Football

Sport

Feature

Result

Show

Liga Indonesia Indonesia Berita

CEO Persebaya Azrul Ananda Ketuk Pintu Hati Bonek: Denda Flare Bisa Biayai Panti Asuhan Selama Empat Bulan

Arief Hadi - Senin, 31 Agustus 2026

BolaSkor.com - Sepak bola Indonesia kerap diwarnai oleh berbagai dinamika tribun yang menguras emosi.

Entah itu dalam bentuk dukungan kreatif maupun pelanggaran yang berujung sanksi finansial untuk klub yang mereka cintai.

Dalam acara launching Synergy Persebaya yang berlangsung di Balai Kota Surabaya, Sabtu (29/08) malam, CEO Persebaya, Azrul Ananda, mencoba merefleksikan hal tersebut.

Baca Juga:

Launching Synergy Mengawali Musim Baru: Persebaya Surabaya Menuju 100th Glory

Ia menyampaikan sebuah pidato yang sangat menggugah.

Pria asal Samarinda itu mengungkapkan sebuah perbandingan finansial yang sangat kontras.

Nilai Kemanusiaan di Balik Denda Rp50 Juta

Penyalaan
Ilustrasi flare. (BolaSkor.com/Gigi Gaga)

Dalam pemaparannya, Azrul menjelaskan bahwa denda sebesar Rp50 juta yang dijatuhkan akibat menyalakan sebatang flare di dalam stadion, memiliki nilai kemanusiaan yang luar biasa jika dialihkan untuk fungsi sosial.

Kami sudah bertanya ke teman-teman Panti Asuhan Bonek. Biaya operasional mereka selama sebulan sebesar Rp13 juta.

Uang Rp50 juta sebagai denda atas penyalaan flare di dalam stadion bisa untuk membiayai satu panti asuhan selama hampir empat bulan,

jelas Azrul.

Tercatat dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir, berbagai pelanggaran terkait suporter telah mengakibatkan kerugian finansial yang ditaksir mencapai sekitar Rp20 miliar.

Baca Juga:

Ini Alasan Bernardo Tavares Boyong Persebaya Surabaya TC ke Thailand

Angka yang super fantastis ini menjadi pengingat bahwa pelanggaran sekecil apa pun memberikan dampak buruk bagi kesehatan finansial klub.

Azrul menegaskan bahwa kerugian tersebut tidak hanya berasal dari denda akibat flare atau berbagai pelanggaran disiplin di stadion.

Biaya besar itu juga terakumulasi dari sanksi pertandingan tanpa penonton atau laga usiran, serta biaya perbaikan kerusakan stadion dan infrastruktur pendukung lainnya.

Fakta menarik ini membuka mata banyak pihak mengenai bagaimana alokasi dana selama ini terbuang sia-sia akibat pelanggaran regulasi.

Andai fans bisa lebih bijak, uang tersebut bisa menyelamatkan dan meringankan beban sesama.

Upaya Mengubah Stigma Negatif

Suntikan
Suntikan semangat dari Bonek. (persebaya.id)

Sejak Persebaya kembali ke kancah sepak bola nasional pada tahun 2017, kelompok suporter Bonek sebenarnya telah menunjukkan transformasi kultural yang luar biasa.

Mereka mencoba mengubah citra diri negatif di mata masyarakat.

Bonek membuktikan diri sebagai barisan suporter yang tidak hanya fanatik mendukung dari tribun.

Tetapi juga memiliki kesadaran dan semangat tinggi untuk terlibat aktif dalam berbagai gerakan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Bentuk kepedulian nyata Bonek ini dapat dilihat dari lahirnya berbagai komunitas sosial di lapangan.

Baca Juga:

Persebaya 1-0 Penang FC, Bernardo Tavares Masih Belum Puas

Mulai dari Bonek Tanggap Darurat Bencana, aksi sosial seperti Panti Asuhan Bonek hingga berbagai inisiatif kebaikan lainnya.

Mereka secara konsisten menyebarkan semangat gotong royong di antara fans.

Pelan tapi pasti, perubahan positif di dalam dan di luar stadion berhasil mengubah pandangan buruk terhadap mereka di masa lalu.

target=

Bonek adalah bagian yang tidak terpisahkan dari https://bolaskor.merahputih.com/post/tag/persebaya_blank">Persebaya," ucap Azrul.

Karena itu, yang ingin kami bangun bukan sekadar hubungan antara klub dan suporter, tetapi bagaimana kita bersama-sama memperbanyak kebaikan dan menghilangkan hal-hal yang merugikan Persebaya dan Surabaya,

kata Azrul.

Semangat Kebersamaan Persebaya dan Bonek

Bonek
Bonek berbagi tribun dengan The Jakmania di Gelora Bung Tomo. (BolaSkor.com/Rizqi Ariandi)

Selain aktif dalam kegiatan kemanusiaan, Bonek juga tercatat sebagai salah satu kelompok suporter paling loyal di Indonesia.

Ketika Persebaya sempat dibekukan dan terkatung-katung di masa lampau, mereka dengan gigih memperjuangkan hak klub dan rela menunggu selama bertahun-tahun.

Kesetiaan tanpa batas inilah yang menjadi fondasi kuat hubungan emosional antara klub dan para pendukung setianya.

Melihat rekam jejak loyalitas dan kepedulian yang begitu besar, pihak klub berkeinginan untuk terus mendorong hal-hal baik sekaligus menjaga hubungan erat dengan suporternya.

Azrul menegaskan bahwa Bonek adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup Persebaya. Oleh karena itu, visi yang ingin dibangun ke depan bukan sekadar hubungan 'transaksional' antara klub dan suporter.

Baca Juga:

Larangan Suporter Away Resmi Dicabut, Pengecualian untuk Persija vs Persib dan Arema Kontra Persebaya

Ia ingin bersama-sama memperbanyak kebaikan sekaligus menghilangkan berbagai hal yang merugikan Persebaya dan Kota Surabaya secara keseluruhan.

Semangat kebersamaan ini ditekankan sebagai kunci utama kemajuan bersama.

Dalam ekosistem klub modern, Bonek bisa dikatakan sebagai pilar terpenting dalam roda perjalanan sejarah Persebaya.

Tidak hanya saat mereka membeli tiket pertandingan, pembelian merchandise resmi dan produk sponsor juga membantu Persebaya menjadi klub yang sehat dan berkelanjutan.

"Persebaya punya banyak suporter pahlawan. Kita telah kehilangan terlalu banyak Bonek-Bonek pahlawan tersebut."

"Mari kita lanjutkan perjuangan mereka dengan naik kelas ke level berikutnya. Demi Bonek-Bonek masa depan yang lebih baik pula,” tegas Azrul. (Arjuna Pratama)

Baca Artikel Asli