BolaSkor.com - Timnas Belanda sukses melanjutkan rekor positif mereka di ajang Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Ronald Koeman tampil beringas dengan menggilas Swedia lewat kemenangan telak dengan skor 5-1, Minggu (21/06) dini hari WIB.
Usai imbang 2-2 melawan Jepang, Belanda pesta gol ke gawang Swedia pada laga kedua grup F Piala Dunia 2026 di Houston Stadium.
Belanda dominan dengan 52 persen penguasaan bola dan bermain efektif, kendati Swedia memiliki total 21 tendangan (10 tepat sasaran) dari 48 persen penguasaan bola.
Baca Juga:
Daftar 3 Tim yang Memastikan Diri Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Jerman Terbaru
Klasemen Terbaru Grup E dan Grup F Piala Dunia 2026: Kemenangan Membawa Belanda dan Jerman ke Puncak
Hasil Piala Dunia 2026: Cody Gakpo dan Brian Brobbey Trengginas, Belanda Sikat Swedia 5-1
Kemenangan meyakinkan ini sekaligus menjadi momen kebangkitan impresif De Oranje. Kini Belanda nyaman duduk di puncak klasemen Grup F dengan torehan empat poin.
Rekor dan Kepercayaan Diri Belanda

Cody Gakpo (X/OnsOranje)
Melalui kemenangan itu juga Belanda mencatatkan sejarah catatan laga tak pernah kalah (unbeaten) di Piala Dunia sebanyak 14 laga. Belanda tak pernah kalah sejak final pada 2010 kontra Spanyol (dengan adu penalti dinilai sebagai hasil imbang).
Rekor itu mengangkat kepercayaa diri Belanda dan sang pelatih, Ronald Koeman, merasa sangat lega melihat respons positif yang ditunjukkan anak asuhnya di lapangan.
"Bisa jadi cara kami bermain membangun kepercayaan diri. Tentu saja ada banyak tekanan pada tim," ujar Koeman dikutip dari ESPN.
Beban berat tersebut tak lepas dari hasil minor di laga perdana lalu kontra Jepang.
"Terutama karena hasil imbang di pertandingan pertama, tetapi sekarang kami memiliki sedikit lebih banyak ketenangan pikiran dengan empat poin," tambah Koeman.
"Ada satu pertandingan (tersisa) di fase grup, dan Anda dapat membangun dari apa yang terjadi sekarang. Itu sangat bagus. Tim lain tahu kami bisa berbahaya," tegasnya.
Mimpi Buruk Skuad Swedia

Belanda vs Swedia (X/OnsOranje)
Di sisi lain, kekalahan telak ini menjadi noda hitam bagi sejarah sepak bola Swedia. Ini merupakan hasil terburuk mereka di panggung Piala Dunia sejak dibantai oleh Brasil dengan skor 1-7 pada edisi 1950 silam.
Pelatih Swedia, Graham Potter, mencoba mengambil pelajaran berharga dari pembantaian ini.
"Mungkin itu adalah pengalaman yang harus kami lalui. Ini adalah pertandingan besar, kesempatan besar, dengan tim muda yang sedang berkembang. Mungkin itu menjadi tantangan bagi kami," imbuh Potter.
Potter mengakui keunggulan kualitas lawan, meski merasa skor akhirnya sedikit berlebihan.
"Saya pikir skornya sedikit kejam bagi kami. Itu bukan berarti kami pantas memenangi pertandingan, tentu saja. Belanda bermain sangat baik, mereka pantas menang, tetapi kami harus mengambil sisi positifnya," pungkasnya.