BolaSkor.com - Arsenal urung menutup musim 2025/2026 dengan double winners atau dua trofi setelah gagal memenangi Liga Champions.
Usai menjuarai Premier League, The Gunners tumbang di final melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Puskas Arena, Sabtu (30/05) malam WIB.
Kedudukan sama kuat 1-1 melalui gol Kai Havertz yang dibalas penalti Ousmane Dembele. Waktu berlalu hingga pemenang laga harus ditentukan via adu penalti.
Baca Juga:
Hasil Final Liga Champions: Tekuk Arsenal Lewat Adu Penalti, PSG Kembali Juara
Prediksi 3 Pandit dan 1 Pemain Top Eropa soal Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Dua penendang penalti Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal mencetak gol. Sementara satu tendangan PSG dari Nuno Mendes ditepis David Raya, PSG pun menang adu penalti 4-3.
"Enggak ada yang disesalkan sih. Ya, hasil akhirnya tidak sesuai harapan, tapi ya apa yang harus disesali, ya, balik lagi ending-nya ditentukan dengan adu penalti," papar aktor sekaligus penyiar radio, Eddi Brokoli kala berbincang kepada media yang dihadiri BolaSkor.com di Stadion Velodrome.
Belum Waktunya Arsenal Juara Liga Champions
Eddi Brokoli hadir dalam acara nonton bareng (nobar) Arsenal yang diselenggarakan oleh Arsenal Indonesia Supporter (AIS) Jakarta dan juga bertindak sebagai host acara.
Sebagai fans sejati Arsenal, Eddi menilai memang bukan waktunya Arsenal mengakhiri penantian titel Eropa dan juara Liga Champions.
Ia melihat sisi positif dari perjalanan tim arahan Mikel Arteta musim ini terutamanya setelah jadi juara Premier League.
Fans Arsenal kan sudah terbiasa dengan kesetian, loyalty menunggu, yang kemarin juara aja 22 tahun nunggunya. Ya, ini memang bukan waktunya aja,
imbuh Eddi.
"Enggak apa-apa, tapi tahun ini perjalanan sampai final itu cara menuju finalnya sudah bagus."
"Dan kalah di finalnya kan dibilang bakal disiksa sama PSG dengan skor besar, mana enggak terjadi kok."
"Wasitnya agak buruk jujur, ada yang harus jadi penalti tapi tadi enggak jadi."
"Tapi lepas dari itu semua sampai adu penalti, adu penalti benar-benar lemparan koin, ada kok pertandingan bola yang ending-nya ditentukan dengan lempar koin siapa pemenangnya, memang ada, itu bentuk dari lempar koin, ya sudah," tutup Eddi.