BolaSkor.com - Arsenal kembali gigit jari setelah kalah dari Paris Saint-Germain pada final Liga Champions 2025/2026. Lantas, apa yang menjadi penyebab Arsenal gagal juara?
Arsenal menantang PSG pada pertandingan puncak Liga Champions 2025/2026, di Puskas Arena, Sabtu (30/5).
Pasukan Mikel Arteta itu mengawali pertandingan dengan baik usai unggul terlebih dahulu melalui aksi Kai Havertz.
Namun, Arsenal kecolongan pada babak kedua. Pemain Arsenal, Cristhian Mosquera, melakukan pelanggaran di kotak terlarang.
Baca Juga:
Arsenal Urung Akhiri Penantian Titel Liga Champions, Eddi Brokoli: Belum Waktunya
Arsenal Bikin Gelar Kedua Liga Champions PSG Lebih Istimewa
Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Akui Arsenal Belum Selevel dengan PSG
Ousmane Dembele yang melangkah sebagai algojo pun tidak membuang kesempatan menyamakan kedudukan.
Arsenal semakin terpuruk setelah dua eksekutornya gagal pada adu tendangan penalti. PSG pun unggul 4-3 dan berhak atas titel juara.
Berikut adalah alasan mengapa Arsenal kalah melawan PSG di final Liga Champions:
Gagal Keluar dari Penguasaan Bola PSG
PSG vs Arsenal (Foto: UEFA)
Satu hal yang sangat terlihat dari laga PSG melawan Arsenal adalah ketimpangan dalam penguasaan bola.
PSG mencatatkan penguasaan bola hingga 72 persen. Jumlah itu menjadi satu di antara yang paling terbanyak sepanjang sejarah final Liga Champions.
Para pemain Arsenal terlihat kesulitan dalam merebut bola dari kaki pemain PSG.
Bahkan, ketika sedang menguasai bola, Arsenal gagal mempertahankannya dalam waktu yang lama.
Kondisi tersebut tidak ideal untuk tim yang ingin memenangi pertandingan.
Tidak Punya Banyak Peluang

Pelatih Arsenal Mikel Arteta (uefa)
Kesulitan menguasai bola berdampak kepada peluang yang dikreasikan Bukayo Saka dan kawan-kawan.
The Gunners hanya melepaskan lima tembakan dan satu yang mengarah ke gawang sepanjang pertandingan.
Jumlah itu berbanding terbalik dengan catatan PSG yang menyentuh 19 tembakan.
Belum Punya Mental Eropa
Alasan terakhir adalah para pemain Arsenal terlihat belum punya mental memenangi kompetisi Eropa.
Sebagian besar para pemain Arsenal belum pernah merasakan juara di Eropa.
Bahkan, beberapa di antaranya baru pertama kali juara liga pada musim ini.
Tidak heran, dalam situasi genting seperti tendangan penalti, dua pemain Arsenal gagal menjalankan tugasnya dengan baik.