BolaSkor.com – Kekalahan 0-2 AC Milan dari Benfica pada laga Liga Europa di San Siro, Kamis (17/09) dini hari WIB, menjadi awal dari gejolak di tubuh Il Rossoneri.
Pelatih anyar mereka, Ruben Amorim, disinyalir mulai melontarkan keluhan yang dinilai mirip dengan masa-masa kelamnya di Manchester United.
Hasil buruk ini menandai kekalahan perdana Amorim sejak menukangi Milan.
Meski baru memimpin lima pertandingan, pria asal Portugal itu kembali menyoroti ketidaksesuaian profil pemain dengan sistem formasi tiga bek favoritnya.
Pola keluhan ini mengingatkan publik pada masa jabatannya di Old Trafford, di mana ia berulang kali beralasan bahwa para pemain tidak cocok dengan filosofi permainannya.
Pembelaan Amorim, Kritik dari Pandit Sepak Bola

Ruben Amorim (Laman resmi AC Milan)
Saat ditanya mengenai skuadnya usai laga, Amorim tak menampik adanya tekanan besar dan mengakui belum memiliki materi pemain yang benar-benar pas untuk skema taktiknya.
"Saya pikir Anda sedikit benar," kata Amorim.
Saya tahu di Manchester United dan Milan, dua klub besar dengan tekanan untuk menang, orang-orang mengharapkan segalanya hanya dalam beberapa bulan, dan saya merasakan tekanan yang sama di sini,
ujarnya kepada Sky Italia.
"Saya pikir tim ini sedikit berbeda, mereka lebih terbiasa bekerja dengan tiga bek, mereka sedikit lebih cepat, sedikit lebih kuat."
"Tentu saja, saya tidak memiliki karakteristik jelas yang sempurna saat ini, tetapi mustahil ketika Anda melatih tim baru untuk langsung memiliki karakteristik sempurna itu."
Amorim pun meminta semua pihak bersabar, sembari mengutarakan pernyataan kontroversial terkait potensi kegagalan dalam karier kepelatihannya.
"Saya tahu ini butuh waktu, tetapi saya juga tahu ada tekanan besar di klub ini, namun saya lebih menyukai pekerjaan semacam ini karena jika suatu hari saya harus gagal, saya ingin gagal secara besar-besaran," tegas Amorim.
Pernyataan Amorim langsung memicu gelombang kritik dari suporter hingga pengamat sepak bola.
Komentator TNT Sports untuk Serie A, Adam Summerton, menyemprot sang pelatih lewat unggahan media sosialnya.
Salah satu hal terbaik yang bisa dilakukan Ruben Amorim saat ini adalah berhenti berbicara. Dia berbicara terlalu banyak,
cetus Summerton.