Modal berharga dibawa pulang Borussia Dortmund dari kandang Zenit St Petersburg, Petrovski Stadium, pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (26/2) dini hari WIB. Tim wakil Jerman itu menutup pertandingan dengan skor 4-2. Dortmund unggul 2-0 di babak pertama melalui gol Henrik Mkhitaryan di menit keempat dan Marco Reus semenit berselang. Zenit memperkecil ketertinggalan di menit ke-57 melalui Oleg Shatov. Dortmund menjauh 3-1 melalui gol Robert Lewandowski pada menit ke-61. Zenit ST Petersburg kembali memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 melalui penalti Hulk pada menit ke-69. Namun, Dortmund menutup pertandingan dengan keunggulan 4-2 melalui gol kedua Lewandowski pada menit ke-71. "Kami memulai pertandingan dengan baik. Taktik kami berjalan dengan lancar. Kami unggul 2-0 dan tampil dengan baik, terlebih pada babak pertama. Kami sedikit terpeleset di babak kedua dan hal itu harus jadi pelajaran bagi kami untuk menghadapi leg kedua nanti. Keunggulan dua gol kami sangat pantas," ungkap Reus dilansir situs resmi UEFA. "Saya tak peduli dengan penampilan individu. Kami menang sebagai satu kesatuan tim. Itu yang kami tunjukkan hari ini. Hari ini, kami membuat langkah maju ke babak selanjutnya. Kami juga tim yang mampu mencetak gol di kandang lawan. Kami tampil dengan baik hari ini. Tetapi, kami tak boleh lengah," Reus menambahkan. Kemenangan ini membuat langkah Dortmund ke babak perempatfinal Liga Champions terbuka lebar. Pasukan asuhan Juergen Klopp hanya tak boleh kalah dengan selisih tiga gol pada laga leg kedua yang berlangsung di kandang mereka, Stadion Signal Iduna Park, 20 Maret nanti.
Reus: Taktik Dortmund Ciamik!
BolaSkor - Rabu, 26 Februari 2014
- #Babak 16 Besar
- #Borussia Dortmund
- #Zenit St Petersburg
- #Reus Puji Taktik Jurgen Klopp
- #Liga Champions
- #Marco Reus
Bagikan
BERITA TERKAIT
Senin, 01 Juni 2026
Khvicha Kvaratskhelia Pemain Terbaik Liga Champions 2025-2026
Minggu, 31 Mei 2026
Melihat Statistik Final Liga Champions, PSG Lebih Layak Menang ketimbang Arsenal
Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Sudah Terbiasa Jadi Pecundang di Final Kompetisi Eropa
Minggu, 31 Mei 2026
3 Faktor yang Membuat Arsenal Kalah Lawan PSG di Final Liga Champions
Minggu, 31 Mei 2026
Menghadapi Tim Seperti PSG, Arsenal Tak Punya Cara Lain Selain Bermain Bertahan
Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Perlu Berevolusi setelah Kalah dari PSG di Final Liga Champions
Minggu, 31 Mei 2026
Daftar Lengkap Juara Liga Champions dari 1955 hingga 2026: PSG Tambah Piala
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026