BolaSkor.com – Musim 2026-2027 diawali dengan panggung megah Piala Super Eropa 2026 yang mempertemukan jawara Liga Champions, Paris Saint-Germain (PSG), melawan juara Liga Europa, Aston Villa.
Pertandingan sengit tersebut dijadwalkan berlangsung di Red Bull Arena Salzburg, Kamis (13/08) pukul 02.00 dini hari WIB.
PSG sukses mempertahankan gelar Liga Champions usai menaklukkan Arsenal via adu penalti.
Baca Juga:
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming PSG vs Aston Villa, Live Kamis (13/8) Pukul 02.00 WIB
Ada Udang di Balik Batu, Juventus Dukung Transfer Zion Suzuki ke PSG
Sementara itu, Villa berhasil menyabet trofi kontinental pertama mereka dalam 44 tahun usai menggilas Freiburg 3-0.
Berdasarkan data yang dirangkum dari Squawka, terdapat 10 statistik menarik yang berpotensi terukir dalam duel ini.
1. PSG Ikuti Jejak Milan dan Madrid?

PSG vs Arsenal (X/ChampionsLeague)
Dalam sejarah Piala Super Eropa, baru ada 11 tim yang mampu mengoleksi lebih dari satu trofi.
Dari daftar tersebut, hanya AC Milan (1989 dan 1990) serta Real Madrid (2016 dan 2017) yang sanggup menjuarainya secara beruntun.
Setelah meraih trofi pertama mereka musim lalu lewat adu penalti melawan Tottenham Hotspur, PSG kini berpeluang menyamai rekor mentereng AC Milan dan Real Madrid.
2. Akhir Penantian 44 Tahun Aston Villa
Satu-satunya gelar Piala Super Eropa milik Aston Villa diraih pada edisi 1982 saat membungkam Barcelona dengan agregat 3-1. Jika mampu mengangkat trofi di Salzburg, The Villans akan memecahkan rekor jeda juara terlama dalam sejarah kompetisi.
Jeda 44 tahun ini bakal melampaui rekor jeda terlama saat ini (24 tahun) yang dipegang bersama oleh Liverpool (1977 ke 2001) dan Valencia (1980 ke 2004).
3. Misi Mengakhiri Dahaga Delapan Tahun Juara Liga Europa

Aston Villa juara Liga Europa 2025/2026 (X/Villa)
Dominasi jawara Liga Champions di ajang ini sangat kentara, di mana tujuh edisi terakhir selalu dimenangi oleh pemilik trofi Si Kuping Besar.
Atletico Madrid menjadi satu-satunya tim berstatus juara Liga Europa yang sanggup juara sejak Zenit pada 2008.
Aston Villa kini mengusung misi besar untuk menghentikan dominasi klub-klub Liga Champions sekaligus mengakhiri dahaga delapan tahun wakil Liga Europa.
4. Inggris Berpotensi Mengemas 11 Gelar
Klub-klub asal Inggris sejauh ini telah mengumpulkan 10 trofi Piala Super Eropa yang disumbangkan oleh Liverpool (4), Chelsea (2), serta masing-masing satu gelar bagi Aston Villa, Manchester City, Manchester United, dan Nottingham Forest.
Kemenangan Aston Villa akan menjadikan mereka klub Inggris ketiga yang mengoleksi lebih dari satu trofi, sekaligus menambah koleksi gelar wakil Inggris menjadi 11 trofi.
5. Kutukan Unai Emery di Piala Super Eropa
Unai Emery telah mengukir sejarah dengan mengoleksi lima trofi Liga Europa sepanjang karier kepelatihannya. Namun, juru taktik asal Spanyol tersebut secara mengejutkan belum pernah sekalipun mencicipi gelar Piala Super Eropa.
Emery selalu menelan kekalahan dalam tiga kesempatan final sebelumnya bersama Sevilla (2014 dan 2015) dan Villarreal (2021). Menariknya, ia kini harus menghadapi mantan klub yang pernah dilatihnya, PSG.
6. Kans Emery Masuk Enam Besar Pelatih Tersukses UEFA
Saat ini Emery mengoleksi lima trofi kompetisi antarklub UEFA, sejajar dengan nama-nama besar seperti Bob Paisley, Zinedine Zidane, Nereo Rocco, Jose Mourinho, dan Louis van Gaal.
Satu trofi tambahan akan melesatkan posisinya menyamai Arrigo Sacchi (6 trofi), berada tepat di bawah Carlo Ancelotti (11), Pep Guardiola (7), Sir Alex Ferguson (7), dan Giovanni Trapattoni (7).
7. Luis Enrique Menuju Gelar Ketiga sebagai Pelatih
Pelatih PSG, Luis Enrique, berpeluang meraih trofi Piala Super Eropa ketiganya sebagai manajer setelah sebelumnya sukses bersama Barcelona (2015) dan PSG (2025).
Jika berhasil menjuarainya kembali, Enrique akan menjadi pelatih ketiga dalam sejarah yang mengoleksi minimal tiga trofi Piala Super Eropa setelah Carlo Ancelotti (5) dan Pep Guardiola (4).
8. Dominasi Luar Biasa Trofi Les Parisiens
Sejak bergulirnya musim 2024-2025, PSG menunjukkan dominasi mutlak dengan memenangi delapan dari 10 trofi yang tersedia. Rekor impresif ini hanya ternoda kegagalan di Piala Dunia Klub 2025 dan Coupe de France.
Kemenangan di Salzburg akan mempertegas dominasi raksasa Prancis tersebut dengan mengamankan trofi ke-9 dari 11 kesempatan terakhir.
9. Reuni Super Cepat Lucas Digne
Bek kiri asal Prancis, Lucas Digne, baru saja merampungkan kepindahannya dari Aston Villa ke PSG pada hari Minggu dengan mengikat kontrak berdurasi tiga tahun.
Uniknya, Digne berpotensi melakoni debut perdananya bersama Les Parisiens hanya dalam rentang waktu tiga hari setelah meninggalkan Aston Villa.
10. Sejarah Baru Wasit Asal Somalia, Omar Artan
Laga ini bakal dipimpin oleh wasit berusia 34 tahun asal Somalia, Omar Artan. Pria yang dinobatkan sebagai Wasit Terbaik CAF 2025 ini menjadi wasit non-Eropa pertama yang memimpin laga Piala Super Eropa.
Tugas di Salzburg ini sekaligus menjadi panggung pertamanya memimpin laga di Eropa setelah sebelumnya sempat kecewa gagal tampil di Piala Dunia 2026 akibat kendala masuk ke Amerika Serikat.