BolaSkor.com - 14 Juni 1940, pasukan Jerman mulai masuk dan menduduki Paris, Prancis untuk memperluas invasi di tengah Perang Dunia II. Dengan tank-tank besar yang mereka miliki Jerman menduduki Paris dalam waktu singkat.
Bendera Swastika (Nazi) terbang di bawah Arc de Triomphe. Jerman-Italia yang dipimpin Walther von Brauchitsch, Gerd von Rundstedt, Umberto di Savoia, menjadikan Paris sebagai pusat komando peperangan untuk invasi ke daerah sekitar: Belgia dan kota lain di Prancis.
Pertempuran di Prancis (Battle of France) berlangsung selama 46 hari. Tentu saja Prancis tidak sendiri memerangi Jerman-Italia karena mereka punya koalisi seperti Belgia, Inggris, Belanda, Polandia, Luksemburg, dan Cekoslovakia.
Baca Juga:
Profil Tim Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Timnas Spanyol, Dejavu Dominasi La Roja
Momen itu menjadi titik sejarah dunia di Perang Dunia II dan 58 tahun setelahnya, dalam konteks yang berbeda, takdir berbalik dan Jerman merasakan kehancuran terparah sepak bola dunia di ranah tempat mereka pernah menjajah di masa lalu.
Kroasia - negara Balkan - yang tidak terlibat dalam Perang Dunia II menghancurkan kedigdayaan Jerman: juara dunia dua kali, tiga kali juara Piala Eropa, tiga kali menapaki final Piala Dunia dan menjadi runner-up sebelum Piala Dunia 1998.
Jerman luluh lantak di hadapan Kroasia yang notabene pendatang baru Piala Dunia dan telah empat kali kalah tiap kali bertemu Jerman. Valtreni - julukan Kroasia - menjalani perjalanan terindah di Piala Dunia 1998.