Football

Sport

Feature

Result

Show

Timnas Indonesia Berita

Shin Tae-yong Diminta Balik ke Timnas Indonesia, Ketum The Jakmania Beri Respons

Rizqi Ariandi - Selasa, 29 September 2026

BolaSkor.com - Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, angkat bicara mengenai wacana Shin Tae-yong (STY) kembali menangani Timnas Indonesia.

Belakangan muncul dorongan agar Shin Tae-yong kembali ke kursi pelatih Timnas Indonesia. Wacana tersebut mencuat setelah performa Skuad Garuda di bawah arahan John Herdman mendapatkan sorotan.

Terbaru, Timnas Indonesia ditahan imbang 0-0 oleh Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9).

Suporter yang kecewa dengan hasil tersebut meneriakkan nama 'Shin Tae-yong' yang pernah menukangi Timnas Indonesia dari Desember 2019 hingga Desember 2024.

Baca Juga:

Nama Shin Tae-yong Menggema di SUGBK, Kevin Diks Kecewa dengan Suporter Timnas Indonesia

Namun, keinginan untuk melihat Shin Tae-yong kembali ke Timnas Indonesia tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan.

Pelatih asal Korea Selatan itu saat ini terikat kontrak dengan Persija Jakarta hingga 2029. Karena itu, menurut Adit, sapaan akrab Muhammad Aditya Putra, kontrak antara Shin Tae-yong dan Macan Kemayoran harus menjadi salah satu hal yang diperhatikan sebelum membicarakan kemungkinan sang pelatih kembali ke Timnas Indonesia.

Yang pasti adalah kontrak Persija dan STY wajib dihormati. Kalau STY balik ke Timnas opsinya kan ada dua,

kata Muhammad Aditya Putra kepada BolaSkor.com, Selasa (29/9).

Harus Melihat Kontrak Persija dan Shin Tae-yong

Menurut Adit, sapaan akrab Muhammad Aditya Putra, salah satu kemungkinan adalah Shin Tae-yong menjalankan peran ganda sebagai pelatih Persija Jakarta sekaligus Timnas Indonesia.

Baca Juga:

Kartu Merah Thom Haye, Berkah atau Kutukan untuk Timnas Indonesia

Namun, opsi tersebut harus terlebih dahulu melihat ketentuan yang tercantum dalam kontrak Shin Tae-yong bersama tim asal Ibu Kota tersebut.

Pertama, STY double job (melatih) Persija dan Timnas. Kalau kondisi itu perlu dilihat lagi kontraknya apakah dimungkinkan atau ada batasan tertentu,

ujarnya.

Sementara opsi kedua adalah Persija Jakarta dan Shin Tae-yong mengakhiri kerja sama apabila sang pelatih memilih kembali menangani Timnas Indonesia.

Dalam situasi tersebut, Adit menilai perlu ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab dalam proses pengakhiran kontrak.

"Kedua, kalau Persija dan STY mengakhiri kontraknya karena STY mau latih Timnas, siapa yang bertanggungjawab memproses pengakhirannya," tuturnya.

The Jakmania Yakin Shin Tae-yong Profesional

Adit juga mengingatkan bahwa Shin Tae-yong merupakan seorang profesional. Karena itu, menurutnya, keputusan mengenai masa depan sang pelatih tidak bisa didasarkan semata-mata pada desakan publik atau warganet.

Logikanya STY pasti profesional dan enggak semerta-merta mau meninggalkan Persija karena ada permintaan dari netizen,

ujarnya.

Tergantung Shin Tae-yong dan PSSI

Selain persoalan kontrak dengan Persija, Adit menyebut kemungkinan Shin Tae-yong kembali ke Timnas Indonesia juga bergantung kepada PSSI dan sang pelatih.

Baca Juga:

Ditantang Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman Minta Suporter Timnas Indonesia Tetap Tenang

Sebab, sebelumnya Shin Tae-yong pernah didepak oleh PSSI pada Januari 2025 dan digantikan oleh Patrick Kluivert.

STY melatih Timnas kan berdasarkan kontrak antara PSSI dan STY. Pertanyaannya, PSSI mau enggak? STY mau enggak?

ujar Adit. "Kalau sama-sama enggak mau atau hanya salah satu yang mau, ya enggak akan tercapai kesepakatan. Ya pada akhirnya itu hanya sekadar angan-angan," sambungnya.

Adit mengingatkan semua pihak, termasuk suporter untuk cermat dan bijaksana dalam melihat persoalan ini.

Pasalnya, di sisi lain, John Herdman juga masih terikat kontrak hingga 2028 dan baru menjalani bulan kedelapan menukangi Timnas Indonesia.

Sementara itu, Shin Tae-yong juga tengah menjalani awal musim yang positif bersama Macan Kemayoran.

Di bawah asuhan pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu, Persija Jakarta meraih tiga kemenangan beruntun di awal musim dan kini menempati papan atas klasemen Super League 2026/2027.

"Semua perlu jeli dalam melihat situasi. Yang pasti semua terikat kontrak dan kontrak harus dihormati. Semoga semua pihak harus cerdas dalam menilai situasi yang ada," pungkas Aditya.

Baca Artikel Asli