Piala Dunia

Nostalgia Piala Dunia 2002: Kontroversi Superioritas Korea Selatan Bikin Italia dan Spanyol Merana

Piala Dunia 2002 menghadirkan sejumlah cerita yang tak pernah lekang zaman. Satu di antaranya soal kesuksesan Korea Selatan yang penuh kontroversi.
Rizqi AriandiRizqi Ariandi - Rabu, 27 Mei 2026
Nostalgia Piala Dunia 2002: Kontroversi Superioritas Korea Selatan Bikin Italia dan Spanyol Merana
Korea Selatan di Piala Dunia 2002. (X)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Piala Dunia 2002 akan selalu dikenang karena berbagai hal, mulai dari Piala Dunia pertama di Asia, kesuksesan Brasil menjadi juara untuk kali kelima, hingga kejutan berbalut kontroversi yang mengiringi perjalanan Korea Selatan.

Tahun 2002 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Piala Dunia dihelat di Asia. Jepang dan Korea Selatan didapuk sebagai tuan rumah.

Dua tim tuan rumah berhasil melaju ke babak 16 besar (knock out). Sayangnya, langkah Jepang terhenti di babak itu, tetapi Korea Selatan di luar dugaan mampu menembus babak semifinal dan menjadi tim peringkat keempat.

Baca Juga:

Piala Dunia 2026: Hadiah Uang Melonjak 50 Persen, Juara Diguyur Rp890 Miliar

Piala Dunia 2026: Timnas Kongo Tetap Berangkat di Tengah Wabah Ebola

Profil Grup J Piala Dunia 2026: Argentina Terdepan, Austria, Aljazair, dan Yordania Mengintai

Catatan yang diukir Korea Selatan itu menjadi pencapaian terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan tim Asia di Piala Dunia. Namun, banyak cerita kontroversial mengiringi kesuksesan Taeguk Warriors di Piala Dunia 2002. Bagaimana ceritanya?

Kubur Portugal di Babak Grup

Korea Selatan tergabung di Grup D bersama Portugal, Amerika Serikat, dan Polandia. Di atas kertas, Korea Selatan sama sekali tidak dijagokan untuk lolos dari babak grup.

Namun, kenyataannya berbeda. Dari tiga laga, Korea Selatan asuhan Guus Hiddink berhasil meraih dua kemenangan dari satu kali imbang tanpa tersentuh kekalahan.

Satu di antara dua kemenangan itu diraih dari Portugal yang masih dibela oleh Luis Figo. Portugal tumbang 0-1 dari Korea Selatan lewat gol Park Ji-sung.

Korea Selatan menjadi juara grup dengan 7 poin dan lolos ke babak 16 besar didampingi Amerika Serikat. Negeri Abang Sam unggul satu poin dari Portugal yang secara mengenaskan tersingkir lebih cepat.

Singkirkan Italia dan Spanyol, Puncak Kontroversi Korea Selatan

Di babak 16 besar, Korea Selatan bertemu raksasa sepak bola dunia, juara dunia tiga kali (sebelum mendapatkan bintang keempat tahun 2006-Red), dan runner-up Piala Eropa 2000, Italia.

Italia ketika itu diperkuat bintang-bintang sepak bola dunia, seperti Gianluigi Buffon, Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Francesco Totti, Alessandro Del Piero, hingga Christian Vieri.

Namun, bintang-bintang nomor wahid itu harus bertekuk lutut di hadapan Korea Selatan. Gli Azzurri takluk dengan skor 1-2 dari Korea Selatan lewat golden goal Anh Jung-hwan.

Banyak pihak menilai kemenangan Korea Selatan atas Italia sangat berbau kontroversi. Kepemimpinan wasit menjadi sorotan utama karena dianggap terlalu menguntungkan tuan rumah.

Saking kontroversialnya, Byron Moreno selaku wasit yang memimpin pertandingan tersebut masih terus diingat sampai saat ini.

Baca Juga:

Piala Dunia 2026: Kabar Baik untuk Timnas Argentina, Lionel Messi Tidak Mengalami Cedera Serius

Piala Dunia 2026: Timnas Kongo Tetap Berangkat di Tengah Wabah Ebola

Piala Dunia 2026: Hadiah Uang Melonjak 50 Persen, Juara Diguyur Rp890 Miliar

Pengadil berkebangsaan Ekuador itu memang membuat sejumlah keputusan aneh seperti memberi kartu kuning kedua Francesco Totti karena dianggap diving, menganulir gol Damiano Tommasi, hingga membiarkan permainan keras para pemain Korea Selatan.

Namun, puncak kontroversi dari superioritas Korea Selatan pada Piala Dunia 2002 sejatinya terjadi setelah itu. Laga kontra Spanyol pada babak perempat final yang dipimpin oleh wasit Mesir bernama Gamal Ahmed Al-Ghandour menghadirkan banyak keanehan.

Dalam laga yang berlangsung di Gwangju World Cup Stadium, Korea Selatan mendapat dukungan penuh suporternya. Namun Spanyol tetap diunggulkan karena memiliki deretan bintang-bintang papan atas seperti Fernando Hierro, Carles Puyol, Rubén Baraja, Joaquin Sanchez, Luis Enrique, hingga Fernando Morientes.

Spanyol menunjukkan status unggulan tersebut di atas lapangan. Tim asuhan Jose Antonio Camacho mengurung pertahanan Korea Selatan dan menciptakan banyak peluang emas.

Sayang, penyelesaian akhir yang dilakukan para pemain Spanyol cukup buruk. Ketangguhan Lee Won-jae di bawah mistar Korea Selatan juga berperan penting membuat skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Sebuah kontroversi terjadi saat babak kedua baru berjalan empat menit. Wasit menganulir gol Spanyol yang tercipta dari bunuh diri Kim Tae-young.

Berawal dari skema tendangan bebas, terjadi duel udara yang melibatkan Kim dan dua pemain Spanyol. Bola kemudian menyentuh bahunya dan mengarah ke gawang sendiri.

Namun, wasit menganulir gol tersebut karena dianggap Kim dilanggar oleh dua pemain Spanyol yang mengapitnya. Tidak ada protes berlebihan yang dilakukan para pemain La Furia Roja.

Usaha Spanyol untuk memecah kebuntuan tak kunjung membuahkan hasil. Justru Korea Selatan yang sempat balik mengancam meski masih mampu diamankan oleh Iker Casillas di bawah mistar.

Skor 0-0 tetap tak berubah hingga babak kedua berakhir. Laga terpaksa dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Pada fase ini, Spanyol sempat mencetak gol lewat sundulan Morientes. Namun wasit kembali menganulirnya karena dianggap bola telah keluar lapangan lebih dulu sebelum Joaquin memberikan umpan silang.

Namun dari tayangan ulang, bola terlihat sudah melewati garis gawang. Itu berarti gol yang dicetak Morientes harusnya sah.

Laga kemudian harus diakhiri dengan adu penalti. Joaquin yang tampil impresif sepanjang pertandingan berubah menjadi pesakitan karena menjadi satu-satunya algojo yang gagal mencetak gol sehingga Spanyol takluk dengan skor 3-5.

Selepas pertandingan, para pemain Spanyol langsung mengerubungi wasit Al=Ghandour. Mereka ingin menumpahkan kekesalannya karena harus tersingkir secara tragis.

Anda bisa melihat dari tayangan TV. Saya tidak ingin berpikir bahwa wasit pergi untuk merampok salah satu tim tetapi gambar berbicara sendiri, jelas wasit tidak mendukung kami,

keluh Puyol.

"Semua orang melihat dua gol yang sangat bagus. Jika Spanyol tidak menang, itu karena mereka tidak membiarkan kami menang."

Kemenangan atas Spanyol memang memperkuat dugaan Korea Selatan mendapat perlakuan khusus dari wasit. Apalagi situasi serupa juga terjadi saat mereka mengalahkan Italia.

Anehnya, Korea Selatan tampil kurang bertaji saat jumpa Jerman pada laga semifinal. Tanpa adanya keputusan kontroversial dari wasit, mereka takluk dengan skor 1-0.

Korea Selatan juga gagal mengamankan peringkat ketiga karena lagi-lagi menelan kekalahan. Kali ini mereka dipecundangi Turki dengan skor 2-3.

Melempemnya penampilan Korea Selatan usai kemenangan kontroversial atas Spanyol mungkin disebabkan mereka kehabisan bensin. Namun tidak sedikit anggapan yang menyebut karena wasit sudah tidak memberikan dukungan.

Pada peringatan 20 tahun pertandingan tersebut, Marca melakukan wawancara dengan Al-Ghandour atau sang pengadil kontroversial. Ia tetap enggan disalahkan terkait kekalahan Spanyol.

"Orang-orang Spanyol tidak bisa menyalahkan saya atas kekalahan melawan Korea itu karena sebelum akhir pertandingan, mereka memiliki beberapa peluang yang jelas. Mereka bisa saja memenangkan pertandingan sebelum adu penalti," kata Al-Ghandour.

Bagi saya hanya ada satu keputusan yang bisa diperdebatkan dan itu adalah gol yang dianulir karena umpan silang Joaquin mungkin tidak keluar dari permainan. Namun kesalahan yang dibuat oleh asisten saya seharusnya tidak diserahkan kepada saya,

ujar Al-Ghandour.

Cerita Bisa Berbeda jika Sudah Ada Goal Line Technology dan VAR

VAR
VAR (X/theMadridZone)

Kiprah Korea Selatan di Piala 2002 yang selalu menarik untuk dibahas karena berbagai kontroversinya itu bisa jadi cerita berbeda jika saat itu sepak bola sudah mengenal goal line technology hingga Video Assistant Referee atau VAR.

Goal line technology pertama kali digunakan secara resmi dalam pertandingan Piala Dunia Antarklub 2012 di Jepang.

Dua tahun berselang, atau pada 2014, teknologi itu dipakai untuk pertama kalinya secara resmi di Piala Dunia.

Setelah dianggap sukses, pada Juli 2016 terobosan baru yang diberi nama Video Assistant Referee (VAR) diperkenalkan dan diuji coba dalam laga persahabatan antara PSV dan FC Eindhoven.

September 2016, VAR dicoba untuk pertama kalinya dalam laga internasional yang mempertemukan Italia dengan Perancis.

FIFA secara resmi menggunakan VAR pada Piala Dunia Antarklub 2016. Dua tahun berselang, di Rusia, Piala Dunia 2018 menjadi tonggak sejarah baru dengan pemakaian VAR.

Piala Dunia 2026 Piala Dunia Piala Dunia 2002 Kilas Balik Piala Dunia Feature Piala Dunia Breaking News
Ditulis Oleh

Rizqi Ariandi

Menjadi jurnalis sejak 2016. Pernah meliput Asian Games 2018, SEA Games 2023, dan Piala Dunia U-17 2023
Posts

8.351

Berita Terkait

Piala Dunia
Kagum dengan Aura Lionel Messi, Beckham Putra Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026
Pemain Persib Beckham Putra Nugraha mengaku mendukung Argentina di Piala Dunia 2026. Beckham memuji Lionel Messi sebagai pemain terbaik dunia dan yakin Albiceleste mampu mempertahankan gelar juara.
Johan Kristiandi - Kamis, 18 Juni 2026
Kagum dengan Aura Lionel Messi, Beckham Putra Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026
Jadwal
Jadwal Lengkap Pertandingan Matchday 2 Piala Dunia 2026: Argentina vs Austria dan Portugal vs Uzbekistan
Jadwal lengkap matchday 2 Piala Dunia 2026 telah dirilis. Simak laga-laga seru seperti Argentina vs Austria, Portugal vs Uzbekistan, Brasil vs Haiti, hingga Belanda vs Swedia yang bisa menentukan nasib tim di fase grup.
Johan Kristiandi - Kamis, 18 Juni 2026
Jadwal Lengkap Pertandingan Matchday 2 Piala Dunia 2026: Argentina vs Austria dan Portugal vs Uzbekistan
Piala Dunia
Belanda vs Swedia, Striker Liverpool Mengancam Pertahanan Oranje
Cody Gakpo meminta Belanda mewaspadai Alexander Isak jelang duel kontra Swedia di Piala Dunia 2026 usai striker Liverpool tampil impresif.
Arief Hadi - Kamis, 18 Juni 2026
Belanda vs Swedia, Striker Liverpool Mengancam Pertahanan Oranje
Piala Dunia
Selain Brasil, Uilliam Barros Jagokan Cristiano Ronaldo Angkat Piala di Piala Dunia 2026
Striker Persib Uilliam Barros mengungkapkan dukungannya kepada Cristiano Ronaldo dan Portugal di Piala Dunia 2026. Selain Brasil, ia berharap sang megabintang mampu mengangkat trofi dunia untuk pertama kalinya.
Johan Kristiandi - Kamis, 18 Juni 2026
Selain Brasil, Uilliam Barros Jagokan Cristiano Ronaldo Angkat Piala di Piala Dunia 2026
Italia
Inter Milan Kirim Penawaran Resmi untuk Rekrut Marco Palestra, Kesepakatan Semakin Dekat
Inter Milan semakin serius memburu Marco Palestra dari Atalanta. Nerazzurri dikabarkan telah mengajukan tawaran besar untuk pengganti Denzel Dumfries. Simak perkembangan terbaru transfernya di sini.
Johan Kristiandi - Kamis, 18 Juni 2026
Inter Milan Kirim Penawaran Resmi untuk Rekrut Marco Palestra, Kesepakatan Semakin Dekat
Piala Dunia
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 pada Matchday 1: Lionel Messi di Puncak, Cristiano Ronaldo Masih Jadi Penonton
Daftar top skor Piala Dunia 2026 setelah matchday 1 fase grup rampung. Lionel Messi memimpin berkat hattrick ke gawang Aljazair, sementara Kylian Mbappe, Erling Haaland, Harry Kane, dan Kai Havertz terus membayangi.
Johan Kristiandi - Kamis, 18 Juni 2026
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 pada Matchday 1: Lionel Messi di Puncak, Cristiano Ronaldo Masih Jadi Penonton
Piala Dunia
Pro dan Kontra Jeda Minum di Piala Dunia 2026, Disebut bak Amerikanisasi Sepak Bola
Aturan hydration break di Piala Dunia 2026 menuai pro dan kontra. Fans menilai jeda minum mengganggu ritme laga dan dianggap demi kepentingan iklan.
Arief Hadi - Kamis, 18 Juni 2026
Pro dan Kontra Jeda Minum di Piala Dunia 2026, Disebut bak Amerikanisasi Sepak Bola
Prediksi
Superkomputer Ungkap Prediksi Skor Meksiko vs Korea Selatan: Tuan Rumah Tambah Tiga Poin
Superkomputer Opta memprediksi Meksiko lebih berpeluang mengalahkan Korea Selatan pada laga Grup A Piala Dunia 2026. Simak statistik, peluang kemenangan, dan prediksi skor lengkapnya.
Johan Kristiandi - Kamis, 18 Juni 2026
Superkomputer Ungkap Prediksi Skor Meksiko vs Korea Selatan: Tuan Rumah Tambah Tiga Poin
Piala Dunia
Dapat Visa AS, Ibu Pahlawan Cape Verde Bereuni dengan Putranya di Piala Dunia 2026
Ibu kiper Cape Verde, Vozinha, akhirnya mendapat visa AS dan akan bereuni dengan putranya di Miami jelang laga Piala Dunia 2026 melawan Uruguay.
Arief Hadi - Kamis, 18 Juni 2026
Dapat Visa AS, Ibu Pahlawan Cape Verde Bereuni dengan Putranya di Piala Dunia 2026
Liga Indonesia
Kenang Kehebatan Ramadhan Sananta, Bernardo Tavares Tak Ragu Ajak Gabung ke Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Ramadhan Sananta untuk Super League 2026/27. Bernardo Tavares mengenang perkembangan pesat sang striker sejak di PSM Makassar dan yakin ia bisa kembali bersinar bersama Bajul Ijo.
Johan Kristiandi - Kamis, 18 Juni 2026
Kenang Kehebatan Ramadhan Sananta, Bernardo Tavares Tak Ragu Ajak Gabung ke Persebaya Surabaya
Bagikan