongres Rio de Janeiro pada 22 Juli 1950.

Dengung Piala Dunia ketika itu sangat terasa karena untuk pertama kalinya disiarkan di televisi.

Baca Juga:

Kilas Balik Piala Dunia 1950: Pesta Sepak Bola setelah Perang Dunia II dan Tragedi Maracanazo

Kilas Balik Piala Dunia 1930-1934: Cerita Awal Perjalanan di Uruguay yang Berlanjut ke Italia

Kilas Balik - Cerita Manis Tim Debutan Kroasia Era Davor Suker di Piala Dunia 1998

Piala Dunia ketika itu diikuti 16 tim yang dibagi menjadi empat grup. Dua tim teratas dari masing-masing grup akan melangkah ke babak gugur.

Pada Grup 1, Brasil dan Yugoslavia secara berurutan menjadi dua tim terbaik. Keduanya mengalahkan Prancis dan Meksiko.

Sementara itu, dari Grup 2, Hungaria dan Jerman Barat yang mendapatkan tiket ke babak selanjutnya.

Beralih ke Grup 3, Uruguay dan Austria melaju ke fase berikutnya setelah masing-masing mengoleksi empat poin.

Dari perwakilan Grup 4, Inggris dan Swiss yang melangkah, sedangkan Italia dan Belgia angkat koper.

Sebagai catatan kaki, pada babak grup Piala Dunia 1954 dua tim unggulan tidak akan saling berhadapan.

Dengan demikian, hanya ada empat pertandingan yang mempertemukan tim unggulan dan non-unggulan.

Hegemoni Hungaria

Timnas Hungaria membobol gawang Uruguay (Guardian)

Jika ada satu tim yang menonjol pada Piala Dunia 1954, Hungaria adalah jawabannya.

Tujuh bulan sebelum kompetisi dimulai, Hungaria sudah unjuk gigi dengan menjadi tim pertama di luar Britania Raya yang membantai Inggris 6-3 di Wembley.

Torehan yang diukir Hungaria pada babak grup pun menjadi bukti. Ferenc Puskas dan kawan-kawan membuat Korea Selatan dan Jerman Barat babak belur.

Korea Selatan digulung sembilan gol tanpa balas, sedangkan Jerman Barat digilas 8-3.

Laju Hungaria pun tidak terbendung pada babak gugur. Di perempat final, Hungaria menumbangkan kekuatan sepak bola Amerika Selatan, Brasil, dengan skor 4-2.

Kemudian, pada empat besar, giliran sang juara bertahan, Uruguay, yang menjadi korban. Brace Sandor Kocsis pada babak tambahan membawa Hungaria menang 4-2.

Menariknya, pada laga final, Hungaria bersua Jerman Barat yang pernah dikalahkan di fase grup.

Miracle of Bern

Tidak heran, hasil pada pertemuan pertama menjadi acuan sejumlah pihak dalam memilih jagoan pada laga final. Hungaria diprediksi akan keluar sebagai pemenang.

Apalagi, catatan pertemuan juga berpihak kepada Magical Magyars. Hungaria mencatatkan delapan kemenangan, enam imbang, dan lima kekalahan.

Pertandingan final pun akhirnya digelar di Wankdorf Stadium, Bern, pada 4 Juli 1954. Ketika itu, setidaknya 62.500 penonton memadati stadion.

Hungaria berada di atas angin setelah Puskas (6') dan Zoltan Czibor (8') membawa keunggulan dua gol di bawah 10 menit.

Tidak heran suporter Hungaria pun semakin bersorak kencang. Bagi mereka, trofi Piala Dunia sudah di depan mata.

Namun, satu hal yang belum mereka ketahui, Jerman Barat dinaungi keajaiban pada laga kali ini.

Baca Juga:

Skuad Resmi Brasil untuk Piala Dunia 2026: Carlo Ancelotti Boyong Neymar

Profil Tim Kuda Hitam Juara Piala Dunia 2026: Timnas Norwegia, Menanti Gebrakan Generasi Emas Landslaget

Profil Grup D Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Dikepung Paraguay, Australia, dan Turki

Taktik Sepp Herberger seolah menyihir para pemain untuk tidak menyerah sebelum peluit panjang dibunyikan.

Sinyal comeback, remontada, Obrada, Derrota Heroica, atau apa pun Sobat BolaSkor menyebutnya, mulai terlihat.

Legenda 1.FC Nuremberg, Maximilian Morlock, mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-10. Gol itu merupakan respons positif untuk Jerman Barat yang sedang tertinggal.

Delapan menit berselang, Helmut Rahn membawa Jerman Barat menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Keadaan itu membuat Hungaria tersentak. Ferenc Puskas dan kawan-kawan meningkatkan tekanan dan sejumlah peluang pun tercipta.

Namun, Dewi Fortuna berada di kubu Jerman Barat. Rentetan peluang Hungaria seolah terus membentur kukuhnya pertahanan Jerman Barat.

Tembakan Nandor Hidegkuti membentur tiang gawang. Sementara itu, dua aksi Czibor masih terhalang mistar gawang. Bahkan, Werner Kohlmeyer dua kali melakukan penyelamatan tepat di garis gawang.

Penampilan gemilang Toni Turek di bawah mistar gawang kian membuat para penyerang Hungaria mengernyitkan dahi.

Jerman Barat juara Piala Dunia 1954 (Guardian)

Apa yang menjadi judul artikel ini pun benar-benar terjadi. Ada keajaiban di Bern.

Ketika Jerman Barat terus dibombardir Hungaria, Helmut Rahn mencuri kesempatan dalam kesempitan.

Ia melakukan tusukan yang diwarnai beberapa tipuan untuk mengecoh lawan. Kemudian, Rahn mencatatkan namanya di papan skor setelah tembakan mendatarnya meluncur mulus melewati garis gawang.

Gol tersebut membuat Hungaria semakin kebakaran janggut. Bagaimana tidak, keunggulan dua gol yang membuat trofi Piala Dunia di depan mata harus sirna.

Bahkan, upaya Puskas mencetak gol pun dianulir wasit karena terlebih dahulu offside.

Akhirnya, wasit William Ling asal Inggris pun meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Jerman Barat menggoreskan tinta emas dengan meraih gelar Piala Dunia untuk pertama kali.

Usut punya usut, kemenangan Der Panzer tidak lepas dari teknologi di sepatu Adidas yang bisa berganti pul.

Hal itu membuat para pemain Jerman Barat lebih mudah beradaptasi di lapangan yang becek karena diguyur derasnya hujan.

Impak Keberhasilan yang Meluas

Kemenangan kali ini pun disambut suka cita oleh masyarakat Jerman Barat. Bahkan, menurut kesaksian Franz Beckenbauer, dampaknya terasa di berbagai sektor.

Gelar juara Piala Dunia memberikan angin segar bagi Jerman Barat pasca-Perang Dunia II.

"Jerman secara mengejutkan berada di peta dunia. Bagi siapa pun yang besar dalam masa kesengsaraan setelah perang, Bern adalah inspirasi luar biasa. Seluruh negeri memulihkan harga dirinya," ujar Beckenbauer dicuplik dari laman resmi FIFA.

Prestasi itu juga membuat sutradara Sonke Wortmann merilis film The Miracle of Bern pada 2003 yang menceritakan keberhasilan Fritz Walter dan kawan-kawan.

Jerman Barat juara Piala Dunia 1954 (Guardian)

Jika ada yang tersenyum, ada pula yang menangis. Pada sisi lainnya, kekalahan di laga puncak menjadi pukulan telak bagi Hungaria.

Bahkan, runner-up Piala Dunia 1954 menjadi prestasi terbaik Hungaria di level sepak bola tertinggi hingga saat ini setelah sebelumnya menorehkan hal yang sama pada 1938.

Tidak ada tim yang seperti kami. Kami hanya kalah satu kali dalam 50 pertandingan. Sayangnya, itu terjadi pada laga terbesar di hidup kami. Itu adalah tragedi,

urai Czibor mencurahkan isi hatinya.

Senada dengan Czibor, Gyula Grosics yang menjadi penjaga gawang Hungaria ketika itu pun memendam kekecewaan hingga saat ini.

Baca Juga:

Piala Dunia 2026: Luke Shaw Layak Dibawa Thomas Tuchel ke Dalam Skuad Inggris

Profil Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Unggulan, Satu Tiket Direbutkan Maroko, Haiti, dan Skotlandia

Skuad Resmi Timnas Korea Selatan untuk Piala Dunia 2026: Edisi Keempat buat Son Hyung-min

Bahkan, kegagalan itu berubah menjadi mimpi buruk yang terus menghantui.

Sudah lebih dari 40 tahun berlalu. Namun, jika seseorang membangunkan dan mengingatkan akan laga itu, saya akan menangis,

tutur Grosics.

Namun, satu yang perlu diingat, keajaiban tidak datang sembarangan. Ia akan menghampiri orang yang percaya, berdoa, dan berupaya.

Piala Dunia 2026 Feature Piala Dunia Piala Dunia Kilas Balik Piala Dunia Breaking News Timnas Jerman

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Klasemen
Klasemen Serie A Terkini Usai Udinese vs AC Milan: Rossoneri Empat Besar
Klasemen Serie A terbaru usai Udinese vs AC Milan: Rossoneri menang 2-0 dan mengoleksi 18 poin. Milan masuk empat besar, tetapi masih tertinggal empat poin dari Inter.
Johan Kristiandi - Senin, 26 Oktober 2026
Klasemen Serie A Terkini Usai Udinese vs AC Milan: Rossoneri Empat Besar
Klasemen
Klasemen LaLiga Terbaru Usai Barcelona vs Real Madrid: Los Blancos Pangkas Jarak dengan Barca
Klasemen LaLiga terbaru usai Barcelona kalah 1-2 dari Real Madrid. Los Blancos kini mengoleksi 24 poin, hanya terpaut tiga angka dari Blaugrana.
Johan Kristiandi - Senin, 26 Oktober 2026
Klasemen LaLiga Terbaru Usai Barcelona vs Real Madrid: Los Blancos Pangkas Jarak dengan Barca
Hasil akhir
Hasil Pertandingan: Real Madrid Bikin Barcelona Kembali Menginjak Bumi, Milan dan Juventus Menang Tandang
Hasil Liga Eropa semalam: Real Madrid mengalahkan Barcelona 2-1 di El Clasico. AC Milan dan Juventus juga meraih kemenangan tandang dengan skor 2-0.
Johan Kristiandi - Senin, 26 Oktober 2026
Hasil Pertandingan: Real Madrid Bikin Barcelona Kembali Menginjak Bumi, Milan dan Juventus Menang Tandang
Klasemen
Klasemen Super League 2026/2027, Persib Bandung Dekati Persija Jakarta
Persib Bandung naik ke peringkat 5 klasemen Super League 2026/2027 usai menang 2-1 atas Garudayaksa FC, hanya terpaut 2 poin dari Persija Jakarta.
Rizqi Ariandi - Minggu, 25 Oktober 2026
Klasemen Super League 2026/2027, Persib Bandung Dekati Persija Jakarta
Liga Indonesia
Dua Pelatih Dipecat Usai Dikalahkan Persija, Begini Respons Shin Tae-yong
Shin Tae-yong mengaku sedih setelah Jean-Paul van Gastel dan Marcos Santos dipecat usai PSIM Yogyakarta dan Arema FC kalah dari Persija Jakarta.
Rizqi Ariandi - Minggu, 25 Oktober 2026
Dua Pelatih Dipecat Usai Dikalahkan Persija, Begini Respons Shin Tae-yong
Hasil akhir
Hasil Super League 2026/2027: Persita Selamat dari Kekalahan, Arema FC Amankan 3 Poin di Kanjuruhan
Hasil Super League 2026/2027 pekan ke-7, Persita Tangerang ditahan imbang Bali United 1-1 lewat gol menit akhir, sedangkan Arema FC menang 4-0 atas Dewa United.
Rizqi Ariandi - Minggu, 25 Oktober 2026
Hasil Super League 2026/2027: Persita Selamat dari Kekalahan, Arema FC Amankan 3 Poin di Kanjuruhan
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Garudayaksa FC vs Persib Bandung: Kesempatan Bangkit
Garudayaksa FC vs Persib Bandung, pekan ke-7 Super League 2026/2027, di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (25/10), pukul 15.30 WIB, Live Indosiar.
Rizqi Ariandi - Minggu, 25 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Garudayaksa FC vs Persib Bandung: Kesempatan Bangkit
Liga Indonesia
The Jakmania Cabut KTA Tersangka Insiden Bus EPA Persib, Korwil Kota Bambu Dibekukan
PP The Jakmania mencabut KTA tiga anggota yang menjadi tersangka penyerangan bus EPA Persib Bandung di Rest Area Batang KM 360. Korwil Kota Bambu juga dibekukan.
Rizqi Ariandi - Minggu, 25 Oktober 2026
The Jakmania Cabut KTA Tersangka Insiden Bus EPA Persib, Korwil Kota Bambu Dibekukan
MotoGP
Breaking News: MotoGP Australia 2026 Resmi Dibatalkan, Ini Alasannya
Balapan MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island resmi dibatalkan akibat cuaca buruk dan kendala helikopter medis. Simak berita selengkapnya!
Gazza Roosaryatama - Minggu, 25 Oktober 2026
Breaking News: MotoGP Australia 2026 Resmi Dibatalkan, Ini Alasannya
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Persita Tangerang vs Bali United: Duel Ketat di Banten
Persita Tangerang vs Bali United, pekan ke-7 Super League 2026/2027, di Banten International Stadium, Minggu (25/10), pukul 15.30 WIB, Live Vidio.
Rizqi Ariandi - Minggu, 25 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Persita Tangerang vs Bali United: Duel Ketat di Banten
Bagikan